GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Daerah Pendidikan
Beranda » Berita » Tim PKM Arsitektur Undana Petakan Kampung Adat Deri Kambajawa, Perkuat Pelestarian Budaya Sumba Tengah

Tim PKM Arsitektur Undana Petakan Kampung Adat Deri Kambajawa, Perkuat Pelestarian Budaya Sumba Tengah

Ket: Kolase Foto Kegiatan PKM Berdampak Prodi Arsitektur Undana di Kabupaten Sumba Tengah. (Alberto/NTTSatu)

NTTSatu.ID – Komitmen Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam menjaga warisan budaya lokal kembali diwujudkan melalui implementasi Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berdampak Tahun 2026. 

Kali ini, Tim PKM Program Studi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana melaksanakan kegiatan di Desa Umbu Pabal, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, dengan fokus pada Kampung Adat Deri Kambajawa yang dikenal sebagai salah satu pusat budaya Marapu yang masih lestari hingga saat ini.

Kampung Adat Deri Kambajawa merupakan kawasan yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan arsitektur yang sangat tinggi. 

Kampung ini masih mempertahankan tradisi living megalithic culture, yakni budaya megalitik yang tetap hidup dan dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat penganut Marapu. 

Keaslian tata ruang kampung, rumah-rumah adat, hingga kawasan sakral yang masih terjaga menjadikan Deri Kambajawa sebagai salah satu aset budaya paling berharga yang dimiliki Kabupaten Sumba Tengah.

Kolaborasi FEB Undana dan SMK 3 Kupang Perkuat Produk Kacang Gula Berbasis OSOP

Di tengah pesatnya modernisasi yang mulai mengikis keberadaan kampung-kampung adat di berbagai wilayah, Deri Kambajawa justru menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai budaya leluhur tetap dipertahankan. 

Potensi tersebut menjadikan kampung adat ini memiliki daya tarik besar sebagai destinasi wisata budaya yang menawarkan pengalaman autentik tentang kehidupan masyarakat Sumba.

Melihat pentingnya menjaga keberlanjutan kawasan tersebut, Tim PKM Prodi Arsitektur Undana mengusung tema “Digitalisasi Partisipatif Berbasis Keteknikan melalui Pemetaan dan Pendokumentasian Infrastruktur Adat Masyarakat Umbu Pabal.” 

Program ini bertujuan menghasilkan basis data digital mengenai kawasan adat sebagai upaya pelestarian sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata, pendidikan, penelitian, dan kebudayaan.

Tim PKM dipimpin oleh Rosvitayati Umbu Nday, ST., M.Eng, bersama anggota Serafiani E. Putri, S.Ars., M.Ars., Sefriyani L. Zudi, ST., M.Arch., Marianus Bahantwelu, ST., MT, serta didukung oleh mahasiswa Program Studi Arsitektur Undana.

Warga RT 006 Naimata Kompak Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya, Harapkan Pemerintah Segera Turun Tangan

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan Launching Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berdampak Universitas Nusa Cendana yang berlangsung pada 27 Juli 2026 di Rumah Jabatan Bupati Sumba Tengah. 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah, pimpinan Universitas Nusa Cendana, serta seluruh tim PKM yang akan melaksanakan pengabdian di berbagai lokasi.

Selanjutnya, Tim PKM Arsitektur melaksanakan kegiatan lapangan di Kampung Adat Deri Kambajawa selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Juli 2026, dengan melibatkan pemerintah desa dan masyarakat adat sebagai mitra utama dalam setiap tahapan kegiatan.

Kolaborasi dibangun secara erat bersama Kepala Desa Umbu Pabal, Soleman Umbu Sedu, S.Kom, serta Ketua Komunitas Adat Deri Kambajawa, Pombu Ngadu Homba. 

Selama kegiatan berlangsung, proses pendampingan di lapangan dipandu oleh Kepala Urusan Desa, Piter Regalima, bersama perangkat desa dan anggota komunitas adat yang berpartisipasi aktif dalam seluruh proses pengumpulan data.

Dibawah Kepemimpinan Falent Kebo, Pajak TTU Capai Rp11,02 Miliar

Kegiatan yang dilakukan meliputi pemetaan kawasan Kampung Adat Deri Kambajawa, identifikasi kawasan sakral dan non-sakral, dokumentasi infrastruktur adat, serta pendokumentasian arsitektur rumah-rumah adat masyarakat Umbu Pabal. 

Pendekatan partisipatif menjadi kunci utama dalam pelaksanaan program sehingga masyarakat tidak hanya menjadi objek pengabdian, tetapi juga berperan sebagai mitra yang terlibat langsung dalam proses identifikasi dan pendokumentasian aset budaya mereka.

Melalui proses tersebut, berbagai informasi mengenai tata ruang kampung, lokasi situs-situs adat, fungsi kawasan sakral, hingga karakteristik arsitektur tradisional berhasil dihimpun secara sistematis sebagai bagian dari upaya digitalisasi warisan budaya.

Hasil akhir dari kegiatan PKM ini berupa peta digital Kampung Adat Deri Kambajawa serta dokumentasi digital arsitektur rumah adat Umbu Pabal yang akan menjadi basis data penting bagi pemerintah desa, masyarakat adat, maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Keberadaan basis data digital tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelestarian budaya, penyusunan kebijakan pengembangan kawasan, promosi destinasi wisata budaya, kebutuhan penelitian akademik, pengembangan pendidikan, hingga berbagai program pembangunan yang berbasis pada pelestarian kearifan lokal.

Melalui Program PKM Berdampak Tahun 2026 ini, Universitas Nusa Cendana kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata. 

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan komunitas adat menjadi bukti bahwa pelestarian warisan budaya tidak hanya dilakukan melalui dokumentasi, tetapi juga melalui pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Digitalisasi Kampung Adat Deri Kambajawa diharapkan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan budaya Marapu serta memperkuat posisi Kabupaten Sumba Tengah sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mampu menjaga identitas leluhurnya di tengah perkembangan zaman.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement