GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Daerah Ekonomi
Beranda » Berita » Bank NTT Pastikan Bunga Kredit Tetap Kompetitif, UMKM Tak Perlu Khawatir Meski BI Rate Naik

Bank NTT Pastikan Bunga Kredit Tetap Kompetitif, UMKM Tak Perlu Khawatir Meski BI Rate Naik

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus. (Dok: NTTSatu)

NTTSatu.ID – Di tengah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,50 persen, Bank NTT memastikan masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap dapat mengakses pembiayaan dengan bunga yang kompetitif.

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menegaskan kenaikan BI Rate belum memberikan dampak signifikan terhadap kebijakan suku bunga kredit Bank NTT.

Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya perubahan bunga pinjaman dalam waktu dekat.

Menurut Charlie, kenaikan BI Rate merupakan langkah Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tidak terus mengalami tekanan di tengah dinamika ekonomi global.

Ia menjelaskan bahwa BI Rate hanyalah salah satu instrumen dalam kebijakan moneter. Faktor lain seperti kepercayaan pasar terhadap pemerintah dan kondisi ekonomi nasional juga sangat menentukan stabilitas perekonomian.

Sekda Kupang: Hak PPPK Belum Terbayar Akibat Kekurangan Anggaran Rp130 Miliar

“BI Rate mau tidak mau harus naik agar rupiah jangan terus melemah. Namun masih banyak instrumen lain yang mempengaruhi kondisi ekonomi, terutama kepercayaan pasar,” kata Charlie, Rabu 10 Juni 2026.

Meski secara umum kenaikan BI Rate dapat memicu penyesuaian bunga dana masyarakat di perbankan, Charlie menilai dampak tersebut tidak terjadi secara langsung dan membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Keunggulan Bank NTT, lanjutnya, terletak pada struktur pendanaan yang kuat dan stabil karena didukung dana pemerintah daerah yang menjadi salah satu sumber dana utama perseroan.

Dengan kondisi tersebut, Bank NTT memiliki ruang yang cukup untuk menjaga stabilitas suku bunga kredit dan melindungi nasabah dari gejolak pasar keuangan jangka pendek.

“Di Bank NTT banyak dana pemda yang relatif stabil suku bunganya. Karena itu kami tidak serta merta terkena dampak dari kenaikan BI Rate,” ujarnya.

Didampingi Kuasa Hukum, Tiga Korban Pengeroyokan Pencari Madu di TTU Jalani Pemeriksaan Polisi

Sebagai bank pembangunan daerah, Bank NTT tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui akses pembiayaan yang terjangkau.

Komitmen itu terlihat dari upaya Bank NTT menjaga bunga kredit tetap kompetitif sehingga tidak memberatkan masyarakat maupun pelaku usaha yang membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya.

Charlie juga memastikan program kredit pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) tetap berjalan normal dan tidak mengalami perubahan bunga meskipun BI Rate mengalami kenaikan.

“Bunga kredit program pemerintah seperti KUR tetap. Jadi pelaku UMKM tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Menurut dia, keberpihakan Bank NTT kepada sektor UMKM menjadi bagian penting dari peran perseroan sebagai agen pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Nusa Tenggara Timur.

Prof. Yantus Neolaka Kembali Harumkan Nama Undana, Masuk Top 5% Scientist Worldwide 2026

Meski akan melakukan kajian dan evaluasi terhadap perkembangan suku bunga dalam beberapa pekan ke depan, manajemen Bank NTT optimistis tidak akan ada dampak signifikan terhadap kebijakan bunga kredit perseroan.

“Kami akan melakukan kajian dan kalkulasi kembali, tetapi saya yakin tidak ada dampak signifikan bagi kebijakan suku bunga Bank NTT,” pungkas Charlie.

Sikap Bank NTT tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat dan pelaku usaha di NTT karena menunjukkan komitmen bank daerah itu untuk tetap hadir sebagai mitra pembangunan yang menjaga akses pembiayaan tetap terjangkau di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement