NTTSatu.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Nusa Cendana (Undana). Arwin Anin sukses mengharumkan nama almamater setelah meraih Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh FKIP Undana.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Undana mampu bersaing di tingkat nasional melalui karya ilmiah yang inovatif dan solutif terhadap berbagai persoalan di dunia pendidikan.
Pada kompetisi bergengsi tersebut, Arwin tampil dengan karya ilmiah berjudul “Tinjauan Sistematis Early Warning System Berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai Dasar Pencegahan Dropout dan Meningkatkan Retensi Mahasiswa Pendidikan Sejarah.” Penelitian tersebut menawarkan gagasan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai sistem peringatan dini untuk mengidentifikasi mahasiswa yang berpotensi mengalami putus studi (dropout), sehingga perguruan tinggi dapat melakukan langkah-langkah pencegahan secara lebih cepat dan tepat.
Perjalanan menuju gelar juara tidak diraih dengan mudah. Seluruh peserta harus melewati proses seleksi yang ketat, mulai dari tahap pendaftaran, pengumpulan karya ilmiah, penilaian administrasi dan substansi oleh dewan juri, hingga presentasi pada babak final di hadapan para akademisi dan pakar.
Meski baru pertama kali mengikuti kompetisi karya tulis ilmiah di tingkat nasional, Arwin mampu menunjukkan kemampuan akademik yang luar biasa. Ia berhasil mempresentasikan hasil penelitiannya secara sistematis, sekaligus mempertahankan argumentasi ilmiahnya saat menghadapi berbagai pertanyaan kritis dari dewan juri.
Dosen pembimbing Arwin, Nino M. Mailani, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, kemenangan ini merupakan anugerah Tuhan sekaligus hasil kerja keras, ketekunan, dan komitmen mahasiswa dalam mengembangkan budaya riset.
“Saya mengucapkan syukur kepada Tuhan atas hikmat yang diberikan sehingga saya dapat membimbing Arwin Anin dalam menyelesaikan karya ilmiah ini hingga berhasil meraih Juara I tingkat nasional. Dari awal saya sudah yakin bahwa karya yang disusun Arwin memiliki nilai kebaruan dan sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini,” ungkap Nino.
Ia mengaku, pada awalnya Arwin sempat merasa pesimistis dan tidak yakin mampu lolos hingga babak final karena baru pertama kali tampil di kompetisi tingkat nasional. Namun, sebagai pembimbing, dirinya tetap optimistis karena melihat kualitas karya ilmiah yang dihasilkan.
“Selama proses seleksi kami mengikuti setiap tahapan dengan serius, mulai dari penyusunan karya, proses penilaian, hingga presentasi final. Pada babak final, Arwin mampu mempertahankan seluruh argumentasi ilmiahnya dengan sangat baik. Ia berhasil menjawab setiap pertanyaan dewan juri secara ilmiah, kritis, dan meyakinkan hingga akhirnya dinobatkan sebagai Juara I mewakili Universitas Nusa Cendana,” katanya.
Sebelum Arwin tampil di hadapan dewan juri, Nino memberikan pesan singkat yang menjadi penyemangat.
“Se Deus Pro Nobis Quis Contra Nos,” yang berarti “Jika Tuhan beserta kita, siapakah yang dapat melawan kita.”
Kalimat tersebut menjadi motivasi bagi Arwin untuk tampil percaya diri dan memberikan presentasi terbaiknya.
Nino juga memberikan apresiasi kepada FKIP Undana yang telah menyelenggarakan lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional tersebut. Menurutnya, kompetisi seperti ini sangat penting sebagai wadah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kemampuan meneliti, serta budaya menulis ilmiah di kalangan mahasiswa.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Lomba seperti ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan akademik, melahirkan ide-ide inovatif, sekaligus meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berpesan kepada Arwin agar tidak cepat berpuas diri atas prestasi yang telah diraih.
“Prestasi ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih besar. Teruslah belajar, meneliti, berinovasi, dan mengikuti berbagai kompetisi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional. Saya percaya Arwin mampu meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” pesannya.
Keberhasilan Arwin Anin menjadi Juara I LKTI Tingkat Nasional tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Program Studi Pendidikan Sejarah, tetapi juga bagi FKIP dan Universitas Nusa Cendana secara keseluruhan. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, mengembangkan penelitian yang inovatif, serta membawa nama baik Undana di berbagai ajang akademik.
Dengan kemenangan tersebut, Arwin membuktikan bahwa semangat belajar, kerja keras, inovasi, dan keyakinan kepada Tuhan merupakan fondasi utama dalam meraih prestasi di tingkat nasional.(*)



Komentar