NTTSatu.ID – Semangat membangun kejayaan olahraga Nusa Tenggara Timur kembali digaungkan melalui penyelenggaraan Open Tournament Tinju dan Futsal Rektor UPG 1945 NTT Cup III Tahun 2026.
Kejuaraan yang mempertemukan ratusan atlet dari berbagai daerah di Indonesia hingga Timor Leste itu secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, di GOR Flobamora Kupang, Kamis (4/6/2026).
Dalam sambutannya, Johni Asadoma menegaskan bahwa turnamen tersebut bukan hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga wadah penting bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, memperkaya pengalaman bertanding, dan meningkatkan mental kompetitif menuju level yang lebih tinggi.
Menurutnya, pengalaman bertanding atau jam terbang menjadi faktor utama dalam membentuk atlet berprestasi. Karena itu, kejuaraan seperti Rektor Cup memiliki peran strategis dalam proses pembinaan atlet, khususnya bagi generasi muda NTT.
“Yang kita sudah nanti di tempat inilah tempatnya semua keterampilan ditampilkan. Karena tanpa pengalaman, tanpa jam terbang yang tinggi kita tidak bisa meraih prestasi terbaik kita,” kata Johni.
Ia menjelaskan, turnamen tahun ini diikuti petinju dari berbagai daerah, termasuk Jawa Barat, Papua Barat, serta kontingen dari Timor Leste. Kehadiran peserta lintas daerah dan negara menjadi bukti bahwa kompetisi tersebut semakin mendapat kepercayaan sebagai ajang pengembangan prestasi olahraga.
Bagi atlet dari Indonesia, turnamen ini menjadi sarana pemanasan dan evaluasi menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan datang. Sementara bagi atlet Timor Leste, kompetisi ini menjadi bagian dari persiapan menuju SEA Games.
Johni yang juga merupakan mantan petinju nasional dan pernah tampil pada ajang Olimpiade menilai bahwa cabang olahraga tinju masih menjadi salah satu kekuatan utama NTT dalam meraih prestasi di tingkat nasional.
“Salah satu kekuatan olahraga NTT adalah tinju dan cabang olahraga beladiri lainnya yang kita andalkan untuk meraih medali pada PON. Karena itu kejuaraan ini menjadi ajang uji coba, menjadi ajang untuk mencari pengalaman menghadapi PON yang akan datang di mana kita akan menjadi tuan rumah,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Johni turut membagikan kisah perjuangannya ketika berhasil meraih medali SEA Games tahun 1983 di Singapura pada usia 17 tahun. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui kerja keras, disiplin, dan latihan yang konsisten.
“Kenapa saya bisa meraih prestasi? Karena saya berlatih tidak mengenal waktu. Kalau teman-teman latihan seminggu tiga kali, saya satu hari empat kali lima kali,” ungkapnya.
Ia pun mengingatkan para atlet agar tidak mudah menyerah ketika mengalami kekalahan.
“Setiap kemenangan hanya diraih oleh mereka yang rajin berlatih. Kalau sekarang kalah, jadikan ini pengalaman untuk berlatih lebih baik lagi,” pesannya.
Sementara itu, Rektor UPG 1945 NTT, Ully Riwu Kaho, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh atlet, pelatih, wasit, hakim pertandingan, serta para tamu undangan yang hadir.
Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, memperkuat persatuan, sekaligus melahirkan atlet-atlet yang mampu membawa nama daerah dan bangsa ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi olahraga. Lebih dari itu, ini adalah upaya bersama untuk membangun karakter generasi muda, memperkuat mental juang, dan membentuk atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa,” tegasnya.
Ia berharap kejuaraan tersebut dapat menjadi ruang bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung.
Ketua Panitia, Petrisia A. Waluwandja, dalam laporannya menyampaikan bahwa Rektor Cup III tahun 2026 mempertandingkan dua cabang olahraga, yakni tinju dan futsal.
Turnamen tinju berlangsung pada 4–10 Juni 2026 di GOR Oepoi Kupang dengan jumlah peserta mencapai 264 atlet dari 28 tim. Dari jumlah tersebut, terdapat 46 petinju putri dan 218 petinju putra yang berasal dari berbagai sasana, universitas, Pengkab/Pengkot, PPLD, SKO se-NTT, serta delapan tim dari Timor Leste.
Adapun kategori yang dipertandingkan meliputi:
Junior Girls: 13 petinju
Junior Boys: 49 petinju
Youth Girls: 16 petinju
Youth Boys: 53 petinju
Elite Women: 17 petinju
Elite Men: 116 petinju
Untuk menjaga kualitas pertandingan, panitia menghadirkan wasit dan hakim berlisensi dari Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Jawa Barat, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, serta Timor Leste.
Selain tinju, cabang olahraga futsal antar perguruan tinggi juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Kompetisi yang telah dimulai sejak 2 Juni 2026 tersebut diikuti oleh 24 tim dari 10 perguruan tinggi se-Kota Kupang.
Petrisia menegaskan bahwa penyelenggaraan Rektor Cup III merupakan bagian dari komitmen UPG 1945 NTT dalam mendukung pembinaan olahraga daerah dan mencetak atlet-atlet potensial masa depan.
“Rektor Cup III diselenggarakan sebagai wadah pembinaan atlet muda, menumbuhkan sportivitas, menjalin persahabatan, menjaring atlet potensial, dan mendukung program pembinaan olahraga di NTT,” ujarnya.
Mengusung tema “Ayo Bangun Nusa Tenggara Timur” dan “Ayo Bangun Kejayaan Olahraga Tinju di Nusa Tenggara Timur”, Rektor UPG 1945 NTT Cup III diharapkan menjadi momentum penting dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama NTT di ajang nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat posisi NTT sebagai salah satu lumbung atlet tinju terbaik di Indonesia.(*)



Komentar