NTTSatu.ID- Musyawarah Daerah (Musda) IV Tahun 2026 Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokat Indonesia (KAI) Provinsi Nusa Tenggara Timur resmi bergulir dengan agenda utama pemilihan Ketua dan Sekretaris periode 2026–2031.
Agenda ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi advokat di NTT lima tahun ke depan.
Sejumlah nama mulai muncul sebagai bakal calon untuk memimpin KAI NTT pada periode mendatang.
Salah satu pasangan yang pertama kali resmi mendaftarkan diri adalah Ferdy Maktaen, SH sebagai bakal calon ketua, berpasangan dengan Biante Singh, SH sebagai bakal calon sekretaris KAI NTT.
Kedatangan keduanya ke sekretariat penerimaan bakal calon di Kampus A Universitas UPG 1945 Kupang pada Selasa, 28 April 2026, turut didampingi sejumlah advokat, di antaranya, Bildat Thonak, SH, Amos Lafu, SH., MH, Obed Djami, SH., MH, Egiardus Bana, SH., MH, serta rekan advokat lainnya.
Rombongan pasangan bakal calon itu diterima langsung oleh panitia Musda IV KAI NTT. Mereka kemudian diarahkan untuk mengisi formulir data dan melengkapi berkas administrasi sebagai tahap awal pencalonan.
Mewakili panitia Musda, Nikolas Lay Rihi, menyampaikan bahwa Ferdy Maktaen dan Biante Singh menjadi pasangan pertama yang mendaftarkan diri dalam proses penjaringan calon kepengurusan baru KAI NTT.
“Karena yang pertama mendaftar, pasangan Ferdy Maktaen mendapatkan nomor urut satu. Informasinya akan ada sekitar lima paket calon yang ikut dalam Musda ini,” kata Nikolas.
Ia menambahkan, seluruh berkas yang diajukan pasangan tersebut telah diterima dan dinyatakan lengkap untuk memasuki tahap verifikasi selanjutnya oleh panitia.
Ferdy Maktaen dalam keterangannya menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam kontestasi ini didasari rasa tanggung jawab sebagai bagian dari angkatan awal terbentuknya KAI di NTT.
“Kami punya tanggung jawab terhadap KAI. Kami tahu suka duka perjalanan organisasi ini. Sebagai angkatan pertama KAI NTT, kami merasa terpanggil untuk ikut membesarkan organisasi ini ke depan,” ujar Ferdy.
Ia juga menambahkan bahwa visi yang diusung bersama pasangannya berfokus pada penguatan organisasi berbasis digital dan penguatan tata kelola internal sesuai AD/ART KAI di Provinsi NTT.
“Kami ingin KAI NTT ke depan lebih modern, salah satunya dengan penerapan aplikasi KAI Smart Law, termasuk transparansi pengelolaan dana organisasi untuk seluruh anggota,” lanjutnya.
Ferdy menambahkan bahwa jika diberikan amanah untuk memimpin, ia berkomitmen membangun sistem organisasi yang terbuka dan partisipatif. Ia menekankan pentingnya peran seluruh anggota dalam menentukan arah kebijakan organisasi.
“Tidak boleh ada jarak antara pengurus dan anggota. Semua harus dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan agar organisasi ini benar-benar milik bersama,” katanya.
Menurutnya, KAI harus menjadi wadah yang tidak hanya memperjuangkan kepentingan profesi, tetapi juga menjaga marwah hukum di tengah masyarakat.
“Kita ingin KAI NTT menjadi organisasi yang dihormati karena integritasnya,” ujar Ferdy.
Ferdy Maktaen berharap agar Musda IV KAI NTT 2026 dapat berjalan demokratis, damai, dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik.
“Kami siap bertarung secara sehat dan bermartabat. Yang terpenting adalah bagaimana KAI NTT ke depan bisa lebih kuat, profesional, dan bermanfaat bagi semua anggota,” tutupnya.
Sementara itu, bakal calon sekretaris Biante Singh menegaskan komitmennya untuk berjalan seiring dengan visi calon ketua dalam membangun organisasi yang solid dan profesional.
“Kami satu visi untuk membesarkan KAI NTT dan memperkuat peran advokat di daerah ini. Semua untuk organisasi yang lebih baik,” katanya.
Ketua tim pemenang, Amos Lafu, SH., MH, menilai pasangan Ferdy Maktaen dan Biante Singh merupakan figur yang tepat untuk melanjutkan estafet kepemimpinan KAI NTT.
“Beliau adalah bagian dari angkatan pertama KAI NTT. Kita membutuhkan figur senior yang mampu mengayomi seluruh anggota dan menjaga marwah organisasi,” ujar Amos.
Ia menegaskan bahwa KAI NTT membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya memahami organisasi dari sisi struktural, tetapi juga dari sisi historis dan perjuangan awal pendiriannya.
Hal itu, kata Amos, melekat pada sosok Ferdy Maktaen sebagai bagian dari angkatan pertama KAI di daerah ini.
“Kami melihat pasangan ini bukan sekadar kandidat, tetapi representasi dari perjalanan awal KAI di NTT. Mereka tahu bagaimana organisasi ini dibangun dari nol,” ujarnya.
Amos juga menilai bahwa visi yang diusung pasangan Ferdy Maktaen dan Biante Singh sejalan dengan kebutuhan organisasi saat ini, terutama dalam hal modernisasi dan penguatan sistem kerja berbasis digital melalui aplikasi KAI Smart Law.
Menurutnya, transformasi digital dalam organisasi advokat merupakan langkah penting untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan pelayanan kepada seluruh anggota. Ia menyebut gagasan tersebut sebagai langkah progresif yang patut didukung.
“Kami yakin dengan pengalaman, visi, dan komitmen yang dimiliki, pasangan ini mampu membawa KAI NTT menjadi organisasi yang lebih solid, modern, dan mampu menjawab tantangan zaman,” jelas Amos. (*)


Komentar