GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Ekonomi Pendidikan
Beranda » Berita » Ubah Sampah Jadi Cuan, PKM Prodi Manajemen FEB Undana Bekali Pemuda Kampung Baru Keterampilan Usaha

Ubah Sampah Jadi Cuan, PKM Prodi Manajemen FEB Undana Bekali Pemuda Kampung Baru Keterampilan Usaha

Ket: Kolase Foto Kegiatan PKM Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Nusa Cendana di Kelurahan Kampung Baru, TTS. (NTTSatu)

NTTSatu.ID – Upaya menciptakan generasi muda yang mandiri, kreatif, dan mampu bersaing di era digital terus dilakukan Universitas Nusa Cendana (Undana).

Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Tim Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undana menggelar pelatihan bertema “Transformasi Kemandirian Ekonomi Pemuda Melalui Penguatan Sociopreneurship dan Digitalpreneurship Berbasis Potensi Lokal” di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Senin (20/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Undana dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kapasitas generasi muda agar mampu menciptakan peluang usaha yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Ketua Tim PKM, Yosefina K.I.D.D. Dhae, mengatakan bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk membangun semangat kewirausahaan sosial (sociopreneurship) sekaligus meningkatkan kemampuan pemuda memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.

Menurutnya, salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi eco enzyme dan pupuk organik yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan.

Bupati TTU Tunjuk Dua Staf Khusus Tanpa Gaji

“Kami berharap para pemuda Kampung Baru mampu melihat sampah rumah tangga bukan sebagai limbah, tetapi sebagai sumber peluang usaha. Dengan dukungan teknologi digital, produk yang dihasilkan nantinya dapat dipasarkan lebih luas sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujar Yosefina.

Selama pelatihan, peserta memperoleh tiga materi utama yang saling melengkapi. Materi pertama mengenai pengolahan eco enzyme dan pupuk organik, yang mengajarkan cara mengubah limbah organik rumah tangga menjadi produk ramah lingkungan bernilai jual. 

Materi kedua membahas pencatatan keuangan sederhana agar peserta mampu mengelola keuangan usaha secara tertib, mengetahui arus kas, dan menghitung keuntungan usaha. 

Sementara materi ketiga adalah digital marketing, yang membekali peserta dengan strategi memasarkan produk melalui media sosial dan platform digital sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Tidak hanya menerima teori, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan eco enzyme menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh dari lingkungan sekitar. 

Tim PKM Prodi Kimia FKIP Undana Latih Warga TTS Olah Pangan Bergizi, Perkuat Upaya Cegah Stunting

Praktik tersebut mendapat antusiasme tinggi karena memberikan pengalaman nyata yang dapat langsung diterapkan di rumah maupun dikembangkan menjadi usaha produktif.

Pelatihan diikuti oleh 20 pemuda Kelurahan Kampung Baru. Hadir pula Lurah Kampung Baru, Yohanis La’a, bersama jajaran pegawai kelurahan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan kapasitas generasi muda.

Tim PKM dari Universitas Nusa Cendana yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Wehelmina M. Ndoen, Clarce S. Maak, Rosarianto M. Amleni, dan Jacky A. Nenohai, serta didukung oleh dua orang mahasiswa.

Dalam sambutannya, Lurah Kampung Baru Yohanis La’a menyampaikan apresiasi kepada Program Studi Manajemen FEB Undana atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya kaum muda.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Universitas Nusa Cendana yang telah menghadirkan pelatihan ini. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut menjadi gerakan nyata yang mampu menghidupkan ekonomi lokal melalui kreativitas dan inovasi para pemuda,” ujarnya.

Rektor UPG 1945 NTT Paparkan Lima Program Strategis di Hadapan Gubernur NTT

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Salah seorang peserta, Andri Tasoin, mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga.

“Saya baru mengetahui bahwa limbah dapur bisa diolah menjadi pupuk organik yang bernilai jual. Ini menjadi peluang usaha yang tidak hanya menghasilkan pendapatan, tetapi juga bermanfaat bagi lingkungan,” katanya.

Sementara itu, peserta lainnya, Polce Manubulu, mengaku materi digital marketing membuka wawasan baru tentang pentingnya teknologi dalam pengembangan usaha.

“Selama ini kami hanya menjual produk di sekitar kampung. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami memahami bagaimana memanfaatkan media digital agar produk bisa dikenal masyarakat yang lebih luas, bahkan hingga luar daerah,” ungkapnya.

Tim PKM FEB Undana menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi masyarakat membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. 

Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan serta mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha muda berbasis potensi lokal.

Melalui kegiatan ini, Universitas Nusa Cendana kembali membuktikan perannya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement