NTTSatu.ID- Wakil Gubernur Johni Asadoma menghadiri panen raya jagung yang dilaksanakan kelompok tani di Dusun IV Tulakaboak, Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Senin (30/3/2026).
Dalam sambutannya, Wagub Johni menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program nasional Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Panen ini bertujuan meningkatkan produksi, kesejahteraan petani, dan memperkuat posisi NTT dalam swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, fokus pada komoditas strategis seperti padi dan jagung serta pengembangan pangan lokal menjadi langkah untuk menekan ketergantungan impor dan memperkuat kedaulatan pangan.
“Dengan swasembada, kita tidak lagi tergantung pada negara lain. Ini bukti kolaborasi yang harus terus ditingkatkan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Wagub Johni juga menyoroti kondisi global yang tengah bergejolak, khususnya konflik di Timur Tengah yang berdampak pada sektor energi dan pangan.
Ia menyebutkan, langkah Iran menutup Selat Hormuz berdampak langsung pada terganggunya pasokan minyak dunia.
“Dampak konflik antara Amerika, Israel dan Iran telah mengakibatkan krisis energi global, karena Iran menutup Selat Hormuz, sehingga pasokan minyak tersendat dan harga minyak melonjak,” tegasnya.
Menurutnya, kenaikan harga minyak dunia akan memicu efek domino terhadap sektor lain, termasuk pangan.
“Kenaikan BBM membuat bahan baku dan biaya produksi meningkat. Ini berpengaruh pada harga pangan,” jelas Johni.
Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan energi, baik BBM maupun listrik, serta menjaga lingkungan dari kerusakan seperti penebangan hutan yang dapat memicu bencana.
Selain itu, Wagub Johni meminta Perum Bulog untuk menyerap hasil panen jagung petani dengan harga Rp6.500 per kilogram (kadar air 14 persen) guna menjaga stabilitas harga saat panen raya.
Sementara itu, Bupati Kupang Yosef Lede menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan kelompok tani yang berhasil melaksanakan panen raya sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan daerah.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menjalankan program pemerintah dengan baik. Ketahanan pangan itu sangat penting, apalagi di tengah situasi global saat ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wakil Gubernur yang dinilai memberikan motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas.
Perwakilan tokoh masyarakat, Wilhelmus Ngusi, turut mengapresiasi dukungan pemerintah, terutama terkait penurunan harga pupuk yang dinilai membantu petani meningkatkan hasil produksi.
Selain itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kupang yang telah menyediakan mesin pemipil jagung (corn sheller) sebagai solusi pascapanen untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Panen raya jagung di lahan seluas 150 hektare itu dihadiri Bupati Kupang Yosef Lede, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT dan Pemkab Kupang, instansi vertikal, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, penyuluh, serta para petani. (*)



Komentar