NTTSatu.ID – Komitmen Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam mendukung percepatan penurunan stunting kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang digelar Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), di Kantor Kelurahan Cendana, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini sejalan dengan misi Program Studi Pendidikan Kimia untuk mengembangkan pengabdian kepada masyarakat berbasis kebutuhan daerah.
Pelatihan tersebut dipimpin oleh Lolita A.M. Parera, S.Si., M.P.Kim. selaku ketua tim bersama anggota Ni Wayan O.A.C. Dewi, S.Pd., M.Si., Maria Anastasia Kutu Woa, S.Pd., M.Si., Eka Buang Sandi Kala, S.Pd., M.Si., Prof. Dr. I. Gusti Ng. Budiana, S.Si., M.Si., dan Yosep Lawa, S.Pd., M.P.Kim.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Lurah Cendana, Natalia Kase, S.E., yang menyampaikan apresiasi atas kepedulian sivitas akademika FKIP Undana dalam menghadirkan edukasi yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya bagi keluarga yang memiliki bayi dan balita.
Sebanyak 30 peserta, yang terdiri atas ibu rumah tangga dan kader kesehatan, mengikuti pelatihan dengan antusias. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya gizi seimbang bagi anak sekaligus praktik langsung mengolah bahan pangan lokal menjadi abon ayam yang kaya protein dan puding kelor yang kaya vitamin, mineral, serta zat besi.
Selain pelatihan praktik, tim PKM juga membagikan buku resep makanan pendamping ASI (MP-ASI) agar para peserta dapat menerapkan berbagai menu sehat di rumah menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
Ketua tim PKM, Lolita A.M. Parera, menjelaskan bahwa Kabupaten Timor Tengah Selatan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena masih menjadi salah satu daerah dengan angka stunting yang relatif tinggi.
Di sisi lain, wilayah tersebut memiliki kekayaan sumber daya alam, seperti tanaman kelor dan hasil peternakan, yang berpotensi menjadi sumber pangan bergizi namun belum dimanfaatkan secara maksimal.
Melalui pelatihan ini, masyarakat diajak untuk memanfaatkan potensi lokal sebagai solusi pemenuhan gizi keluarga.
Pengolahan pangan sederhana dengan bahan yang tersedia di sekitar rumah diharapkan mampu meningkatkan kualitas asupan makanan bagi bayi, balita, maupun anggota keluarga lainnya.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya mempraktikkan tahapan pembuatan abon ayam dan puding kelor, tetapi juga memperoleh penjelasan mengenai kandungan gizi, teknik pengolahan yang higienis, hingga cara penyimpanan makanan agar tetap aman dikonsumsi.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan turut dirangkaikan dengan penyerahan sembako dan abon ayam secara simbolis kepada masyarakat.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung sekaligus menjadi motivasi bagi warga untuk mulai mengembangkan olahan pangan bergizi berbasis potensi lokal.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Undana kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi persoalan masyarakat.(*)



Komentar