GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Pendidikan
Beranda » Berita » Dokter Muda FKKH Undana Edukasi Ratusan Warga Sumba Tengah Lewat PKM Berdampak 2026

Dokter Muda FKKH Undana Edukasi Ratusan Warga Sumba Tengah Lewat PKM Berdampak 2026

Ket: Kolase Foto Kegiatan PKM Dokter Muda FKKH Undana di Desa Pondok, Kabupaten Sumba Tengah. (NTTSatu)

NTTSatu.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat. 

Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Undana Berdampak Tahun 2026, dosen bersama 11 dokter muda Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana turun langsung ke Desa Pondok, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, Minggu (26/7/2026), untuk memberikan edukasi kesehatan sekaligus pelayanan sosial kepada masyarakat. 

Kegiatan ini sejalan dengan arah kebijakan PKM Undana Berdampak yang mengintegrasikan riset, pengabdian, dan kolaborasi lintas disiplin guna menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Bertempat di Gereja Kristen Sumba (GKS) Lokupaku, kegiatan tersebut diikuti lebih dari 100 jemaat yang terdiri atas anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. 

Pengabdian ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-64 Universitas Nusa Cendana dan Dies Natalis ke-5 Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana.

Bantah Berbagai Isu, Undana Paparkan Fakta Status Akademik Sri Sulastri Hamza

Mengusung tema “Pengabdian Undana Berdampak untuk Sumba Tengah: Mewujudkan World Class–Locally Relevant University melalui Kolaborasi Menuju Pembangunan Berdampak dan Berkelanjutan,” kegiatan ini menjadi cerminan komitmen Undana untuk membangun masyarakat melalui implementasi tridarma perguruan tinggi yang relevan dengan kebutuhan daerah.

Program PKM Undana Berdampak Tahun 2026 merupakan implementasi nyata tridarma perguruan tinggi yang berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan masyarakat melalui inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan. 

Sebanyak 48 proposal pengabdian dilaksanakan dengan melibatkan dosen, mahasiswa, dan berbagai unsur sivitas akademika Undana untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pelaksanaan program dipusatkan di Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat dan tersebar di 14 desa, yaitu Desa Wairasa, Anajiaka, Anapalu, Daha Elu, Dewa Tana, Maderi, Pondok, Praimadeta, Umbu Jodu, Kawolu, Umbu Langang, Umbu Mamijuk, Umbu Pabal, dan Umbu Pabal Selatan. 

Kehadiran puluhan tim pengabdian tersebut mempertegas semangat kolaborasi antara Undana, Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah, dan masyarakat dalam membangun daerah secara berkelanjutan.

Undana Hadirkan Transformasi Literasi Digital di Sumba Tengah, Siswa SMP Parewatana Kini Belajar Lewat Buku Elektronik

Di Desa Pondok, tim dosen dan dokter muda FKKH Undana memberikan penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta kesehatan reproduksi. 

Edukasi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh lapisan masyarakat.

Tidak hanya memberikan penyuluhan, tim pengabdian juga membagikan berbagai bantuan sosial berupa buku bacaan, mainan anak, pakaian, serta barang-barang layak pakai sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Desa Pondok.

Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi., menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan calon tenaga kesehatan.

“Pengabdian kepada masyarakat menjadi ruang bagi dosen dan dokter muda untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus membangun kepekaan sosial terhadap berbagai persoalan kesehatan di masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat memperoleh manfaat nyata, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai perilaku hidup bersih dan sehat serta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi,” ujarnya.

Dari 126 ke 39, Undana Tembus 40 Besar Nasional Versi Webometrics Juli 2026

Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., bersama Prof. Dr. Febri Odel Nitbani, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa PKM Undana Berdampak menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Kegiatan PKM Undana Berdampak ini menunjukkan antusiasme seluruh sivitas akademika Undana untuk hadir dan berkolaborasi bersama masyarakat Sumba Tengah. Melalui kerja sama yang harmonis dan sinergis, pengabdian yang dilakukan diharapkan mampu memberikan dampak positif serta mendukung pembangunan masyarakat secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Dekan FKKH Undana Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi., Amanda Johannis, S.KM., M.P.H., Pendeta GKS Lokupaku Pdt. Oktavianus Reku Gana Hedung, S.Th., beserta majelis jemaat.

Dalam kesempatan itu, Pdt. Oktavianus Reku Gana Hedung menyampaikan apresiasi atas kepedulian Undana yang telah menghadirkan edukasi kesehatan sekaligus bantuan sosial bagi masyarakat Desa Pondok.

“Kami menyambut baik kehadiran Undana di tengah jemaat GKS Lokupaku. Kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat karena selain memperoleh pengetahuan tentang kesehatan, warga juga merasakan perhatian dan kepedulian dari perguruan tinggi. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut,” katanya.

Desa Pondok merupakan salah satu wilayah yang masih menghadapi tantangan dalam akses terhadap informasi dan layanan kesehatan karena letaknya yang relatif jauh dari pusat pelayanan kesehatan. 

Melalui kegiatan ini, dosen dan dokter muda FKKH Undana berupaya mendekatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat sekaligus memperkuat implementasi kedokteran komunitas sebagai bagian dari kontribusi Undana dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Melalui semangat “World Class–Locally Relevant University”, Undana terus menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga mitra strategis masyarakat dalam menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan daerah. 

PKM Undana Berdampak Tahun 2026 di Sumba Tengah menjadi bukti bahwa kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat mampu melahirkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement