NTTSatu.ID – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi (Prodi) Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik (FST), Universitas Nusa Cendana (Undana) melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan paving block berbasis teknologi tepat guna di Desa Mburukulu, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat melalui transfer ilmu pengetahuan dan teknologi yang aplikatif.
Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Desa Mburukulu ini berlangsung sejak 28-29 Juli, diikuti oleh 40 orang peserta dari masyarakat setempat.
Pelatihan dipandu oleh tim dosen Prodi FST Undana, yaitu Dr. Ir. Margareth Evelyn Bolla, S.T., M.T., Ir. Patricia Sonia Amalo, S.T., M.T., Dr. Yunita A. Messah, S.T., M.T., Dr. Partogi H. Simatupang, S.T., M.T., dan Dr. Jusuf J.S. Pah, S.T., M.Sc. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Teknik Sipil sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai teknologi pembuatan paving block, meliputi pemilihan bahan, komposisi campuran, teknik pencampuran, proses pencetakan, pemadatan, hingga proses curing sebagai tahapan penting untuk menghasilkan produk yang memiliki mutu dan daya tahan yang baik.
Dalam pemaparannya, tim pengabdian menjelaskan bahwa masyarakat Desa Mburukulu selama ini telah memanfaatkan paving block untuk kebutuhan pembangunan halaman rumah maupun fasilitas lingkungan. Namun, kebutuhan tersebut masih dipenuhi dengan membeli produk dari Kota Waingapu yang berjarak sekitar 97 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih dua jam. Kondisi ini menyebabkan biaya pembangunan menjadi lebih tinggi karena adanya tambahan biaya transportasi dan distribusi material.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada teknologi tepat guna yang memungkinkan mereka memproduksi paving block secara mandiri menggunakan peralatan sederhana yang mudah dioperasikan di tingkat desa. Teknologi yang diterapkan dirancang agar sesuai dengan kondisi masyarakat setempat tanpa mengurangi prinsip-prinsip dasar mutu material konstruksi.
Setelah sesi penyampaian materi, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan paving block. Seluruh peserta terlibat aktif dalam setiap tahapan, mulai dari menyiapkan bahan, melakukan pencampuran material dengan komposisi yang benar, mencetak menggunakan cetakan manual, melakukan pemadatan, hingga memahami teknik curing agar produk yang dihasilkan memiliki kekuatan dan daya tahan yang baik. Pendekatan learning by doing dipilih agar peserta tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu menguasai keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri setelah kegiatan berakhir.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan. Peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mencoba secara langsung proses produksi paving block dengan didampingi oleh tim dosen. Kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai kebutuhan pembangunan infrastruktur desa dan peluang pemanfaatan teknologi sederhana sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Tim pengabdian menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong tumbuhnya kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan material konstruksi secara lokal. Dengan kemampuan memproduksi paving block sendiri, masyarakat diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk dari luar daerah, menekan biaya pembangunan infrastruktur sederhana, serta membuka peluang usaha baru yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Kegiatan pengabdian ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kelompok masyarakat yang mampu memproduksi paving block secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan standar mutu produk. Ke depan, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan usaha produksi paving block sebagai salah satu potensi ekonomi lokal yang mendukung pembangunan infrastruktur desa secara mandiri.
Melalui kegiatan ini, Universitas Nusa Cendana kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan hasil pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, Pemerintah Desa Mburukulu, dan masyarakat diharapkan mampu mendorong terciptanya inovasi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumba Timur.(*)



Komentar