NTTSatu.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat yang tangguh melalui pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Kali ini, Tim Dosen Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Undana melaksanakan kegiatan bertajuk “Pengembangan Desa Tangguh Bencana melalui Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa Aimere Timur, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.”
Program ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana sekaligus memperkuat budaya sadar bencana di tingkat desa. Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat Desa Aimere Timur dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, kader kesehatan, hingga berbagai unsur masyarakat lainnya.
Melalui kegiatan ini, peserta mengikuti serangkaian penyuluhan, diskusi interaktif, dan pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mitigasi bencana, pengurangan risiko bencana, serta langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
Anggota Tim PkM, Aleksius Madu, M.Pd, menjelaskan bahwa Desa Aimere Timur memiliki sejumlah potensi risiko bencana yang memerlukan kesiapsiagaan masyarakat secara menyeluruh. Karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi langkah strategis dalam mengurangi risiko maupun dampak bencana yang mungkin terjadi.
Menurutnya, masyarakat harus memiliki kemampuan mengenali ancaman di lingkungan sekitar, memahami tindakan pencegahan, hingga mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat ketika terjadi keadaan darurat.
“Masyarakat merupakan garda terdepan dalam penanggulangan bencana. Ketika kapasitas masyarakat meningkat, maka risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan. Inilah yang menjadi tujuan utama kegiatan pengabdian ini,” ujar Aleksius.
Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh berbagai materi penting, mulai dari konsep dasar pengurangan risiko bencana, identifikasi ancaman yang berpotensi terjadi di lingkungan desa, penyusunan rencana kesiapsiagaan keluarga, sistem peringatan dini, penentuan jalur evakuasi, hingga pentingnya koordinasi antara masyarakat dengan pemerintah desa dalam menghadapi kondisi darurat.
Tidak hanya menerima materi secara teoritis, masyarakat juga diajak berdiskusi mengenai kondisi nyata yang dihadapi Desa Aimere Timur. Berbagai pengalaman masyarakat ketika menghadapi bencana dijadikan bahan pembelajaran bersama untuk menyusun strategi mitigasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah desa.
Suasana diskusi berlangsung aktif dan partisipatif. Warga menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai prosedur evakuasi, mekanisme pembagian peran saat terjadi bencana, hingga langkah-langkah perlindungan terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
Melalui diskusi tersebut, masyarakat memperoleh berbagai solusi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan sejak dini.
Kepala Desa Aimere Timur, Cornelius Aemilius Longa memberikan apresiasi kepada Tim PkM Pendidikan Matematika FKIP Undana atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, peningkatan kapasitas masyarakat merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan desa yang aman dan mampu menghadapi berbagai ancaman bencana.
“Kegiatan ini memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut sehingga Desa Aimere Timur benar-benar menjadi desa yang tangguh terhadap bencana,” ungkapnya.
Tim PkM berharap hasil kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah desa melalui pembentukan Kelompok Siaga Bencana, penyusunan rencana kontinjensi desa, penguatan sistem peringatan dini, serta pelaksanaan simulasi kebencanaan secara berkala yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi bukti nyata peran Universitas Nusa Cendana dalam mendukung pengurangan risiko bencana di Nusa Tenggara Timur melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan desa yang lebih tangguh, aman, inklusif, dan berkelanjutan.(*)



Komentar