NTTSatu.ID – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas lulusan melalui pelaksanaan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Mahasiswa dan Sertifikasi Kompetensi Kerja Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai II FKIP Undana, Selasa (2/6/2026), ini diikuti oleh 82 mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FKIP.
Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis FKIP Undana dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi, mahasiswa tidak hanya memperoleh ijazah setelah lulus, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional.
Dekan FKIP Undana, Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M. Si, membuka secara resmi kegiatan tersebut.
Prof. Taneo menekankan bahwa kegiatan pelatihan dan sertifikasi kompetensi kerja ini menjadi bagian dari upaya FKIP Undana dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di era digital.
Wakil Dekan II FKIP Undana, Dr. Jakobis J. Messakh, M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan fakultas dalam meningkatkan daya saing lulusan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan bekal yang berharga bagi mahasiswa. Ketika mereka menyelesaikan studi nanti, mereka tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional. Sertifikat ini menjadi nilai tambah yang sangat penting saat mereka memasuki dunia kerja karena menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan yang telah diuji dan diakui,” ujarnya.
Menurut Dr. Jakobis, pelatihan dan sertifikasi tahun ini difokuskan pada bidang Teknologi Informasi dan Komputer (TIK). Pemilihan bidang tersebut didasarkan pada kebutuhan dunia kerja saat ini yang hampir seluruh sektor pekerjaannya membutuhkan kemampuan digital dan penguasaan teknologi informasi.
“Kompetensi TIK saat ini dibutuhkan di semua bidang pekerjaan. Karena itu peserta tidak hanya berasal dari program studi yang berhubungan langsung dengan teknologi, tetapi dari seluruh program studi yang ada di FKIP. Kami ingin memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi digital mereka,” jelasnya.
Sebanyak 82 peserta mengikuti enam skema pelatihan kompetensi yang telah disiapkan. Skema Operator Komputer Muda menjadi yang paling diminati dengan jumlah peserta mencapai 49 orang. Sementara itu, skema Desainer Multimedia Muda diikuti 23 peserta.
Selain kedua skema tersebut, terdapat pula skema Pengembang Web Pertama yang diikuti satu peserta, Junior Web Programmer sebanyak empat peserta, Teknisi Muda Jaringan Komputer sebanyak dua peserta, serta Teknisi Komputer Muda yang diikuti tiga peserta.
Dr. Jakobis menjelaskan bahwa sebelum mengikuti uji kompetensi, seluruh peserta telah menjalani proses pelatihan dan melengkapi berbagai dokumen administrasi yang menjadi persyaratan sertifikasi. Setelah menyelesaikan tahapan pelatihan, para peserta akan mengikuti uji kompetensi yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (3/6/2026).
“Besok akan dilaksanakan uji kompetensi secara offline. Saat ini sudah ada tiga asesor yang tiba di Kupang untuk melaksanakan proses pengujian. Mereka akan menilai secara langsung apakah peserta telah kompeten atau belum sesuai bidang yang mereka pilih,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap skema memiliki sertifikasi dengan spesifikasi kompetensi yang berbeda sesuai kebutuhan dunia kerja. Sertifikat yang diperoleh peserta nantinya merupakan pengakuan resmi yang dikeluarkan melalui mekanisme sertifikasi kompetensi nasional.
“Sertifikat yang diperoleh memiliki spesifikasi yang berbeda-beda sesuai bidang kompetensinya. Pengakuan secara nasional ini tentu sangat menguntungkan mahasiswa karena dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi pemberi kerja dalam proses rekrutmen,” tambahnya.
Melalui program ini, ia berharap FKIP Undana dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern. Kehadiran sertifikasi kompetensi diharapkan menjadi modal penting bagi para lulusan untuk meningkatkan peluang kerja sekaligus memperkuat daya saing mereka di tingkat regional maupun nasional.(*)



Komentar