GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Hukrim
Beranda » Berita » Polisi yang Minta Rekannya Dipecat Tolak Dijemput Propam dan Paminal Polres TTS

Polisi yang Minta Rekannya Dipecat Tolak Dijemput Propam dan Paminal Polres TTS

Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Wilfridus Finsensius Bria.

NTTSatu.ID- Seorang anggota kepolisian dari Polsek Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), yang viral setelah meminta rekannya dipecat, menolak saat hendak dijemput oleh Propam dan Paminal.

Anggota tersebut adalah Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Wilfridus Finsensius Bria.

Ia sebelumnya menjadi sorotan publik usai videonya beredar luas di media sosial, yang meminta pimpinan Polda NTT untuk memecat oknum polisi yang diduga terlibat praktik judi bola guling di Kabupaten Malaka.

Wilfridus membenarkan bahwa video tersebut adalah pernyataannya. Ia juga menegaskan siap menerima segala konsekuensi atas sikap terbukanya.

“Benar, itu video saya. Saya siap menerima semua konsekuensi,” ujarnya.

Anak Buah Kapolda NTT Diduga Culik Masyarakat

Namun, pasca viralnya video tersebut, Wilfridus mengungkapkan bahwa dirinya didatangi oleh Kepala Seksi Propam dan Kepala Unit Paminal Polres TTS di kediamannya di Kecamatan Kualin pada Rabu (1/4/2026) malam.

Ia menyebut, kedatangan tersebut bertujuan untuk menjemput dirinya. Meski demikian, Wilfridus memilih menolak karena menilai tidak ada dasar hukum yang jelas untuk penjemputan tersebut.

“Kasi Propam dan Kanit Paminal datang menjemput saya di rumah, tapi saya menolak ikut karena tidak ada dasar untuk penjemputan paksa,” ungkapnya.

Wilfridus menegaskan bahwa tindakannya menyuarakan dugaan pelanggaran oleh oknum anggota Polri didasari rasa keadilan, khususnya bagi masyarakat yang selama ini diproses hukum terkait kasus perjudian.

Ia juga menilai penegakan hukum di tubuh Polri harus dilakukan secara tegas dan tidak tebang pilih.

Korban Minta JPU Tuntut Maksimal Ade Kuswandi atas Kerugian Rp152 Miliar

“Kalau oknum anggota Polri yang membekingi judi, wajib dipecat supaya ada efek jera,” tegasnya.

Meski menghadapi risiko terhadap kariernya, anggota Polsek Kolbano itu menyatakan tidak akan mundur dari sikapnya.

Ia berharap pimpinan kepolisian dapat bertindak adil dan transparan dalam menindak setiap pelanggaran anggota demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement