NTTSatu.ID ‐ Ratusan mahasiswa memadati Aula Lantai II FKIP Universitas Nusa Cendana pada Selasa, 19 Mei 2026, saat Program Studi Pendidikan Sejarah menggelar kuliah umum bertema “Pendidikan Nilai Pada Pembelajaran Sejarah.”
Kegiatan ini menjadi ruang akademik untuk memperkuat pemahaman mahasiswa bahwa sejarah bukan hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga tentang nilai dan pembentukan karakter generasi bangsa.
Kuliah umum tersebut menghadirkan narasumber Dr. Musa Pelu, M.Pd, dosen Pendidikan Sejarah dari Universitas Sebelas Maret. Kehadirannya disambut hangat oleh civitas akademika dan mahasiswa yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Dekan FKIP Undana, Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk mensyukuri kesempatan yang diberikan Tuhan sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan baik.
“Pertama-tama kita patut mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena masih diberikan kesehatan dan kekuatan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada narasumber serta menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan perkembangan zaman saat ini.
Menurut Prof. Taneo, sejarah memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat karena di dalamnya terkandung banyak pelajaran kehidupan yang dapat dijadikan pedoman.
“Sejarah mengajarkan kita tentang nilai dan karakter dalam kehidupan. Bangsa ini akan maju, tetapi karakter harus kuat,” katanya.
Ia kemudian mengingatkan pandangan Soekarno yang menekankan pentingnya sejarah dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, sejarah harus terus dijaga dan dipahami sebagai fondasi untuk membawa bangsa menuju kejayaan.
Di hadapan ratusan mahasiswa, Prof. Taneo menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak hanya membutuhkan individu yang unggul secara intelektual, tetapi juga pribadi yang memiliki karakter dan hati nurani yang baik.
“Saya tidak selalu membutuhkan orang pintar, saya membutuhkan orang cerdas yang memiliki karakter kuat. Kalau hanya pintar tetapi tidak memiliki nurani, itu menjadi persoalan,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa ketika seseorang mempelajari peristiwa sejarah, sesungguhnya yang dipelajari bukan hanya urutan peristiwa, melainkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya agar makna sejarah tidak hilang.
“Bagi saya, ketika mempelajari suatu peristiwa sejarah, kita juga mempelajari pentingnya sebuah nilai sehingga rohnya tidak hilang. Peristiwa sejarah yang sudah lewat itu adalah nilai,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Taneo juga menyinggung sejumlah lokasi di Kota Kupang yang menyimpan nilai historis. Ia menyebut kawasan Pasar Malam dan Pantai Tedys Kupang sebagai bagian dari cikal bakal perkembangan Kota Kupang.
Menurutnya, tempat-tempat tersebut menyimpan jejak sejarah yang kuat dan menghadirkan nuansa historis yang masih dapat dirasakan hingga saat ini.
“Orang sejarah harus tahu bahwa di tempat itu ada nilai sejarah,” ujarnya.
Kuliah umum berlangsung dalam suasana interaktif dengan perhatian penuh dari para peserta. Melalui kegiatan ini, ia berharap, mahasiswa tidak hanya memahami sejarah sebagai ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menghayati nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai bekal membangun karakter serta kehidupan bermasyarakat di masa depan.(*)


Komentar