GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Nasional Pendidikan
Beranda » Berita » FKIP Undana Tuan Rumah Forkom FKIP Negeri Se-Indonesia 2026, 32 Universitas Hadir di Kota Kupang

FKIP Undana Tuan Rumah Forkom FKIP Negeri Se-Indonesia 2026, 32 Universitas Hadir di Kota Kupang

Ket: Para Pimpinan FKIP Undana, Dekan Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, Wakil Dekan I Dr. Damianus D. Samo, dan Wakil Dekan II Dr. Jakobis J. Messakh, foto bersama usai memberikan keterangan pers. (Dok: NTTSatu)

NTTSatu.ID – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mencatat sejarah dengan menjadi tuan rumah Pertemuan Sela Forum Komunikasi (Forkom) Pimpinan FKIP Negeri Se-Indonesia Tahun 2026 yang akan berlangsung pada 4–7 Juni 2026 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan berskala nasional ini akan mempertemukan para dekan dan pimpinan FKIP dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia untuk membahas berbagai isu strategis terkait pengembangan pendidikan tinggi, khususnya Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

Hal tersebut disampaikan Dekan FKIP Undana, Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si, didampingi Wakil Dekan I Dr. Damianus D. Samo, M.Pd dan Wakil Dekan II Dr. Jakobis J. Messakh, M.Si, dalam konferensi pers yang berlangsung di Ruang Rapat Senat FKIP Undana, Selasa (2/6/2026).

Prof. Taneo menjelaskan bahwa Forkom FKIP Negeri Se-Indonesia merupakan wadah komunikasi dan kolaborasi yang dibentuk oleh para pimpinan FKIP untuk menjawab berbagai tantangan dan persoalan pendidikan nasional.

Menurutnya, forum tersebut lahir dari kesadaran bersama bahwa kualitas pendidikan Indonesia tidak dapat ditingkatkan secara individual oleh masing-masing institusi, melainkan membutuhkan sinergi, pertukaran gagasan, serta penyusunan solusi secara kolektif.

Pascasarjana IAKN Kupang dan Sinode GMMI Teken MoA, Perkuat Pendidikan Teologi dan Pengembangan SDM Gereja

“Forkom hadir sebagai ruang bersama untuk mendiskusikan berbagai persoalan pendidikan, mulai dari pengembangan kurikulum, kebijakan pendidikan, kualitas lulusan calon guru, hingga berbagai tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan tenaga kependidikan di Indonesia,” ujar Prof. Taneo.

Ia menjelaskan bahwa Forkom secara rutin menggelar dua agenda utama setiap tahun, yakni Pertemuan Sela dan Pertemuan Puncak. Pertemuan Sela umumnya diikuti para pimpinan fakultas, sedangkan Pertemuan Puncak melibatkan unsur yang lebih luas, termasuk ketua jurusan dan program studi.

Tahun ini, FKIP Undana mendapat kehormatan menjadi penyelenggara Pertemuan Sela yang akan menghadirkan peserta dari berbagai wilayah Indonesia.

Hingga awal Juni 2026, panitia mencatat sebanyak 32 universitas telah mengonfirmasi kehadiran dalam kegiatan tersebut. Jumlah peserta diperkirakan terus bertambah menjelang pelaksanaan kegiatan.

“Ini merupakan kepercayaan besar bagi FKIP Undana dan juga bagi Nusa Tenggara Timur. Kehadiran para pimpinan FKIP dari seluruh Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat jejaring kerja sama dan berbagi praktik baik dalam pengelolaan pendidikan,” kata Prof. Taneo.

Kanit Pidum Satreskrim Polres TTS Terima Penghargaan dari Kapolres TTS atas Keberhasilan Ungkap Kasus Pembunuhan di Toianas

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan di Kupang juga merupakan bentuk pemerataan kegiatan akademik nasional yang selama ini lebih banyak dilaksanakan di wilayah barat Indonesia.

Agenda utama pertemuan akan berlangsung pada Jumat (5/6/2026) melalui Diskusi Nasional yang menghadirkan Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. dr. Ardi Findyartini, PhD.

Dalam kesemptan itu, ia akan memaparkan materi “Paradigma Pembelajaran di Era Digital dan Society 5.0: Urgensi Deep Thinking Skills dan Deep Learning Approach dalam Transformasi Pendidikan Calon Guru”

Dalam forum tersebut akan dibahas berbagai kebijakan strategis pemerintah terkait transformasi pendidikan tinggi, penguatan sistem pembelajaran, pengembangan kurikulum, hingga peningkatan kualitas lulusan pendidikan guru di Indonesia.

Selain diskusi nasional, peserta juga akan mengikuti berbagai sidang kelompok sesuai bidang masing-masing guna merumuskan rekomendasi yang akan menjadi masukan bagi pengembangan pendidikan nasional.

Gubernur NTT Buka Forkom FKIP Negeri Se-Indonesia 2026

Salah satu agenda penting yang akan mewarnai Pertemuan Sela Forkom tahun ini adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara para dekan anggota Forkom FKIP Negeri Se-Indonesia dengan Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL) dari Dili, Timor-Leste.

Kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran mahasiswa, hingga mobilitas dosen antarnegara.

Menurut panitia, penandatanganan kerja sama ini menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi Indonesia, khususnya FKIP di kawasan timur Indonesia.

Wakil Dekan II FKIP, Dr. Jakobis J. Messakh mengungkapkan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada agenda akademik, FKIP Undana juga menyiapkan rangkaian kegiatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan pariwisata Nusa Tenggara Timur kepada para peserta.

Pada Sabtu (6/6/2026), peserta akan diajak mengunjungi sejumlah destinasi budaya dan sejarah di Kota Kupang, termasuk UPTD Museum, Dekranasda Provinsi NTT, hingga kawasan Kota Lama yang merupakan cikal bakal Ibukota Provinsi NTT.

Panitia juga menyediakan ruang khusus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memamerkan produk-produk unggulan NTT selama kegiatan berlangsung di Hotel Aston Kupang.

“Kami ingin para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik, tetapi juga mengenal lebih dekat budaya, tradisi, dan potensi daerah yang dimiliki Nusa Tenggara Timur,” ujar Dr. Jakobis.

Sementara itu, malam penutupan akan digelar di Kawasan Pantai Lasiana (La Cove Beach Resto & Bar) sebagai bagian dari upaya memperkenalkan keindahan wisata NTT kepada seluruh delegasi.

Kesuksesan penyelenggaraan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, aparat keamanan, instansi kesehatan, hingga berbagai mitra dan sponsor.

FKIP Undana secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT, Wali Kota Kupang, Polda NTT, Polresta Kupang Kota, Dinas Perhubungan, serta tim medis dari FKKH Undana yang siap mendukung kelancaran kegiatan selama empat hari pelaksanaan.

Prof. Taneo juga mengapresiasi kerja keras panitia yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut sejak beberapa bulan terakhir.

“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan menghasilkan rekomendasi strategis yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan NTT kepada dunia akademik nasional dan internasional,” pungkasnya.

Dengan kehadiran puluhan pimpinan FKIP dari seluruh Indonesia dan agenda kerja sama internasional bersama UNTL Timor-Leste, Pertemuan Sela Forkom FKIP Negeri Se-Indonesia 2026 di Kupang diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat transformasi pendidikan tinggi, memperluas jejaring akademik, serta mengangkat Nusa Tenggara Timur sebagai pusat kegiatan ilmiah dan pendidikan di kawasan timur Indonesia.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement