NTTSatu.ID – Universitas Nusa Cendana menegaskan kesiapan sebagai pusat pelaksana Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Komitmen ini diperkuat melalui pembaruan Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis bersama Politeknik Negeri Kupang dan Politeknik Pertanian Negeri Kupang, yang berlangsung di Gedung Rektorat Undana, Rabu (1/4/2026).
Kerja sama lintas institusi ini menjadi langkah konkret menjawab tren peningkatan signifikan jumlah pendaftar UTBK di pusat Undana dalam tiga tahun terakhir.
Dengan kolaborasi tersebut, kapasitas layanan diharapkan semakin optimal tanpa mengurangi kualitas pelaksanaan ujian nasional tersebut.
Penandatanganan PKS dilakukan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M. Si, bersama Direktur PNK, Janri D. Manafe, dan Direktur Politani Kupang, Johanis A. Jermias.
Momentum ini sekaligus menandai penguatan koordinasi antar lembaga pendidikan tinggi di Kupang dalam menyukseskan agenda seleksi nasional.
Prof. Annytha menjelaskan bahwa pembaruan PKS merupakan bagian dari mandat panitia pusat untuk menjaga standar mutu pelaksanaan UTBK.
Ia menyoroti lonjakan animo peserta sebagai tantangan sekaligus peluang bagi Undana untuk meningkatkan kualitas layanan.
“Peningkatan jumlah pendaftar menuntut kesiapan ekstra, terutama dalam penyediaan perangkat komputer dan pengaturan teknis ujian. Sinergi dengan PNK dan Politani memungkinkan distribusi peserta yang lebih merata sehingga seluruh proses dapat berjalan lancar,” jelasnya.
Dengan dukungan dua kampus mitra, Undana dapat menjaga rasio ideal antara jumlah peserta dan perangkat komputer, sekaligus meminimalisir potensi gangguan teknis selama ujian berlangsung.
Pihak Politeknik Negeri Kupang dan Politeknik Pertanian Negeri Kupang menyatakan kesiapan penuh dalam menjalankan peran sebagai Penanggung Jawab Lokasi (PJL).
Dukungan tersebut meliputi penyediaan laboratorium komputer yang memadai, jaringan yang stabil, serta tenaga pengawas yang kompeten dan berintegritas.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pelaksanaan UTBK berjalan tertib, transparan, dan bebas dari praktik kecurangan.
Selain itu, Prof. Annytha menegaskan bahwa lokasi ujian tidak memiliki keterkaitan dengan pilihan perguruan tinggi maupun program studi peserta.
Peserta tetap bebas memilih PTN di seluruh Indonesia, terlepas dari lokasi mereka mengikuti ujian.
Dalam skenario pelaksanaan yang telah disepakati, UTBK akan digelar secara serentak di tiga kampus—Undana, PNK, dan Politani—pada hari-hari awal.
Selanjutnya, seluruh jadwal ujian akan dipusatkan di kampus Undana hingga rangkaian seleksi berakhir.
Model pelaksanaan bertahap ini dirancang untuk memastikan efisiensi operasional sekaligus menjaga kualitas layanan di setiap sesi ujian.
Sinergi antara Universitas Nusa Cendana, Politeknik Negeri Kupang, dan Politeknik Pertanian Negeri Kupang diharapkan menjadi tolok ukur keberhasilan pelaksanaan UTBK di daerah.
Dengan kesiapan infrastruktur, koordinasi yang solid, serta komitmen menjaga integritas, ketiga institusi optimistis mampu menghadirkan pelaksanaan seleksi yang profesional dan berkualitas.
Lebih dari sekadar ujian, UTBK-SNBT 2026 menjadi momentum penting bagi ribuan peserta untuk menggapai masa depan melalui pendidikan tinggi. (*)


Komentar