GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Daerah Hukrim
Beranda » Berita » Rektor IAKN Kupang Diduga Dipukul Harun Natonis, Persoalan Kenaikan Pangkat Berujung Laporan Polisi

Rektor IAKN Kupang Diduga Dipukul Harun Natonis, Persoalan Kenaikan Pangkat Berujung Laporan Polisi

Ket: Rektor IAKN Kupang Diduga Dipukul Harun Natonis, Persoalan Kenaikan Pangkat Berujung Laporan Polisi. (Ist)

NTTSatu.ID – Suasana di lingkungan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Senin (31/8/2026), mendadak memanas. Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., diduga menjadi korban penganiayaan oleh Harun Natonis di halaman Pascasarjana IAKN Kupang.

Informasi yang dihimpun media ini dari sumber terpercaya menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah pelaksanaan apel di lingkungan kampus.

Saat itu, Harun Natonis disebut tiba-tiba mendatangi Rektor IAKN Kupang dan mempertanyakan persoalan pengurusan kenaikan pangkat yang menurutnya belum diselesaikan selama kurang lebih dua tahun.

“Sudah dua tahun kok tidak diurus?” demikian pertanyaan Harun sebagaimana disampaikan sumber kepada media ini.

Rektor kemudian menjawab bahwa persoalan tersebut selama ini telah diurus.

Ijazah Alumni IAKN Kupang Tetap Sah, Tim Hukum Bongkar Polemik Kenaikan Pangkat HN

Dalam percakapan tersebut, Rektor IAKN Kupang disebut menjelaskan bahwa apabila dokumen Surat Keputusan (SK) yang diperlukan sudah tersedia, maka proses pengurusan dapat segera dilakukan.

“Kalau mau Bapak urus, saya tanya saja. Pak, di sini Bapak SK sudah ada. Kalau sudah ada hari ini Bapak serahkan kepada saya, hari ini pun saya bisa urus. Mau ke BKN Bali atau hari ini pun saya bisa urus. Tapi kalau itu tidak ada, saya yang mengurus,” demikian penjelasan yang disampaikan sumber mengenai percakapan tersebut.

Harun Natonis disebut melontarkan pernyataan kepada rektor sebelum akhirnya melakukan pemukulan.

“Kamu ini datang saya yang bawa ke sini, kamu di sini makan minum, saya yang urus, saya yang pendiri,” demikian pernyataan yang disebut disampaikan dalam situasi tersebut.

Tidak lama berselang, Harun Natonis diduga memukul Rektor IAKN Kupang sebanyak satu kali pada bagian dada.

Kloter Keempat Undana Peduli Flores Dilepas, Mahasiswa FST Petakan Infrastruktur Rusak

Akibat kejadian tersebut, Rektor IAKN Kupang kemudian mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa tersebut tidak berhenti di lingkungan kampus. Rektor IAKN Kupang disebut telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polresta Kupang Kota.

Hingga berita ini diturunkan, Rektor IAKN Kupang masih menjalani perawatan dan disebut menjalani opname di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai laporan tersebut, termasuk nomor laporan, hasil pemeriksaan awal maupun langkah hukum yang akan dilakukan terhadap pihak yang dilaporkan.

Sumber juga mengungkapkan bahwa dugaan pemukulan tersebut bukan satu-satunya persoalan yang terjadi antara kedua pihak.

DPRD Kota Kupang Drop Penyertaan Modal Rp20 Miliar, Perda Belum Ada

Sebelumnya, Harun Natonis disebut pernah mengirim sejumlah pesan melalui WhatsApp kepada Rektor IAKN Kupang yang berisi keberatan, tudingan, serta kata-kata bernada keras terkait persoalan jabatan fungsional dan kenaikan pangkat.

Dalam salah satu pesan yang diterima rektor, Harun disebut mempersoalkan pernyataan dalam kegiatan sosialisasi kenaikan pangkat dari Lektor Kepala dan Guru Besar.

