GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Inspirasi Pendidikan
Beranda » Berita » Seminar dan KKR di TTS, IAKN Kupang Ajak Keluarga Bangun Rumah Tangga Berlandaskan Kristus

Seminar dan KKR di TTS, IAKN Kupang Ajak Keluarga Bangun Rumah Tangga Berlandaskan Kristus

Ket: Kegiatan Seminar dan KKR para Akademisi IAKN Kupang di GPdI Nazaret Hausunaf, Bena, Kabupaten Timor Tengah Selatan. (Dok: Ist)

NTTSatu.ID – Upaya memperkuat ketahanan keluarga melalui nilai-nilai kekristenan menjadi fokus utama dalam Seminar dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bertema “Membangun Keluarga yang Bahagia dan Sejahtera” dengan subtema “Keluarga yang Harmonis” yang digelar di GPdI Nazaret Hausunaf, Bena, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Jumat (24/7/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi dari Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang serta para pelayan Tuhan dari Komisi Daerah GPdI Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Seminar ini menjadi wadah pembinaan rohani sekaligus edukasi bagi jemaat dan masyarakat untuk membangun keluarga yang kokoh di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.

Pada sesi pertama, tiga narasumber dari IAKN Kupang menyampaikan materi dari berbagai perspektif. Dr. Ezra Tari, M.Th. mengawali seminar dengan menegaskan bahwa keluarga yang bahagia dan sejahtera harus dibangun di atas fondasi Kristus.

Menurutnya, keluarga Kristen tidak cukup hanya mengejar kesejahteraan secara ekonomi, tetapi harus hidup dalam nilai-nilai Kerajaan Allah. 

Bantah Berbagai Isu, Undana Paparkan Fakta Status Akademik Sri Sulastri Hamza

Ketika Kristus menjadi pusat kehidupan keluarga, setiap anggota keluarga akan mampu membangun kasih, pengampunan, dan tanggung jawab yang membawa damai sejahtera.

Sementara itu, Dr. Oscard L. Tobing, M.Th. mengangkat materi mengenai keluarga yang harmonis. 

Ia menjelaskan bahwa keharmonisan lahir dari hubungan yang dilandasi keterbukaan, saling menghargai, dan komunikasi yang sehat antara suami, istri, dan anak-anak.

“Keluarga yang harmonis bukan berarti tanpa persoalan, tetapi keluarga yang mampu menyelesaikan setiap persoalan melalui komunikasi yang terbuka, saling mendengarkan, dan kasih yang tulus,” ungkapnya.

Materi berikutnya disampaikan oleh Pdt. Dr. Robi A. Kause, yang menyoroti pentingnya menjaga keintiman dan kesetiaan dalam hubungan suami istri. 

Undana Hadirkan Transformasi Literasi Digital di Sumba Tengah, Siswa SMP Parewatana Kini Belajar Lewat Buku Elektronik

Ia mengingatkan bahwa perselingkuhan menjadi salah satu ancaman terbesar bagi keutuhan rumah tangga.

Menurutnya, hubungan suami istri harus dibangun dengan komitmen yang kuat, saling percaya, dan saling menjaga sehingga tidak memberi ruang bagi hadirnya pihak ketiga yang dapat merusak keharmonisan keluarga.

Dalam seluruh rangkaian seminar, para pembicara sepakat bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga berawal dari relasi yang sehat antara suami, istri, dan anak-anak, yang diwujudkan melalui komunikasi yang terbuka, kasih, kesetiaan, serta kehidupan yang berpusat kepada Kristus.

Setelah seminar, kegiatan dilanjutkan dengan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dipimpin oleh pelayan Tuhan dari Komisi Daerah GPdI NTT. 

Suasana ibadah berlangsung penuh sukacita dan menjadi momentum bagi jemaat untuk memperbarui komitmen dalam membangun keluarga yang berkenan kepada Tuhan.

Dari 126 ke 39, Undana Tembus 40 Besar Nasional Versi Webometrics Juli 2026

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang kehidupan keluarga yang sehat, tetapi juga terdorong untuk menerapkan nilai-nilai kasih, komunikasi yang baik, kesetiaan, dan kehidupan yang berlandaskan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut diyakini menjadi fondasi penting untuk melahirkan keluarga yang harmonis, bahagia, dan sejahtera di tengah masyarakat.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement