NTTSatu.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Timur melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berdampak Tahun 2026.
Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan oleh Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Undana melalui kegiatan EDU-TRANSFORM (Educational Digital Transformation Initiative) yang dilaksanakan di SD Negeri Waihibur, Desa Umbu Mamijuk, Kabupaten Sumba Tengah, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian PKM Berdampak Undana yang diterjunkan di Sumba Tengah untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah daerah, dan sekolah.
Mengusung tema “Penguatan Kapasitas Guru dalam Transformasi Pembelajaran Digital untuk Meningkatkan Daya Saing Siswa”, kegiatan ini menjadi implementasi dari semangat “Pengabdian Undana Berdampak untuk Sumba Tengah: Mewujudkan World Class–Locally Relevant University melalui Kolaborasi Menuju Pembangunan Berdampak dan Berkelanjutan.”
Program tersebut menegaskan peran Undana sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
Sebanyak 25 guru SD Negeri Waihibur mengikuti pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada peningkatan kompetensi digital. Para peserta dibekali kemampuan memanfaatkan berbagai platform pembelajaran digital, termasuk teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk menyusun perangkat ajar, merancang pembelajaran, serta mengembangkan media pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
Program ini lahir sebagai respons terhadap tantangan yang masih dihadapi banyak satuan pendidikan, yaitu terbatasnya kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses belajar mengajar.
Melalui penguatan kapasitas tersebut, guru diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif, efektif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21.
Kegiatan pengabdian dipimpin oleh tim dosen yang terdiri atas Fernando Saragih dari Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Undana dan Ari Bangkit Sanjaya Umbu, S.Si., M.Si., dari Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Markus U. K. Yewang, M.M., berhalangan hadir karena agenda yang tidak dapat ditinggalkan sehingga pelaksanaan kegiatan diwakili oleh tim dosen.
Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan empat mahasiswa Universitas Nusa Cendana, yakni Jibrael Mau, Yuan Umbu Sangaji, Anggita Vanesa Liunima, dan Itamar Vebrianti Hauteas.
Kehadiran mahasiswa menjadi bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi sekaligus memberikan pengalaman nyata dalam mendampingi masyarakat melalui program pengabdian.
Selama pelatihan, para guru memperoleh materi mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan, mulai dari penggunaan platform pembelajaran daring, penyusunan perangkat ajar berbasis digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu dalam menyusun modul ajar, bahan evaluasi, media pembelajaran, dan perencanaan proses belajar mengajar yang lebih efektif.
Fernando Saragih menjelaskan bahwa transformasi digital di dunia pendidikan bukan sekadar mengenalkan teknologi kepada guru, tetapi juga membangun pola pikir baru dalam merancang pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para guru memiliki keterampilan memanfaatkan teknologi digital, termasuk AI, sebagai pendukung dalam menyusun perangkat pembelajaran. Dengan demikian, proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih inovatif dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Ari Bangkit Sanjaya Umbu menegaskan bahwa guru merupakan faktor utama dalam menentukan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas guru menjadi investasi penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi era transformasi digital.
“Guru merupakan ujung tombak pendidikan. Ketika guru mampu menguasai teknologi digital dan mengintegrasikannya dalam pembelajaran, siswa akan memperoleh pengalaman belajar yang lebih relevan dengan kebutuhan masa depan sehingga memiliki daya saing yang lebih baik,” katanya.
Kepala SD Negeri Waihibur, Diapitaloka Rambu Loba Hawa, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada tim PKM Undana atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai memberikan manfaat besar bagi peningkatan kompetensi para guru.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim PKM Undana yang telah berbagi pengetahuan dan keterampilan kepada para guru. Pelatihan ini memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran dan menjadi bekal penting bagi guru untuk terus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar,” ungkapnya.
Melalui kegiatan EDU-TRANSFORM ini, para guru diharapkan mampu mengimplementasikan berbagai keterampilan yang telah diperoleh dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari.
Dengan meningkatnya kompetensi digital tenaga pendidik, diharapkan lahir berbagai inovasi pembelajaran yang lebih modern, menarik, dan berpusat pada peserta didik sehingga mampu meningkatkan literasi digital serta daya saing siswa dalam menghadapi tantangan masa depan.
Program ini menjadi salah satu bukti nyata komitmen Universitas Nusa Cendana dalam menghadirkan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui PKM Berdampak Tahun 2026, Undana terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung pembangunan daerah yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.(*)



Komentar