GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Daerah Ekonomi
Beranda » Berita » Reses di Insana, Andina Winantuningtyas Dorong Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga di TTU

Reses di Insana, Andina Winantuningtyas Dorong Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga di TTU

Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Andina Winantuningtyas, menggelar reses di Kecamatan Insana pada awal April 2026. (Dok: Pribadi)

NTTSatu.ID- Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Andina Winantuningtyas, menggelar reses di Kecamatan Insana pada awal April 2026. Kegiatan ini berlangsung sejak 11 hingga 13 April 2026 di beberapa titik desa.

Andina Winantuningtyas kepada wak media menegaskan, reses kali ini tidak lagi berbentuk pembagian uang kepada masyarakat tetapi semua program diarahkan pada ketahanan pangan.

Menurutnya, langkah ini dipilih agar manfaatnya lebih jelas dan berkelanjutan. Warga tidak hanya menerima bantuan sesaat. Tetapi bisa merasakan manfaat dalam jangka panjang.

Ia menjelaskan, fokus utama reses kali ini adalah penguatan pangan keluarga. Hal ini penting karena masih banyak warga yang bergantung pada hasil kebun.

“Ketersediaan pangan menjadi kebutuhan dasar masyarakat di desa. Karena itu, program yang kami bawa lebih diarahkan ke sektor pangan. Tidak lagi bantuan tunai,” katanya.

Mbah Dragon Latih Public Speaking Kreatif di IAKN Kupang

Program ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang dicanangkan Prabowo Subianto. Pemerintah saat ini mendorong penguatan ketahanan pangan nasional.

Menurut Andina, kondisi ketahanan pangan di TTU masih menghadapi sejumlah tantangan. Produksi pangan masyarakat belum stabil sepanjang tahun. Hal ini berdampak pada pemenuhan kebutuhan pangan keluarga terutama untuk pangan bergizi.

Selain pangan, Andina juga menyoroti persoalan stunting di TTU. Ia menyebut masih ada anak-anak yang mengalami kekurangan gizi. Kondisi ini berkaitan langsung dengan ketersediaan pangan di rumah tangga.

Karena itu, kata dia, ketahanan pangan menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting dan harus dimulai dari tingkat keluarga.

Dalam kegiatan reses, Andina membagikan anakan pohon pisang kepada masyarakat. Setiap titik mendapatkan sekitar 200 anakan. Selain itu, bantuan benih ikan juga disalurkan ke masyarakat.

Museum Jadi Ruang Belajar, Mahasiswa PPKn Undana Telusuri Warisan Budaya NTT

Di Desa Humus Wini diberikan sekitar 20 ribu benih ikan bandeng. Sementara di Desa Letmafo disalurkan 2.000 benih ikan air tawar.

“Ikan sebagai sumber protein penting bagi keluarga. Sehingga kita harap kegiatan ini membantu perbaikan gizi masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa seluruh bantuan ini tidak diberikan kepada perorangan tetapi menyerahkannya kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Tujuannya agar dikelola secara bersama oleh masyarakat desa.

“Dengan cara ini, manfaat bisa lebih luas dirasakan. Pengelolaan melalui BUMDes dipilih agar program lebih terkontrol. Selain itu, hasilnya bisa terus berkembang,” tandasnya.

Ia juga mengatakan ketahanan pangan sangat berhubungan dengan penanganan stunting. Jika pangan keluarga tercukupi, maka gizi anak akan lebih baik. Hal ini bisa menekan angka stunting secara bertahap.

Kisruh Internal Disorot, Linus Lusi Minta Pengurus Swastisari Hormati Suara Anggota

Andina berharap masyarakat dapat menjaga dan mengelola bantuan yang diberikan. Menurutnya, keberhasilan program tergantung pada partisipasi warga. Tanpa keterlibatan masyarakat, hasilnya tidak akan maksimal.

“Pembangunan harus menyentuh kebutuhan dasar. Pangan dan gizi adalah hal paling penting di masyarakat. Sehingga kita berharap desa-desa di TTU bisa lebih mandiri dan masyarakat menjadi lebih sejahtera secara perlahan,” jelasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement