GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Lifestyle Pendidikan
Beranda » Berita » Seminar di GPdI Anugerah Kefamenanu Perkuat Pertumbuhan Iman dan Pelayanan Jemaat

Seminar di GPdI Anugerah Kefamenanu Perkuat Pertumbuhan Iman dan Pelayanan Jemaat

Ket: Foto bersama para akademisi dan pelayan gereja dalam kegiatan seminar “Pertumbuhan Iman dalam Jemaat” yang diselenggarakan di GPdI Anugerah Kefamenanu pada 5–6 Mei 2026. (Alberto)

NTTSatu.ID — Semangat membangun pertumbuhan iman jemaat terus digaungkan melalui Seminar “Pertumbuhan Iman dalam Jemaat” yang diselenggarakan di GPdI Anugerah Kefamenanu pada 5–6 Mei 2026. 

Kegiatan ini menghadirkan para akademisi dan pelayan gereja untuk memperkuat pemahaman teologis serta praktik pelayanan jemaat di tengah dinamika gereja masa kini.

Seminar yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari para pendeta dan pengerja gereja. 

Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus refleksi bersama mengenai pentingnya pertumbuhan iman, pemuridan, dan pembangunan jemaat yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Hari pertama seminar, Selasa 5 Mei 2026, berlangsung pukul 09.00–12.00 WITA dengan moderator Pdt. Joutje L. Pangemanan, S.Th. 

Museum NTT Jadi Ruang Belajar Kontekstual Mahasiswa Pendidikan Sejarah Undana

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Ezra Tari dengan tema “Pemuridan Gereja Masa Kini”. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa gereja tidak hanya dipanggil untuk bertumbuh secara kuantitas, tetapi juga membentuk murid Kristus yang dewasa secara rohani dan mampu menjadi terang di tengah masyarakat.

Menurutnya, pemuridan harus dilakukan secara kontekstual dan berkelanjutan agar gereja mampu menjawab tantangan perubahan sosial dan perkembangan zaman. 

Ia juga menegaskan bahwa pertumbuhan gereja yang sehat dimulai dari pembinaan iman yang kuat dalam kehidupan jemaat sehari-hari.

Materi kedua dibawakan oleh Dr. Fenetson Pairikas dengan tema “Pembangunan Jemaat Berbasis Oikos Nomos”. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya pendekatan keluarga dan relasi sosial dalam membangun komunitas jemaat yang kuat dan harmonis.

Ia menjelaskan bahwa gereja memiliki peran penting dalam memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan pelayanan antarsesama melalui komunitas keluarga sebagai fondasi utama pertumbuhan iman. 

TTU Gaet Investasi Rp2,5 Triliun, Tambak Garam Raksasa Segera Dibangun di Pantura

Pendekatan berbasis relasi dinilai mampu menciptakan jemaat yang lebih aktif, saling mendukung, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Pada hari kedua, Rabu 6 Mei 2026, seminar kembali dilanjutkan pukul 09.00–12.00 WITA dengan moderator Dr. Ezra Tari. 

Materi pertama dibawakan oleh Dr. I Made Suardana dengan tema “Pertumbuhan Jemaat”. Dalam sesi tersebut, ia menjelaskan prinsip-prinsip pertumbuhan gereja secara rohani maupun organisatoris. 

Ia menilai pertumbuhan jemaat tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggota, tetapi juga kualitas kehidupan spiritual, pelayanan, dan kepemimpinan gereja.

Ia juga mendorong gereja untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kekristenan. 

SMA Kristen 1 Soe Ukir Prestasi Gemilang dan Catat Kelulusan 100 Persen di Momentum Hardiknas 2026

Menurutnya, gereja yang bertumbuh adalah gereja yang mampu membangun relasi yang kuat dengan Tuhan sekaligus memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Sementara itu, materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Hasudungan Sidabutar yang membahas penguatan pelayanan dan pengembangan jemaat. 

Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pelayan gereja agar mampu melayani jemaat secara efektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Selain seminar, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bertema “Pertumbuhan Iman” yang dilaksanakan pada malam hari kedua pukul 19.30 WITA. 

Ibadah tersebut dilayani oleh Dr. I Made Suardana, M.Th dan berlangsung penuh sukacita serta penguatan rohani bagi jemaat.

Melalui pemberitaan firman Tuhan, pujian penyembahan, dan doa bersama, KKR menjadi momentum bagi jemaat untuk memperbarui komitmen iman dan semangat pelayanan dalam kehidupan bergereja.

Tidak hanya itu, pada hari kedua juga dilaksanakan IA PKM bersama Gembala Sidang GPdI Anugerah Kefamenanu sebagai bentuk penguatan kerja sama pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement