NTTSatu.ID – Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Nusa Cendana (UNDANA), kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus meningkatkan mutu pendidikan sains di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam The 4th Year LuPIC Semi-Annual Meeting yang diselenggarakan pada 28–30 Juli 2026 di Universitas Negeri Manado (UNIMA), Sulawesi Utara.
Dalam kegiatan tersebut, Heru Christianto, S.Pd., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UNDANA, hadir sebagai perwakilan Universitas Nusa Cendana yang tergabung sebagai regional hub Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dalam Program Leading University Project for International Cooperation (LuPIC).
Program LuPIC merupakan kolaborasi internasional antara Kementerian Pendidikan Republik Korea (Ministry of Education of the Republic of Korea) melalui Sogang University, Korea Selatan, bersama sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
Program ini bertujuan memperkuat kapasitas pendidikan tinggi, mendorong inovasi pembelajaran, serta mengembangkan laboratorium pendidikan kimia yang modern dan berdaya saing global.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), beserta universitas regional hub masing-masing.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai agenda strategis, mulai dari peresmian Chemistry Fabrication Laboratory (Chemistry FabLab), diskusi pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), workshop EthnoSTEM, FabLab-Based Chemistry Education, Small Scale Chemistry (SSC), hingga rapat evaluasi pelaksanaan Program LuPIC Tahun Ke-4.
Heru Christianto mengatakan berbagai pengalaman, inovasi, dan praktik baik yang diperoleh selama kegiatan tidak akan berhenti sebagai hasil pelatihan semata, tetapi akan segera diterapkan di Universitas Nusa Cendana serta disebarluaskan kepada sekolah-sekolah di Kota Kupang.
“Melalui Program LuPIC, kami memperoleh banyak praktik baik dalam pengembangan pembelajaran kimia yang inovatif. Pengetahuan tersebut akan kami implementasikan untuk memperkuat pembelajaran di Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UNDANA sekaligus mendukung peningkatan kualitas pembelajaran praktikum di sekolah-sekolah Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UNDANA akan mengembangkan Chemistry FabLab sebagai ruang kolaboratif untuk menghasilkan media pembelajaran, alat praktikum sederhana, serta berbagai inovasi pembelajaran berbasis teknologi.
Laboratorium tersebut diharapkan menjadi pusat kreativitas bagi mahasiswa, dosen, maupun guru dalam menghasilkan solusi pembelajaran kimia yang kontekstual, inovatif, dan berkelanjutan.
Tidak hanya berfokus pada pengembangan laboratorium kampus, Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UNDANA juga akan menggelar Workshop STEM-Based Learning bagi guru-guru kimia SMA di Kota Kupang.
Melalui kegiatan ini, para guru akan diperkenalkan dengan pendekatan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang dipadukan dengan metode Small Scale Chemistry (SSC).
Metode SSC memungkinkan praktikum kimia dilakukan dalam skala kecil sehingga lebih aman, hemat penggunaan bahan kimia, ramah lingkungan, namun tetap mampu memberikan pengalaman praktikum yang berkualitas dan bermakna bagi peserta didik.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap sekolah, Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UNDANA juga akan mendonasikan enam paket Small Scale Chemistry (SSC) Kit kepada enam sekolah menengah atas di Kota Kupang.
Bantuan tersebut diharapkan mampu menjawab keterbatasan fasilitas laboratorium yang masih dihadapi sejumlah sekolah sehingga kegiatan praktikum kimia dapat dilaksanakan secara lebih efektif, aman, dan berkelanjutan.
Program ini menjadi bukti nyata komitmen FKIP UNDANA dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sains di Nusa Tenggara Timur melalui kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi dan sekolah.
Selain meningkatkan kompetensi guru, program tersebut juga diharapkan mampu memperluas akses peserta didik terhadap pembelajaran kimia yang lebih kontekstual, inovatif, berbasis praktik, dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Melalui keterlibatan aktif dalam Program LuPIC, Universitas Nusa Cendana semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring akademik internasional.
Berbagai inovasi yang diperoleh dari forum global tersebut akan diterjemahkan menjadi program-program nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan laboratorium pendidikan, peningkatan kapasitas guru, pengembangan media pembelajaran, hingga implementasi pembelajaran STEM di sekolah-sekolah Nusa Tenggara Timur.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen UNDANA dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang mampu menjawab tantangan masa depan.(*)



Komentar