NTTSatu.ID — Dalam upaya mendorong pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di daerah, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses menggelar kegiatan pelatihan dan pendampingan bagi para guru di Kabupaten Sumba Tengah.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Undana untuk terlibat aktif menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat, yang diwujudkan melalui pendanaan PkM yang difokuskan pada satu lokasi mitra agar hasilnya nyata dan berdampak.
Kegiatan yang berlangsung di SMAN 1 Umbu Ratu Nggay Barat ini mengusung tema “Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pendekatan Collaborative Action Learning (CAL) di SMAN 1 Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah” dan diikuti oleh 35 guru dari sekolah setempat yang berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian acara.
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education), melalui penguatan kompetensi pedagogik guru.
Kegiatan PKM ini dimotori oleh tim yang terdiri atas lima dosen Program Studi Pendidikan Fisika Undana, yaitu Anton Suban Hali, S.Si., M.Si., Welhelmina Kameo, S.Pd., M.Pd., Anastasia M. K. Udak, S.Pd., M.Si.P., Nikodemus U. J. Hauwali, S.Si., M.Si., dan Harti Umbu Mala, S.Si., M.Si., serta melibatkan partisipasi aktif mahasiswa Novia Rambu Taba sebagai bentuk integrasi kegiatan pengabdian perguruan tinggi.
Selama kegiatan berlangsung, tim akademisi Undana memberikan pembekalan mengenai model-model pembelajaran aktif yang relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka, seperti Project-Based Learning (PjBL), Inquiry Learning, Problem-Based Learning, dan Cooperative Learning.
Para guru tidak hanya diperkenalkan pada konsep model-model tersebut, tetapi juga dibimbing bagaimana cara mengintegrasikannya ke dalam Modul Ajar maupun Rencana Pembelajaran Mendalam agar dapat langsung diterapkan di kelas.
Selain itu, tim akademisi Undana juga turut memberikan materi mengenai integrasi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran, guna membekali guru dalam memanfaatkan teknologi secara tepat untuk mendukung penyampaian materi yang lebih interaktif dan kontekstual.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Para guru aktif mengikuti setiap sesi, mengajukan berbagai pertanyaan, berdiskusi, serta berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran di kelas.
Dinamika diskusi yang hidup menunjukkan tingginya semangat para guru untuk terus mengembangkan kompetensi profesional sekaligus mencerminkan dampak positif dari kegiatan ini.
Selama proses pelatihan, peserta tampak lebih terbuka dalam bertukar gagasan dan menunjukkan pemahaman baru mengenai perancangan pembelajaran yang lebih aktif dan berpusat pada siswa.
Selain itu, banyak guru mengungkapkan bahwa mereka memperoleh wawasan serta perspektif baru yang belum pernah mereka dapatkan melalui kegiatan pengembangan profesional sebelumnya, sehingga memperkuat motivasi mereka untuk menerapkan praktik pembelajaran yang lebih inovatif di kelas.
Respons positif ini juga disampaikan langsung oleh Kepala SMAN 1 Umbu Ratu Nggay Barat, Cesilia Yosefina Rambu Day Kotten, S.Pd., yang menilai kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi guru di sekolahnya.
“Kami sangat antusias dan menyambut baik kegiatan ini. Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan guru saat ini, dan kami melihat sendiri semangat serta wawasan baru yang didapatkan para guru selama pelatihan. Harapan kami, kolaborasi bersama Universitas Nusa Cendana dapat terus terjalin secara berkelanjutan, karena hasil yang kami lihat sejauh ini sangat baik dan bermanfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di Sumba Tengah,” ujar Cesilia.
Agar dampak kegiatan tidak berhenti pada sesi pelatihan semata, Tim PkM Pendidikan Fisika Undana bersama pihak SMAN 1 Umbu Ratu Nggay Barat merancang sejumlah langkah keberlanjutan program.
Sekolah akan memperkuat komunitas belajar guru melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) internal sebagai wadah diskusi dan refleksi pembelajaran secara rutin dan mandiri.
Sebagai bahan rujukan, tim akademisi turut menampilkan contoh Modul Ajar dan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) berbasis model pembelajaran aktif yang telah mereka kembangkan, sekaligus membagikan soft file-nya kepada pihak sekolah agar dapat diakses oleh seluruh guru sebagai referensi dalam menyusun perangkat pembelajaran mereka sendiri
Selain itu, tim pengabdi akan menerapkan sistem peer coaching antarguru, di mana guru yang telah mahir menerapkan pembelajaran aktif diharapkan menjadi mentor bagi rekan sejawat lainnya.
Pada tahap selanjutnya, setiap guru akan menyusun satu Modul Ajar atau Rencana Pembelajaran Mendalam berbasis pembelajaran aktif secara mandiri dengan pendampingan dari tim pengabdi secara daring melalui diskusi dan konsultasi berkala, guna memastikan perangkat yang dihasilkan benar-benar aplikatif dan siap diterapkan di kelas.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah, hasil kegiatan ini rencananya akan dipublikasikan dalam artikel jurnal pengabdian masyarakat sebagai dokumentasi praktik baik yang dapat direplikasi oleh sekolah-sekolah lain di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, Tim PKM Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Nusa Cendana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Ke depan, Program Studi Pendidikan Fisika Undana berkomitmen untuk terus memperluas kemitraan dengan berbagai sekolah di Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui program-program pengabdian yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan, pengembangan kompetensi guru, dan penguatan ekosistem pembelajaran yang berkualitas.(*)



Komentar