NTTSatu.ID- Bank NTT kini memasuki fase akhir persiapan untuk kembali menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) setelah hampir tujuh tahun tidak lagi menjalankan program pembiayaan bersubsidi pemerintah tersebut.
Saat ini, proses yang tersisa hanya integrasi sistem pelaporan dengan Kementerian Keuangan sebagai syarat akhir sebelum penyaluran dapat dimulai kembali.
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengatakan seluruh kesiapan internal perseroan telah rampung, baik dari sisi operasional maupun teknis.
Tahap terakhir yang sedang diselesaikan adalah sinkronisasi sistem secara daring dengan pemerintah pusat, khususnya terkait mekanisme pelaporan dan subsidi bunga KUR.
“Seluruh persiapan dari Bank NTT sudah selesai. Sekarang tinggal tahap integrasi sistem pelaporan dengan Kementerian Keuangan karena setiap penyaluran KUR berkaitan langsung dengan subsidi bunga dari pemerintah,” kata Charlie di Kupang, beberapa waktu lalu.
Charlie menjelaskan, kembalinya Bank NTT sebagai penyalur KUR menjadi momentum penting dalam memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Timur.
Selama beberapa tahun terakhir, pelaku UMKM di daerah tersebut lebih banyak mengandalkan bank-bank nasional untuk memperoleh fasilitas KUR.Ia mengakui, proses reaktivasi penyaluran KUR membutuhkan waktu lebih panjang karena Bank NTT terakhir kali menyalurkan program tersebut pada 2019.
Vakumnya aktivitas KUR membuat sejumlah prosedur administratif, kesiapan sistem, serta ketentuan regulator harus dipenuhi kembali dari awal.“Karena sudah cukup lama tidak menjalankan KUR, maka banyak tahapan yang harus dipenuhi kembali pada 2026 ini,” ujarnya.
Dengan hampir rampungnya seluruh tahapan tersebut, Bank NTT optimistis penyaluran KUR dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat.
Kehadiran kembali skema pembiayaan ini diharapkan mampu memperluas akses modal produktif bagi pelaku UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di Nusa Tenggara Timur. (*)



Komentar