Pesan tersebut antara lain mempertanyakan sikap rektor yang disebut menyatakan dukungan terhadap pengurusan kenaikan pangkat Harun, namun pada saat yang sama dianggap tidak mengakui status jabatan fungsional yang bersangkutan.

Dalam rangkaian pesan berikutnya, muncul pernyataan bernada keras yang ditujukan kepada rektor.

“Anda sdh melecehkan saya melalui kata dan tindakan. Dan manusia biadab yg tidak layak jadi pemimpin. Anda merasa anda lebih tinggi dari menteri. Kurang ajar sekali kau,” demikian isi pesan yang diperoleh media ini.

Pesan lainnya juga menyebut:

“Hentikan semua proses usul jafung dan pangkat yg menggunakan ttd saya. Saya tantang anda batalkan ijasah alumni STAKN/IAKN kupang.”

Tidak berhenti di situ, dalam pesan lainnya juga terdapat pernyataan yang membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

“Kita uji di polisi…” demikian salah satu bagian pesan tersebut.

Harun juga disebut mempertanyakan kepemimpinan rektor dan menilai kepemimpinan tersebut telah membawa perubahan yang tidak sesuai dengan harapannya.

“Lu pung kepemimpinan beberapa bulan ini menghancurkan IAKN. Lu datang untuk menguasai IAKN atau mengelola IAKN. Manusia tdk tau diri,” demikian bunyi pesan lainnya.

Dari informasi yang dihimpun, persoalan terkait kenaikan pangkat dan jabatan fungsional diduga menjadi salah satu hal yang memicu ketegangan antara Harun Natonis dan Rektor IAKN Kupang.

Namun, kebenaran seluruh isi percakapan, konteks setiap pesan, serta latar belakang persoalan administrasi kenaikan pangkat tersebut masih perlu diklarifikasi kepada kedua belah pihak dan pihak berwenang.

Dalam kasus dugaan penganiayaan ini, keterangan saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian, rekaman kamera pengawas apabila tersedia, bukti komunikasi WhatsApp, serta hasil pemeriksaan medis terhadap korban dapat menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.

Dengan laporan yang telah disampaikan ke Polresta Kupang Kota, publik kini menunggu proses hukum untuk mengungkap secara terang apa yang sebenarnya terjadi di halaman Pascasarjana IAKN Kupang.

Pihak kepolisian diharapkan dapat memeriksa seluruh pihak yang mengetahui kejadian, termasuk saksi yang berada di lokasi, serta memastikan fakta mengenai dugaan pemukulan tersebut berdasarkan alat bukti yang tersedia.

Sementara itu, kondisi Rektor IAKN Kupang yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang menjadi perhatian setelah insiden tersebut.

Media ini membuka hak jawab langsung dari Harun Natonis dan Polresta Kupang Kota terkait dugaan penganiayaan tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, keterangan dari pihak Harun Natonis maupun keterangan resmi kepolisian belum diperoleh.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NTTSatu.ID merupakan portal berita yang menyajikan informasi terkini, terpercaya, dan aktual seputar berbagai peristiwa penting di Nusa Tenggara Timur serta berbagai isu nasional yang menarik untuk diketahui masyarakat.

Berita Terbaru






Berita Populer

01

Kuasa Hukum Sebut Kades Fafinesu B Picu Pengeroyokan Tiga Pencari Madu di TTU

02

Mario Kebo: Tiga Pencari Madu Dihadang dan Dianiaya di Jalan, Bukan di Rumah Warga

03

Duka Mendalam atas Kepergian dr. Icha, Bupati TTU Dukung Keluarga Tempuh Jalur Hukum

04

Sederet Pesan Arogan Harun Natonis ke Rektor IAKN Kupang Sebelum Dugaan Penganiayaan

05

Kuasa Hukum Naris Amleni Bantah Terlibat Intimidasi dr. Icha

× Advertisement
× Advertisement