GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Pendidikan
Beranda » Berita » Dr. Tomycho Olviana Dorong Transformasi Besar Faperta Undana Menuju Center of Excellence

Dr. Tomycho Olviana Dorong Transformasi Besar Faperta Undana Menuju Center of Excellence

Ket: Dekan terpilih Faperta Undana periode 2026–2030, Dr. Tomycho Olviana, S.P., M.M.A. (Alberto)

NTTSatu.ID — Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Faperta Undana) menegaskan langkah besar menuju transformasi institusional melalui visi misi bertajuk “Cetak Biru Transformasi Faperta Undana 2026–2030”. 

Visi misi ini diperkenalkan oleh Dekan terpilih periode 2026–2030, Dr. Tomycho Olviana, S.P., M.M.A., sebagai arah baru pengembangan fakultas untuk menjawab tantangan pertanian lahan kering di wilayah kepulauan, khususnya Nusa Tenggara Timur.

Dalam visinya, Dr. Tomycho menekankan bahwa Faperta tidak lagi sekadar menjadi institusi pendidikan yang menghasilkan lulusan, tetapi harus bertransformasi menjadi pusat unggulan global atau Center of Excellence di bidang pertanian lahan kering tropis berbasis inovasi dan agroindustri. 

Ia menegaskan bahwa pendekatan ini penting untuk membangun ekosistem yang mampu menyelesaikan persoalan pangan secara kontekstual, terutama di daerah dengan karakteristik geografis yang unik seperti NTT.

Transformasi yang dirancang hingga tahun 2030 ini berangkat dari evaluasi kondisi eksisting yang masih cenderung stagnan. Kurikulum konvensional, riset yang belum terintegrasi dengan kebutuhan industri, ketergantungan pada pendanaan dari UKT, serta profil lulusan yang lebih berorientasi mencari kerja menjadi tantangan utama yang ingin diubah. 

Mbah Dragon Latih Public Speaking Kreatif di IAKN Kupang

Melalui cetak biru ini, Faperta Undana menargetkan perubahan menyeluruh, termasuk penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang terintegrasi dengan teknologi digital, pertanian cerdas, dan kecerdasan buatan.

Di sisi riset, penguatan hilirisasi menjadi fokus utama dengan target capaian dua paten atau hak kekayaan intelektual setiap tahun. Pendapatan fakultas juga diarahkan untuk lebih mandiri dengan peningkatan hingga 50 persen dari sumber non-UKT melalui kemitraan strategis dan optimalisasi aset.

Sementara itu, lulusan diharapkan tidak hanya siap kerja, tetapi juga menjadi agropreneur tersertifikasi, dengan target lima persen mampu membangun usaha mandiri di sektor pertanian dan agroindustri.

Seluruh transformasi ini ditopang oleh lima fondasi utama yang meliputi tata kelola yang akuntabel, penguatan jejaring kolaborasi nasional dan internasional, pendidikan adaptif berbasis SDGs, pengembangan kewirausahaan mahasiswa berbasis komoditas lokal, serta riset unggulan di bidang lahan kering dan agroindustri. 

Fondasi ini dirancang untuk memastikan setiap langkah perubahan berjalan terukur dan selaras dengan indikator kinerja utama perguruan tinggi. Dalam implementasinya, transformasi dibagi ke dalam sejumlah fokus strategis yang saling terintegrasi.

Museum Jadi Ruang Belajar, Mahasiswa PPKn Undana Telusuri Warisan Budaya NTT

Pada aspek akademik, seluruh program studi ditargetkan beralih ke sistem OBE-SDGs, didukung oleh penguatan fasilitas seperti Smart Farming Lab dan Teaching Factory. 

Di bidang riset, Faperta akan mengembangkan klaster unggulan yang berfokus pada pangan lokal, pertanian sirkular, dan climate smart agriculture, dengan target sebelas publikasi terindeks Scopus setiap tahun.

Kemitraan juga menjadi bagian penting dalam strategi ini, dengan target delapan kerja sama aktif dan lima proyek kolaborasi berskala nasional maupun internasional, termasuk pengembangan desa model pertanian lahan kering di NTT. 

Sementara itu, pada bidang kemahasiswaan, Faperta akan memperkuat program sertifikasi, magang industri, hingga kompetisi startup agro guna melahirkan lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja.

Transformasi ini turut diperkuat oleh digitalisasi sebagai tulang punggung tata kelola. Dalam empat tahun ke depan, Faperta menargetkan 80 persen layanan akademik telah terdigitalisasi, diiringi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui kenaikan jabatan fungsional dosen dan dukungan studi lanjut doktoral bagi dosen muda.

Kisruh Internal Disorot, Linus Lusi Minta Pengurus Swastisari Hormati Suara Anggota

Melalui cetak biru tersebut, Faperta Undana juga menetapkan target capaian ambisius hingga 2030, di antaranya dua program studi berakreditasi internasional, dua berakreditasi unggul, lebih dari 80 publikasi Scopus dalam lima tahun, serta lebih dari 20 paten dan HKI. 

Selain itu, serapan lulusan cepat ditargetkan melampaui 40 persen, sebagai indikator kuat relevansi pendidikan dengan kebutuhan industri. Cetak biru ini tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga komitmen nyata untuk mendorong perubahan sistematis dan berkelanjutan. 

Di bawah kepemimpinan Dr. Tomycho Olviana, Faperta Undana diarahkan untuk menjadi institusi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdaya saing global, mandiri secara finansial, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian di Nusa Tenggara Timur dan dunia.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement