GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Pendidikan
Beranda » Berita » FKIP Undana Gelar Sosialisasi Anti Plagiarisme, Anti Narkoba, dan Anti Kekerasan bagi Ormawa

FKIP Undana Gelar Sosialisasi Anti Plagiarisme, Anti Narkoba, dan Anti Kekerasan bagi Ormawa

NTTSatu.ID – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana menggelar kegiatan sosialisasi tentang kode etik mahasiswa, anti plagiarisme, anti narkoba, serta pencegahan kekerasan dan perundungan pada Selasa, 26 Mei 2026, di Aula FKIP Undana.

Kegiatan tersebut menghadirkan mahasiswa dari berbagai program studi yang tergabung dalam Ormawa di lingkungan FKIP Undana dan menghadirkan sejumlah narasumber dari lembaga pendidikan, organisasi internasional, hingga aparat kepolisian.

Wakil Dekan I FKIP Undana, Dr. Damianus D. Samo, M.Pd, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap berbagai persoalan sosial yang saat ini menjadi perhatian nasional, khususnya plagiarisme, penyalahgunaan narkoba, serta kasus kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan.

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan tentang kode etik mahasiswa, anti plagiarisme, anti narkoba, anti kekerasan dan perundungan. Kegiatan ini diselenggarakan karena tiga isu sosial tersebut saat ini menjadi perhatian serius secara nasional,” ujarnya saat diwawancarai di sela kegiatan.

Menurut Dr. Damianus, sosialisasi tersebut bertujuan membangun kesadaran seluruh sivitas akademika agar mampu mencegah sekaligus ikut menanggulangi berbagai persoalan tersebut sejak dini.

Putusan MA atau Ada Pengaruh Tokoh Tertentu? Ahli Waris Pertanyakan Sikap Danial Liunesi

“Kami berharap seluruh sivitas akademika memahami bagaimana cara mencegah bersama dan ikut terlibat dalam penanggulangan berbagai persoalan ini,” katanya.

Dalam kegiatan itu, FKIP Undana menghadirkan tiga narasumber berbeda. Materi tentang plagiarisme dan kode etik mahasiswa disampaikan oleh narasumber dari LLDIKTI Wilayah XV. 

Sementara materi mengenai kekerasan dan perundungan dibawakan oleh perwakilan Plan International. Adapun materi terkait bahaya narkoba disampaikan langsung oleh Kasat Narkoba Polres Kupang Kota.

Dr. Damianus menjelaskan, materi tentang plagiarisme memberikan wawasan baru kepada mahasiswa mengenai berbagai bentuk plagiarisme yang selama ini belum banyak dipahami.

“Selama ini orang berpikir plagiarisme itu hanya sekadar mengutip tanpa mencantumkan sumber asli. Ternyata jenisnya banyak sekali. Ini menjadi edukasi yang sangat baik bagi mahasiswa agar dalam proses akademik mereka dapat menghindari perilaku tersebut,” jelasnya.

Pascasarjana IAKN Kupang dan Sinode GMMI Teken MoA, Perkuat Pendidikan Teologi dan Pengembangan SDM Gereja

Tidak hanya itu, sesi mengenai kekerasan dan perundungan juga mendapat perhatian besar dari peserta. Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan kritis yang disampaikan selama diskusi berlangsung.

“Materi kedua tadi sangat luar biasa. Antusias mahasiswa sangat tinggi, terutama mahasiswi yang berani menyampaikan kegelisahan mereka terkait kekerasan dan perundungan. Banyak pertanyaan kritis yang muncul, namun karena keterbatasan waktu tidak semua pertanyaan dapat dilayani,” ungkapnya.

Ia menambahkan, materi tentang bahaya narkoba dinilai sangat penting mengingat generasi muda saat ini sangat rentan terpapar penyalahgunaan narkotika.

“Kami menghadirkan langsung Kasat Narkoba karena mereka memiliki pengalaman dan data nyata terkait penyalahgunaan narkoba. Generasi muda sekarang sangat mudah terpapar, sehingga perlu diberikan pemahaman sejak dini,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, FKIP Undana berharap mahasiswa tidak hanya memahami persoalan-persoalan sosial yang berkembang, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Kanit Pidum Satreskrim Polres TTS Terima Penghargaan dari Kapolres TTS atas Keberhasilan Ungkap Kasus Pembunuhan di Toianas

Dr. Damianus menegaskan, kegiatan serupa akan terus dilanjutkan di tingkat program studi agar edukasi mengenai kode etik, anti kekerasan, anti plagiarisme, dan anti narkoba dapat menjangkau seluruh mahasiswa secara berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi titik awal yang baik bagi mahasiswa untuk mendapatkan pemahaman yang benar terkait isu-isu sosial dan akademik yang sedang berkembang saat ini,” tutupnya.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement