GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Daerah
Beranda » Berita » Lahir dari Ketulusan dan Bermanfaat bagi Warga, Tokoh Masyarakat TTU Puji Ormas Beta Timor

Lahir dari Ketulusan dan Bermanfaat bagi Warga, Tokoh Masyarakat TTU Puji Ormas Beta Timor

Tokoh Masyarakat TTU Puji Ormas Beta Timor.

NTTSatu.ID- Tokoh masyarakat Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), mengapresiasi apresiasi terhadap keberadaan Beta Timor yang lahir dari semangat ketulusan dalam melayani masyarakat kecil, khususnya di bidang kemanusiaan dan bantuan kedukaan.

Beta Timor merupakan organisasi masyarakat yang dibentuk pada tahun 2020 oleh Yoseph Falentinus Dellasale Kebo, S.IP, MA, bersama Andina Winantuningtyas, A.Md.

Kehadiran ormas yang berpusat di Timor Tengah Utara ini sejak awal difokuskan pada pelayanan sosial dan kemanusiaan bagi masyarakat TTU.

Tokoh masyarakat Biboki Moenleu, Ongki Tmaneak, menilai bahwa keberadaan Beta Timor tidak dapat dilepaskan dari niat tulus untuk membantu masyarakat tanpa membedakan status sosial.

Menurutnya, masyarakat kecil sangat merasakan langsung manfaat dari berbagai layanan yang diberikan, terutama dalam kondisi darurat dan kedukaan.

Korban Minta JPU Tuntut Maksimal Ade Kuswandi atas Kerugian Rp152 Miliar

“Kami melihat ini lahir dari ketulusan. Masyarakat sangat terbantu, terutama layanan ambulans dan bantuan saat ada kedukaan,” ujarnya.

Ia menyebut, berbagai program yang dijalankan Beta Timor kemudian berkembang dan terintegrasi dalam kebijakan pemerintah daerah saat pendiri ormas Beta Timor itu menjabat sebagai Bupati TTU.

Menurut Ongki, hal tersebut membuat program sosial tersebut semakin luas manfaatnya dan menjadi salah satu program unggulan daerah di bidang pelayanan kemanusiaan.

Salah satu yang paling dirasakan masyarakat adalah bantuan duka, yang mencakup peti jenazah serta paket kebutuhan dasar seperti beras, gula, kopi, teh, dan air mineral.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan material untuk pembuatan liang kubur, seperti semen, batako, pasir, batu, kayu, hingga perlengkapan lainnya yang dibutuhkan keluarga berduka.

Bertemu Anggota DPR RI, Rektor IAKN Kupang Dorong Peningkatan Akses Pendidikan Tinggi di NTT

Tidak hanya itu, bantuan juga mencakup fasilitas pendukung seperti tenda dan kursi yang digunakan saat prosesi duka berlangsung di masyarakat.

Ongki menegaskan bahwa seluruh program tersebut sangat membantu masyarakat kecil, terutama di wilayah pedesaan TTU yang memiliki keterbatasan ekonomi dan akses layanan.

“Kalau tidak ada bantuan seperti ini, beban keluarga yang berduka akan sangat berat,” katanya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti adanya segelintir pihak yang berupaya menyudutkan atau menjatuhkan nama Beta Timor di tengah masyarakat.

Menurutnya, upaya tersebut tidak sesuai dengan realita di lapangan karena masyarakat justru merasakan langsung manfaat dari keberadaan program tersebut.

Membalik Penuaan: Ketika Sains Mulai Menantang Batas Usia Manusia

“Kalau ada oknum yang mengatakan tidak ada manfaat, itu mungkin mereka sakit hati karena kepentingan tidak terakomodir atau sakit hati karena politik. Sehingga tidak sesuai dengan yang kami masyarakat kecil rasakan,” tegasnya.

Ia menilai, kritik yang tidak berdasar justru dapat mengaburkan fakta tentang besarnya manfaat sosial yang telah diberikan kepada warga TTU selama ini.

“Ormas Beta Timor telah menjadi bagian penting dari pelayanan kemanusiaan di TTU, yang lahir dari semangat kepedulian dan ketulusan untuk membantu masyarakat kecil,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement