GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Daerah Inspirasi
Beranda » Berita » Bupati TTU Melayani Tanpa Batas

Bupati TTU Melayani Tanpa Batas

Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., menyempatkan diri bertemu masyarakat TTU yang berdomisili di Surabaya, Minggu (12/4/2026). (Dok: Istimewa)

NTTSatu.ID- Melayani tanpa batas, Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., kembali menyempatkan diri bertemu masyarakat TTU yang berdomisili di Surabaya, Minggu (12/4/2026).

Di sela agenda dinasnya, kehadiran Bupati yang akrab disapa Falent itu menjadi bukti bahwa pelayanan pemerintah tidak berhenti di wilayah administratif, tetapi menjangkau seluruh warga, termasuk yang berada di tanah rantau.

Pertemuan yang berlangsung di Aula Flobamora tersebut disambut hangat dan penuh antusias oleh ratusan masyarakat TTU. Nuansa adat begitu terasa melalui prosesi penjemputan, takanab, pengalungan, hingga tarian tradisional khas Atoen Meto yang menggambarkan identitas budaya masyarakat “Salu Miomaffo-Kuluan Maubes.”

Suasana kekeluargaan langsung terasa sejak awal kegiatan. Warga yang hadir tampak haru dan bangga bisa bertatap muka langsung dengan pemimpin daerah TTU itu.

Perwakilan diaspora TTU di Surabaya, Drs. Daniel Tulasi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Bupati TTU di tengah masyarakat rantau.

Mbah Dragon Latih Public Speaking Kreatif di IAKN Kupang

Menurut Daniel, kehadiran Bupati merupakan bentuk kepedulian nyata yang selama ini dirindukan oleh warga TTU di luar daerah.

“Kami merasa dihargai dan diperhatikan. Ini adalah pertama kalinya seorang Bupati TTU datang langsung menemui kami di perantauan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan dukungan penuh masyarakat diaspora terhadap berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten TTU.

“Kami siap mendukung program-program pemerintah daerah. Apa yang sedang dikerjakan hari ini adalah untuk kemajuan TTU, dan kami di rantau juga ingin menjadi bagian dari perubahan itu,” tegas Daniel.

Dalam kesempatan tersebut, Daniel menyebutkan bahwa jumlah masyarakat TTU di Surabaya mencapai kurang lebih 2.000 orang, yang sebagian besar aktif bekerja dan tetap memiliki keterikatan kuat dengan kampung halaman.

Museum Jadi Ruang Belajar, Mahasiswa PPKn Undana Telusuri Warisan Budaya NTT

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Yosep Falentinus D. Kebo menegaskan bahwa dirinya hadir bukan sekadar melakukan kunjungan, tetapi ingin mendengar langsung suara masyarakat.

“Saya tidak ingin memimpin dari balik meja. Saya ingin hadir, melihat, dan mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, termasuk bapak mama yang ada di rantau,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten TTU saat ini terus membuka ruang seluas-luasnya bagi partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

“Kami membuka diri terhadap kritik, saran, dan masukan. Karena membangun TTU bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita bersama,” lanjutnya.

Bupati Falen juga menyoroti pentingnya kemudahan akses layanan publik yang kini terus diperkuat, salah satunya melalui Call Center 112 yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.

Kisruh Internal Disorot, Linus Lusi Minta Pengurus Swastisari Hormati Suara Anggota

“Kalau ada kendala, jangan ragu untuk melapor. Kami ingin memastikan setiap warga mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, dan tanpa diskriminasi,” tegasnya.

Lebih jauh, ia mengapresiasi peran masyarakat TTU di perantauan sebagai bagian penting dalam mendukung perekonomian keluarga dan daerah.

“Bapak mama di rantau adalah kekuatan besar bagi TTU. Apa yang dikirimkan ke keluarga di kampung halaman adalah bentuk kontribusi nyata untuk pembangunan di daerah,” katanya.

Ia pun berpesan agar masyarakat tetap semangat bekerja, menjaga nama baik daerah, serta tidak melupakan akar dan identitas sebagai orang TTU.

Pertemuan ini kemudian dilanjutkan dengan dialog terbuka antara Bupati dan masyarakat, di mana berbagai persoalan disampaikan, mulai dari administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan hingga bantuan sosial.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Pemerintahan Ireneus Abi, S.STP., M.Si., Plh Kadis Kesehatan TTU Elvira Bani, serta sejumlah pejabat lainnya di lingkup Pemerintah Kabupaten TTU.

Selain pertemuan di Surabaya, hal yang sama juga ditunjukkan Bupati TTU dalam sejumlah kesempatan sebelumnya.

Pada Minggu Paskah bulan Maret 2026 lalu, Bupati TTU juga menyempatkan diri bertemu masyarakat TTU di Batam usai mengikuti Misa Minggu Palma.

Sementara itu, pada Jumat, 16 Januari 2026, Ikatan Keluarga Lopo–Timor Tengah Utara (TTU) di Jakarta menggelar perayaan Natal dan Tahun Baru. Dalam kesempatan tersebut, Bupati TTU, Yoseph Falentinus D. Kebo, turut hadir bersama Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, yang juga merupakan putra asli TTU.

Tidak hanya di luar daerah, di Kabupaten TTU sendiri Bupati juga aktif melayani masyarakat setiap hari di lobi Kantor Bupati TTU yang terbuka bagi warga untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan.

Selain itu, ia juga kerap mengikuti misa mingguan yang digelar secara bergiliran di berbagai gereja yang tersebar di wilayah TTU, perbatasan Indonesia–Timor Leste itu. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement