NTTSatu.ID – Pertemuan Sela Forum Komunikasi (Forkom) Pimpinan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Negeri Se-Indonesia Tahun 2026 yang digelar oleh FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) menjadi momentum penting dalam merumuskan arah transformasi pendidikan guru di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada 4–7 Juni 2026 ini dihadiri sekitar 32 FKIP Negeri dari berbagai wilayah Indonesia.
Ketua Forkom FKIP Negeri Se-Indonesia yang juga Dekan FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr. Imam Sujadi, M. Si, mengatakan bahwa forum tersebut merupakan bagian dari agenda tahunan Forkom yang terdiri atas Pertemuan Sela dan Pertemuan Puncak.
Menurutnya, Pertemuan Sela dimanfaatkan untuk membahas berbagai isu strategis yang dihadapi lembaga pendidikan tenaga kependidikan di Indonesia, terutama terkait transformasi pendidikan calon guru di era digital dan Society 5.0. Tema tersebut menjadi perhatian utama mengingat perubahan yang terjadi di sekolah-sekolah harus diikuti dengan perubahan dalam proses pendidikan calon guru di perguruan tinggi.
“Ketika sekolah mengalami transformasi pendidikan, maka calon guru juga harus dipersiapkan untuk menghadapi perubahan tersebut. FKIP sebagai lembaga pencetak guru harus mampu merespons kebutuhan zaman,” ungkapnya.
Dalam forum tersebut, para peserta memperoleh pemaparan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mengenai transformasi pendidikan dan arah pengembangan pendidikan guru di Indonesia. Berbagai masukan dan rekomendasi yang dihasilkan nantinya akan ditindaklanjuti melalui audiensi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi serta Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
Selain membahas transformasi pendidikan, para pimpinan FKIP juga mendiskusikan tantangan yang dihadapi perguruan tinggi dalam meningkatkan prestasi mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini dinilai penting mengingat capaian mahasiswa kini menjadi salah satu indikator kinerja yang terus didorong oleh kementerian.
Sebagai tindak lanjut, Forkom FKIP Negeri Se-Indonesia menyepakati sejumlah program kolaboratif yang akan dilaksanakan pada Pertemuan Puncak Forkom di Ambon pada November 2026. Salah satu agenda utama adalah penyelenggaraan kompetisi kemahasiswaan berskala nasional yang melibatkan seluruh anggota Forkom.
Menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya dirancang pada level nasional, tetapi juga akan ditingkatkan menjadi ajang internasional. Salah satu kompetisi yang dipersiapkan adalah lomba micro teaching internasional yang akan mengundang peserta dari sedikitnya lima negara.
“Timor Leste menjadi salah satu negara yang sudah menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi. Kami ingin menciptakan kompetisi yang tidak hanya memperkuat kompetensi mahasiswa, tetapi juga meningkatkan daya saing mereka di tingkat internasional,” jelas Dr. Imam Sujadi.
Forum juga menyoroti perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin memengaruhi dunia pendidikan. Menurut Dr. Imam, guru masa depan tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus memahami perkembangan teknologi dan mampu mengintegrasikannya dalam proses belajar mengajar.
Ia menegaskan bahwa FKIP di seluruh Indonesia perlu menyiapkan calon guru yang mampu menghadapi tantangan era digital, memahami perkembangan informasi yang begitu cepat, serta memiliki kemampuan berpikir kritis dan adaptif.
“Jangan sampai peserta didik lebih memahami perkembangan teknologi dibandingkan gurunya. Karena itu, kampus pencetak guru harus mulai memikirkan strategi dan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” tegasnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Forkom mendorong penguatan kerja sama antar-FKIP melalui pelatihan, workshop, dan berbagai program pengembangan kompetensi yang dilaksanakan secara bersama. Kolaborasi dinilai akan membuat pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa menjadi lebih efektif dan efisien dibandingkan jika dilakukan secara terpisah oleh masing-masing perguruan tinggi.
Sebagai tuan rumah, FKIP Undana mendapat apresiasi dari peserta karena berhasil menghadirkan ruang diskusi strategis bagi para pimpinan FKIP Negeri se-Indonesia. Pertemuan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret dalam memperkuat pendidikan calon guru sekaligus mempercepat transformasi pendidikan nasional menuju sistem yang lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.(*)



Komentar