GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Daerah Pendidikan
Beranda » Berita » FST Undana dan Pemkab Nagekeo Percepat Pembukaan Prodi Kimia Industri Garam

FST Undana dan Pemkab Nagekeo Percepat Pembukaan Prodi Kimia Industri Garam

Ket: Foto bersama antara Pimpinan FST Undana dan perwakilan Pemda Nagekeo. (Dok: NTTSatu)

NTTSatu.ID – Fakultas Sains dan Teknik (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana) bersama Pemerintah Kabupaten Nagekeo terus mematangkan langkah strategis untuk membuka Program Studi (Prodi) Kimia Industri Garam sebagai upaya mendukung pengembangan industri berbasis potensi lokal di Nusa Tenggara Timur.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo, Drs. Imanuel Ndun, M.Si., dengan pimpinan FST Undana yang berlangsung di kampus FST Undana pada Selasa, 26 Mei 2026.

Dekan FST Undana, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., saat diwawancarai pada Sabtu (30/5/2026), menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah ditandatangani antara Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan Universitas Nusa Cendana.

Menurut Prof. Philiphi, salah satu agenda utama yang dibahas adalah percepatan pembukaan Prodi Kimia Industri Garam yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pengembangan industri garam di Kabupaten Nagekeo.

“Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah dibangun sebelumnya. Salah satu poin penting yang dibahas adalah rencana pembukaan Program Studi Kimia Industri Garam sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan industri garam di Nagekeo,” ujarnya.

Korban Minta JPU Tuntut Maksimal Ade Kuswandi atas Kerugian Rp152 Miliar

Ia menjelaskan bahwa garam merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Karena itu, diperlukan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus di bidang industri garam.

“Garam merupakan salah satu komoditas yang luar biasa. Potensi ini harus terus didorong dan dikembangkan agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Selain membahas pembukaan program studi, kedua pihak juga menyusun berbagai poin dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang akan menjadi dasar implementasi program tersebut. Salah satu skema yang sedang dipersiapkan adalah penyelenggaraan perkuliahan dengan sistem pembelajaran jarak jauh guna menjangkau mahasiswa yang berada di daerah.

Dalam kerja sama tersebut, FST Undana akan bertanggung jawab menyiapkan tenaga akademik, sumber daya manusia, serta kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri. Sementara Pemerintah Kabupaten Nagekeo akan mendukung penyediaan sarana, prasarana, dan berbagai kebutuhan pendukung lainnya.

Prof. Philiphi menilai kerja sama ini sangat penting karena sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menempatkan sektor garam sebagai salah satu potensi strategis yang perlu dikembangkan secara serius.

Bertemu Anggota DPR RI, Rektor IAKN Kupang Dorong Peningkatan Akses Pendidikan Tinggi di NTT

Selain garam, Kabupaten Nagekeo juga memiliki potensi besar di sektor rumput laut dan mangan yang dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran program studi yang relevan diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi dalam pengembangan sektor-sektor unggulan tersebut.

“Undana menyiapkan sumber daya manusia dan kurikulumnya, sementara pemerintah daerah mendukung fasilitas dan kebutuhan lainnya. Dengan demikian, program ini dapat berjalan sesuai harapan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Saat ini, proses penyusunan dokumen kerja sama dan berbagai persiapan teknis terus dilakukan. Dalam waktu dekat, Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua pihak akan ditandatangani sebagai dasar pelaksanaan program.

Melalui kolaborasi ini, FST Undana dan Pemerintah Kabupaten Nagekeo berharap dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam mencetak sumber daya manusia unggul, sekaligus mendorong hilirisasi industri berbasis potensi lokal demi mendukung pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.(*)

Membalik Penuaan: Ketika Sains Mulai Menantang Batas Usia Manusia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement