GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Pendidikan
Beranda » Berita » Kolaborasi Empat Kampus Ternama Bersatu, Hadirkan Solusi Air Bersih dan Kesehatan Hewan bagi Warga Fatukoko – TTS

Kolaborasi Empat Kampus Ternama Bersatu, Hadirkan Solusi Air Bersih dan Kesehatan Hewan bagi Warga Fatukoko – TTS

Ket: Kolase Foto PKM Empat Kampus di Fatukoko-TTS (Dok: NTTSatu)

NTTSatu.ID – Empat perguruan tinggi ternama di Indonesia, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Nusa Cendana (Undana), berkolaborasi menghadirkan solusi bagi masyarakat Desa Fatukoko, Kecamatan Mollo Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, melalui Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Fatukoko, Senin (13/7/2026), mengusung tema “Penerapan Inovasi Teknologi Filtrasi Air Bersih Berbasis Material Adsorben untuk Penyediaan Air Bersih disertai Program Pencegahan Penyakit dan Peningkatan Kesehatan Hewan di Desa Fatukoko, Provinsi Nusa Tenggara Timur.”

Program ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah pedesaan.

Desa Fatukoko dipilih karena memiliki potensi sekaligus tantangan yang cukup besar. Meskipun berada di sekitar aliran sungai, masyarakat masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama saat musim kemarau. Di sisi lain, desa ini juga dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil ternak di Kabupaten TTS, sehingga kesehatan hewan menjadi faktor penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pelaksanaan PMKI 2026 dibagi ke dalam dua program utama. Program pertama berfokus pada penerapan inovasi teknologi filtrasi air bersih berbasis material adsorben yang dilaksanakan oleh tim dari ITB dan Unpad bersama Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi Undana.

Kolaborasi FKIP Undana dan Pemkab TTS Hadirkan PLP Domisili Berdampak

Sementara itu, program kedua berupa pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan hewan dilaksanakan oleh tim dari UGM bersama Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana serta Dinas Peternakan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Melalui program ini, masyarakat memperoleh edukasi mengenai pencegahan penyakit pada ternak maupun hewan peliharaan, sekaligus pelayanan kesehatan hewan sebagai upaya meningkatkan produktivitas peternakan.

Kegiatan ini dihadiri Camat Mollo Barat Apris Oematan, Kepala Desa Fatukoko Sefnat Manbait, tokoh masyarakat dari desa-desa sekitar, tim dosen dari ITB, UGM, Unpad, dan Undana, serta masyarakat Desa Fatukoko yang mengikuti kegiatan dengan antusias.

Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia Tahun 2026 dipimpin oleh Prof. Muhammad Ali Zulfikar dari ITB selaku Ketua Tim. Tim kolaborasi juga melibatkan Prof. Aliya Nur Hasanah dari Unpad Bandung, Dr. Med. Vet. Hevi Wihadmadyatami dari UGM, Dr. drh. Yulfia Nely Selan dan Dr. Bibiana Dotawa dari Undana beserta anggota tim dari masing-masing perguruan tinggi.

Ketua Tim PMKI 2026, Prof. Muhammad Ali Zulfikar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi antarkampus untuk memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Jadi kegiatan ini kita memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan air bersih dan kesehatan hewan. Hal ini memang berangkat dari kondisi masyarakat yang kesulitan air bersih ketika musim kemarau dan kita melihat potensi hewan di sini cukup baik sehingga kita dorong untuk mengembangkan potensi ini,” ujarnya.

Resmob Jatanras Satreskrim Polres TTS Berhasil Menangkap DPO Kasus Pencurian Ternak Sapi

Menurutnya, keberadaan teknologi filtrasi air bersih diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses air yang lebih layak untuk kebutuhan rumah tangga. Di saat yang sama, edukasi dan pelayanan kesehatan hewan diharapkan mampu meningkatkan kualitas ternak serta mencegah penyebaran penyakit yang dapat merugikan para peternak.

Melalui kolaborasi ini, perguruan tinggi tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi, tetapi juga memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa berbasis ilmu pengetahuan dan kebutuhan lokal.

Camat Mollo Barat, Apris Oematan, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa persoalan air bersih masih menjadi masalah serius yang dihadapi masyarakat, terutama saat musim kemarau.

“Di sini termasuk daerah krisis air bersih. Karena setiap menjelang musim panas, masyarakat akan menggali lubang di sungai untuk mendapatkan endapan air, kemudian ditimba dan digunakan untuk mandi, memasak, dan kebutuhan sehari-hari,” ungkap Apris.

Ia menilai kehadiran PMKI menjadi bentuk kepedulian dunia akademik terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, inovasi teknologi filtrasi air yang diperkenalkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan apabila dirawat dengan baik.

IAKN Kupang Perkuat Pelayanan Gereja Antar Generasi Lewat PKM di GPdI Torsina Ekam

Usai pembukaan kegiatan, tim PMKI dibagi sesuai bidang pengabdian. Tim pengelolaan air bersih memberikan sosialisasi sekaligus demonstrasi penggunaan alat filtrasi berbasis material adsorben yang mampu mengolah air sungai menjadi air bersih yang lebih layak digunakan masyarakat.

Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai cara pengoperasian alat, proses penyaringan, hingga pentingnya menjaga kebersihan dan perawatan perangkat agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan, tim menyerahkan buletin panduan kepada Pemerintah Desa Fatukoko yang berisi tata cara penggunaan, pembersihan, serta pemeliharaan alat filtrasi.

Sementara itu, tim kesehatan hewan melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pencegahan penyakit pada ternak, pentingnya menjaga kesehatan hewan, serta pemeriksaan langsung terhadap kondisi ternak milik warga. Selain memberikan edukasi, tim juga membagikan suplemen, vitamin, dan obat-obatan untuk ternak maupun hewan peliharaan.

Sebagai dukungan terhadap pelayanan kesehatan hewan di wilayah tersebut, bantuan obat dan vitamin juga diserahkan kepada Kepala Resort Mollo Barat agar dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan ternak masyarakat.

Kepala Desa Fatukoko, Sefnat Manbait, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Saya sangat berterima kasih karena melalui kegiatan ini kita bisa saling bertemu dan berbagi ilmu demi kesejahteraan masyarakat. Program ini sangat baik bagi masyarakat kami. Potensi peternakan di Desa Fatukoko juga cukup tinggi sehingga kegiatan ini sangat tepat sasaran,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi perguruan tinggi melalui PMKI tidak berhenti di Desa Fatukoko, tetapi dapat menjangkau desa-desa lain di Kecamatan Mollo Barat yang juga masih menghadapi keterbatasan akses air bersih dan membutuhkan pendampingan di bidang kesehatan hewan.

Pelaksanaan PMKI 2026 menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi mampu menghasilkan inovasi yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Sinergi antara ITB, UGM, Unpad, dan Undana tidak hanya menghadirkan solusi teknologi, tetapi juga memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui transfer pengetahuan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas warga.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement