NTTSatu.ID — Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menorehkan prestasi penting dalam upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang energi dan kebumian.
Tahun ini, Undana secara resmi mengirimkan seorang dosen pertambangan, Adept Titu Eki, S.T., M.Sc, untuk mengikuti short course geothermal selama lima minggu di University of Auckland, New Zealand.
Dekan Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., mengungkapkan bahwa pengiriman dosen ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Undana dan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM RI.
MoU tersebut kemudian diperkuat melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FST Undana dan Direktorat Panas Bumi EBTKE yang ditandatangani oleh Prof. Philiphi bersama Direktur Panas Bumi EBTKE, Gigih Udi Atmo, S.T., M.EPM., Ph.D.
Menurut Prof. Philiphi, salah satu poin penting dalam PKS tersebut adalah dukungan strategis terhadap pengembangan SDM FST Undana dalam rangka pembukaan Program Studi Teknik Geologi, yang saat ini tengah dipersiapkan berada di bawah Fakultas Sains dan Teknik.
Ia menjelaskan bahwa sejak November 2025, Kementerian ESDM telah mengirimkan 20 dosen dari berbagai universitas di Indonesia untuk mengikuti short course di Jakarta dan Bandung.
Program tersebut kemudian berlanjut pada tahun ini dengan pengiriman peserta ke luar negeri, bekerja sama dengan Kementerian ESDM, Kedutaan Besar New Zealand, serta University of Auckland.
“Kegiatan short course geothermal ini berlangsung selama lima minggu. Kami di FST sangat berharap Pak Adept dapat mendorong percepatan pembukaan Program Studi Teknik Geologi serta pengembangan potensi geothermal di NTT,” ujar Prof. Philiphi via telepon WhatsApp, Jumat 10 April 2026.
Koordinator Program Studi Teknik Pertambangan FST Undana, Noni Banunaek, S.T., M.T., menambahkan bahwa Undana menjadi satu-satunya universitas di Indonesia yang mendapatkan kesempatan mengirimkan perwakilan dalam pelatihan internasional tersebut.
Ia menjelaskan bahwa tahun sebelumnya FST telah mengikuti kursus geothermal di Jakarta dan Bandung, sementara tahun ini langkah tersebut ditingkatkan ke level global.
“Dari seluruh universitas, hanya Undana yang terpilih mengirimkan dosen untuk program lima minggu di New Zealand. Semua fasilitas selama kegiatan ditanggung oleh Direktorat Panas Bumi. Ini bentuk kepercayaan sekaligus peluang besar bagi Undana,” katanya.
Sementara itu, Adept Titu Eki, S.T., M.Sc., yang terpilih mengikuti program ini, memiliki rekam jejak akademik yang kuat.
Ia menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Pertambangan di Undana dan melanjutkan studi S2 di Royal Holloway University of London dengan fokus pada Petroleum Geoscience.
Dengan pengalaman mengajar selama tujuh hingga delapan tahun di Undana, Adept menilai kesempatan ini sebagai langkah penting untuk mendukung pengembangan ilmu kebumian di NTT.
Ia menjelaskan bahwa keberangkatannya merupakan hasil rekomendasi Undana, kemudian diseleksi oleh Kementerian ESDM dan difinalisasi oleh pihak pemberi beasiswa di New Zealand.
Menurutnya, geothermal adalah bidang yang berkembang pesat di Indonesia dan memiliki potensi besar di NTT, khususnya di Pulau Flores yang dikenal sebagai salah satu pusat panas bumi terbesar di tanah air.
“Salah satu tujuan utama mengikuti short course ini adalah memperkuat rencana pembukaan Program Studi Teknik Geologi di FST Undana. Kami ingin membawa pulang keahlian baru yang bisa diterapkan untuk pembangunan daerah, terutama dalam pemanfaatan potensi geothermal dan ilmu kebumian lainnya,” ujar Adept.(*)


Komentar