NTTSatu.ID – Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri Kupang (IAKN) Kupang terus memperluas jaringan kemitraan dengan berbagai lembaga gerejawi dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan gereja.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi program akademik sekaligus penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) bersama Sinode Gereja Masehi Musafir Indonesia (GMMI), yang berlangsung di Nunbaun Sabu, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana IAKN Kupang, Dr. Ezra Tari, didampingi Wakil Direktur Pascasarjana, Dr. Oskard L. Tobing. Kehadiran rombongan Pascasarjana IAKN Kupang disambut hangat oleh pimpinan dan jajaran Sinode GMMI.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Pascasarjana IAKN Kupang dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pascasarjana IAKN Kupang sendiri memiliki program studi Magister Pendidikan Agama Kristen serta Doktor Teologi yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan inovatif.
Dr. Ezra Tari menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk hadir dan melayani masyarakat, termasuk gereja-gereja sebagai mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami hadir untuk memperkenalkan program-program Pascasarjana IAKN Kupang, baik pada jenjang magister maupun doktor, sehingga para pelayan gereja dan masyarakat memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas akademik dan kompetensinya,” ujarnya.
Menurut Ezra, pendidikan teologi yang berkualitas menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks. Karena itu, kerja sama dengan gereja-gereja dinilai strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, pelayanan, penelitian, dan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat.
Sementara itu, pimpinan Sinode GMMI, Pdt. Gatsper Anderius Hawu Lado, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pascasarjana IAKN Kupang dalam membangun kemitraan dengan gereja.
Ia menilai kerja sama tersebut sangat relevan dengan kebutuhan gereja saat ini, terutama dalam mempersiapkan para pendeta, pelayan gereja, dan jemaat agar mampu menghadapi berbagai tantangan pelayanan di era modern.
“Kami menyambut baik kerja sama ini. Gereja membutuhkan sumber daya manusia yang terus belajar dan berkembang agar mampu menjawab berbagai persoalan teologi maupun persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Karena itu kami akan mendorong para pendeta dan jemaat untuk memanfaatkan kesempatan pendidikan yang tersedia,” katanya.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya penting bagi para pendeta, tetapi juga bagi jemaat yang ingin memperdalam pemahaman teologi maupun meningkatkan kapasitas diri dalam berbagai bidang kehidupan.
Penandatanganan MoA tersebut diharapkan menjadi landasan bagi berbagai program kolaboratif antara Pascasarjana IAKN Kupang dan Sinode GMMI, mulai dari pengembangan pendidikan, penelitian bersama, seminar, pelatihan, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kerja sama ini, kedua lembaga berkomitmen untuk memperkuat sinergi dalam mencetak pemimpin gereja dan masyarakat yang berintegritas, berwawasan luas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan gereja dan bangsa di tengah perubahan zaman.(*)



Komentar