NTTSatu.ID – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana resmi melantik pengurus Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) se-FKIP Undana Tahun 2026. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi tersebut berlangsung di Aula Lantai II FKIP Undana, Senin (25/5/2026).
Pelantikan itu dihadiri langsung Dekan FKIP, Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si, Wakil Dekan I Dr. Damianus D. Samo, M.Pd, Wakil Dekan II Dr. Jakobis J. Messakh, M.Si, para koordinator program studi, serta ratusan mahasiswa yang resmi dilantik menjadi pengurus organisasi kemahasiswaan di lingkungan FKIP.
Dalam sambutannya, Prof. Malkisedek Taneo, menegaskan bahwa pelantikan pengurus ormawa bukan hanya agenda seremonial, melainkan momentum pemberian mandat dan kepercayaan kepada mahasiswa untuk menjalankan roda organisasi serta menghadirkan program-program yang berdampak bagi mahasiswa dan fakultas.
Menurutnya, jumlah pengurus yang dilantik tahun ini mencapai hampir 500 orang yang berasal dari pengurus BLM, BEM, dan HMP dari 18 program studi di FKIP Undana.
“Pelantikan ini harus dimaknai sebagai kesempatan untuk melayani. Teman-teman mahasiswa diberikan kewenangan sekaligus pengakuan agar bisa bergerak melaksanakan berbagai program kemahasiswaan baik di level fakultas maupun program studi,” ujar Prof. Taneo.
Ia menjelaskan, seluruh kegiatan organisasi mahasiswa harus dibangun melalui koordinasi yang baik antara pengurus dengan pimpinan fakultas maupun program studi. Pengurus BEM dan BLM diwajibkan berkoordinasi dengan pembina kemahasiswaan di tingkat fakultas, sedangkan HMP harus aktif membangun komunikasi dengan ketua program studi masing-masing.
Menurut Prof. Taneo, koordinasi menjadi kunci utama agar setiap program berjalan efektif, memiliki arah yang jelas, serta mampu membawa dampak positif bagi pengembangan fakultas maupun program studi.
“Kegiatan mahasiswa harus mampu membawa nama baik program studi dan fakultas. Karena itu, koordinasi dan komunikasi menjadi hal penting agar setiap program dapat dipahami, dikawal, dan berjalan sesuai tujuan,” tegasnya.
Selain itu, Dekan FKIP juga mendorong lahirnya inovasi dan kreativitas dari pengurus baru. Meski sejumlah program kerja telah disepakati pada rapat koordinasi tahun sebelumnya, para pengurus baru tetap diberikan ruang untuk merancang program-program kreatif sesuai kebutuhan mahasiswa dan perkembangan kampus.
Dalam struktur organisasi kemahasiswaan FKIP, terdapat empat bidang utama yang menjadi fokus pengembangan, yakni bidang penalaran dan keilmuan, bidang bakat dan minat, bidang kerohanian, serta bidang media dan komunikasi informasi.
Pada bidang penalaran dan keilmuan, mahasiswa didorong untuk memperbanyak kegiatan akademik yang mampu meningkatkan kualitas intelektual mahasiswa. Sementara bidang bakat dan minat diarahkan sebagai ruang pengembangan potensi non-akademik mahasiswa.
Khusus bidang kerohanian, FKIP Undana berharap kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan mampu memperkuat semangat kebersamaan dan toleransi antar mahasiswa lintas agama melalui kegiatan bersama yang bersifat inklusif.
Sementara itu, bidang media dan komunikasi informasi disebut sebagai bidang baru yang memiliki peran strategis dalam penyebaran informasi kampus. Pengurus di bidang tersebut diharapkan mampu menjadi sumber informasi yang aktif, cepat, dan terpercaya bagi seluruh mahasiswa FKIP.
Terkait pendanaan program, Prof. Taneo menjelaskan bahwa program-program yang telah disusun sejak tahun 2025 telah memiliki dukungan anggaran untuk pelaksanaan tahun 2026. Sedangkan program baru hasil inisiatif pengurus baru nantinya akan dibahas lebih lanjut bersama pihak fakultas.
Tidak hanya menekankan aspek program kerja, Dekan FKIP juga meminta para pengurus ormawa menjadi representasi mahasiswa yang mampu mendengar dan menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada fakultas.
Ia berharap para pengurus memiliki kepekaan sosial, mampu mengidentifikasi persoalan mahasiswa di setiap program studi, lalu menyampaikannya kepada pimpinan fakultas agar dicarikan solusi bersama.
“Kami membutuhkan teman-teman pengurus sebagai corong mahasiswa. Mereka hidup bersama mahasiswa setiap hari sehingga bisa memahami kebutuhan, keluhan, dan suara hati mahasiswa untuk disampaikan kepada fakultas demi perbaikan pelayanan,” katanya.
Di akhir sambutannya, Prof. Taneo turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus periode sebelumnya atas dedikasi dan tanggung jawab dalam menjalankan program organisasi selama masa kepengurusan.
Ia pun mengajak seluruh pengurus baru untuk tetap semangat, profesional, inovatif, dan memiliki komitmen kuat dalam membangun FKIP Undana menjadi lebih maju melalui organisasi kemahasiswaan yang aktif dan produktif.(*)


Komentar