NTTSatu.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Melalui Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknik (FST), Undana melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berdampak Tahun 2026 dengan menggelar pelatihan pembuatan dan pengemasan minyak kemiri bagi masyarakat Desa Maderi, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah.
Kegiatan yang diikuti 35 orang ibu-ibu tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil pertanian lokal menjadi produk bernilai tambah, sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mendorong tumbuhnya usaha mikro berbasis potensi desa.
Tim PKM dipimpin oleh Prof. Dr. Febri Odel Nitbani, S.Si., M.Si., dengan anggota Dr. Pius Dore Ola, S.Si., M.Si., Ph.D., Hermania Wogo, S.Si., M.Si., serta didukung oleh dua mahasiswa Program Studi Kimia FST Undana.
Ketua Tim PKM, Prof. Dr. Febri Odel Nitbani, S.Si., M.Si., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nusa Cendana, mengatakan bahwa Desa Maderi memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, terutama komoditas kemiri yang selama ini menjadi salah satu hasil perkebunan unggulan masyarakat.
Menurutnya, potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan manfaat ekonomi yang optimal karena sebagian besar hasil panen masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.
“Desa Maderi memiliki kekayaan sumber daya alam berupa tanaman kemiri yang melimpah. Potensi ini perlu didorong melalui hilirisasi produk agar masyarakat memperoleh nilai ekonomi yang lebih tinggi dari hasil panennya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini kemiri gelondongan atau kemiri yang masih berkulit hanya dihargai sekitar Rp5.000 per kilogram, sedangkan kemiri yang telah dikupas mencapai sekitar Rp30.000 per kilogram. Perbedaan harga yang cukup signifikan tersebut menunjukkan besarnya peluang peningkatan nilai tambah apabila komoditas kemiri diolah lebih lanjut menjadi produk siap pakai, seperti minyak kemiri.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan mengenai proses produksi minyak kemiri, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan yang baik, hingga cara pengemasan produk agar lebih higienis, menarik, dan memiliki daya saing di pasar.
Selain praktik pembuatan minyak kemiri, masyarakat juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya kualitas produk, standar kebersihan, serta kemasan yang mampu meningkatkan daya tarik konsumen. Bekal tersebut diharapkan menjadi modal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha rumah tangga yang berkelanjutan.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Sekretaris Desa Maderi, Alpianus Malo, S.Sos., Desa Maderi merupakan penghasil kemiri terbesar di Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat. Potensi tersebut menjadi alasan utama dipilihnya desa tersebut sebagai lokasi pelaksanaan program pengabdian.
Menurut Alpianus, keberadaan tanaman kemiri telah menjadi sumber penghasilan masyarakat selama bertahun-tahun. Namun, selama ini hasil panen lebih banyak dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga keuntungan yang diperoleh petani masih relatif rendah.
Melalui pendampingan dari Tim PKM Undana, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan produk olahan berbasis kemiri yang memiliki nilai jual lebih tinggi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi kelompok perempuan di desa.
Program ini juga menjadi bagian dari implementasi PKM Berdampak Universitas Nusa Cendana yang tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Desa Maderi, Universitas Nusa Cendana berharap masyarakat mampu membangun industri rumah tangga minyak kemiri yang berkualitas, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi dalam menghubungkan hasil riset dan keilmuan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga potensi lokal dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi desa yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumba Tengah.(*)



Komentar