GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Pendidikan
Beranda » Berita » Rektor IAKN Kupang: Kampus Adalah Rumah Kita Bersama

Rektor IAKN Kupang: Kampus Adalah Rumah Kita Bersama

Ket: Momen Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana terlibat langsung bersama para mahasiswa membersihkan lingkungan kampus. (Dok: NTTSatu)

NTTSatu.ID – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan kampus kembali ditunjukkan oleh Ikatan Mahasiswa Asal Sumba (IKMAS) di Institut Agama Kristen Negeri Kupang. 

Organisasi mahasiswa tersebut menggelar kegiatan kerja bakti di lingkungan kampus pada Sabtu (6/6/2026) sebagai bentuk nyata kecintaan terhadap almamater sekaligus upaya menciptakan lingkungan belajar yang bersih, nyaman, dan asri bagi seluruh sivitas akademika.

Kegiatan yang melibatkan puluhan mahasiswa asal Sumba itu difokuskan pada pembersihan sejumlah titik di area kampus. Dengan membawa peralatan kebersihan, para mahasiswa bergotong royong membersihkan sampah, menata lingkungan kampus, serta memastikan kawasan kampus tetap terjaga kebersihan dan keindahannya.

Aksi sosial tersebut mendapat apresiasi langsung dari Rektor Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Dr. I Made Suardana. Menurutnya, partisipasi aktif mahasiswa dalam menjaga dan membangun lingkungan kampus merupakan bentuk implementasi nyata dari ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh selama menjalani proses pendidikan.

“Memajukan kampus sangat penting dan saya selalu bersyukur ketika ada inisiatif yang memberikan manfaat bagi kampus. IAKN Kupang sangat mengapresiasi segala bentuk peran serta mahasiswa yang mencintai kampus mereka. Ini membuktikan bahwa ilmu yang dipelajari tidak hanya berhenti pada teori, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata yang produktif dan bertanggung jawab demi kebaikan bersama,” ujar Rektor.

Sekda Kupang: Hak PPPK Belum Terbayar Akibat Kekurangan Anggaran Rp130 Miliar

Ia menegaskan bahwa aksi kampus bersih yang digagas IKMAS patut menjadi teladan bagi organisasi mahasiswa lainnya, bahkan bagi dosen dan tenaga kependidikan. Menurutnya, kampus bukan hanya tempat belajar, tetapi juga rumah bersama yang harus dijaga oleh seluruh warga kampus.

“Setiap upaya menjaga kampus agar tetap indah, nyaman, aman, dan bersih akan berdampak signifikan terhadap peningkatan prestasi serta penguatan mutu lulusan. Saya berharap pola-pola seperti ini terus dihidupkan secara berkelanjutan. Mari membangun kampus melalui diri kita masing-masing, karena sekecil apa pun peran yang kita lakukan akan memberikan dampak besar bagi kemajuan institusi,” tambahnya.

Semangat yang ditunjukkan mahasiswa tersebut juga sejalan dengan upaya penguatan budaya kampus dan peningkatan kualitas lingkungan akademik yang terus dikembangkan oleh IAKN Kupang. 

Sementara itu, Ketua Umum IKMAS Kupang, Hendrik Meta Yewa, menjelaskan bahwa kegiatan kerja bakti tersebut merupakan bagian dari program kerja organisasi sekaligus bentuk tanggung jawab mahasiswa terhadap lingkungan kampus.

“Kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap lingkungan kampus. Kami adalah bagian dari IAKN Kupang, sehingga kampus ini adalah rumah kita bersama. Karena itu, kami ingin menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan asri bagi seluruh warga kampus. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan salah satu program organisasi yang kami jalankan,” ungkap Hendrik.

Didampingi Kuasa Hukum, Tiga Korban Pengeroyokan Pencari Madu di TTU Jalani Pemeriksaan Polisi

Menurutnya, kerja bakti tidak hanya bertujuan membersihkan lingkungan fisik kampus, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan, solidaritas, dan kebersamaan antaranggota organisasi maupun dengan seluruh sivitas akademika.

Melalui kegiatan tersebut, IKMAS ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan kewajiban bersama sebagai warga kampus. Dengan lingkungan yang bersih dan tertata, proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman dan produktif.

Kegiatan kerja bakti yang digelar IKMAS ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pencari ilmu, tetapi juga agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya. Semangat gotong royong yang ditunjukkan para mahasiswa asal Sumba diharapkan dapat menginspirasi organisasi kemahasiswaan lainnya untuk terus berpartisipasi dalam membangun budaya kampus yang peduli, bersih, dan berkelanjutan.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement