NTTSatu.ID – Program Studi Doktor Teologi Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di wilayah Alor Barat Daya dengan mengusung tema “Gereja Menjadi Sahabat Ciptaan: Penguatan Spiritualitas dan Tanggung Jawab Ekologis Pelayan di GKII Wilayah Alor Barat Daya.”
Kegiatan yang dipusatkan di Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) “Sion” Felakanai, Alor, pada 28 Mei 2026, ini menjadi wadah pembelajaran bersama bagi para pelayan gereja untuk memperdalam pemahaman tentang relasi antara iman Kristen, spiritualitas, dan tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan oleh tim Program Studi Doktor Teologi yang terdiri dari Dr. Oscard L. Tobing, Dr. Simon Kasse, Dr. Yakobus Adi Saingo, Elimelek Palei Ata, dan Abia Silla.
Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk melihat isu lingkungan bukan hanya sebagai persoalan sosial, tetapi juga sebagai bagian dari panggilan iman dan tanggung jawab gereja dalam merawat ciptaan Tuhan.
Peserta kegiatan berasal dari lima jemaat GKII yang berada di wilayah Alor Barat Daya, yakni Jemaat “Sion” Felakanai, “Ebenhaezer” Kolalou, “Siloam” Pailelang, “ElShaddai” Habeleng, dan “Pniel” Habeleng.
Kehadiran para pelayan dan anggota jemaat dari berbagai wilayah tersebut menciptakan ruang dialog yang kaya mengenai tantangan ekologis yang dihadapi masyarakat serta peran gereja dalam memberikan solusi yang berkelanjutan.
Selama pelaksanaan kegiatan, seminar dibagi ke dalam empat sesi utama yang membahas berbagai aspek ekoteologi atau teologi ekologi.
Materi yang disampaikan menekankan pentingnya membangun spiritualitas yang tidak hanya berorientasi pada hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga pada hubungan yang harmonis dengan alam sebagai bagian dari ciptaan Allah.
Para narasumber menggarisbawahi bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini menuntut gereja untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam membangun kesadaran ekologis di tengah jemaat.
Gereja dipandang memiliki posisi strategis untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan melalui pendidikan, khotbah, pelayanan, maupun tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan wawasan peserta, pada hari terakhir seminar dilakukan pembagian buku-buku tentang ekoteologi atau teologi ekologi.
Buku-buku tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi para pelayan gereja dalam mengembangkan pelayanan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan keberlanjutan kehidupan.
Kegiatan PkM ini juga menjadi bukti nyata komitmen IAKN Kupang dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai perguruan tinggi keagamaan negeri di bawah Kementerian Agama, IAKN Kupang terus mendorong pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan gereja.
Selain itu, kegiatan ini merupakan implementasi konkret dari kerja sama antara Pascasarjana IAKN Kupang dengan Universitas Tribuana Kalabahi, Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Adulam Alor, dan GKII Alor Barat Daya.
Kolaborasi tersebut menunjukkan semangat bersama dalam membangun kapasitas pelayan gereja sekaligus memperkuat kesadaran ekologis di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, IAKN Kupang berharap gereja-gereja di Alor Barat Daya semakin mampu menjadi agen transformasi yang tidak hanya melayani kebutuhan rohani umat, tetapi juga hadir sebagai pelopor dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Dengan demikian, gereja dapat benar-benar menjadi “sahabat ciptaan” yang menghadirkan kesaksian iman melalui tindakan nyata dalam merawat bumi sebagai anugerah Tuhan bagi seluruh ciptaan.(*)



Komentar