NTTSatu.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak bagi masyarakat melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Undana Berdampak Tahun 2026.
Kali ini, tim dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Undana melaksanakan program bertajuk “Transformasi Literasi Digital Sekolah melalui Optimalisasi Platform Buku Elektronik sebagai Solusi Keterbatasan Sumber Belajar pada SMP Swasta Rakyat Parewatana di Desa Umbu Mamijuk.”
Kegiatan yang berlangsung di SMP Swasta Rakyat Parewatana, Desa Umbu Mamijuk, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, Selasa (28/7/2026), menjadi bagian dari rangkaian PKM Undana Berdampak yang mengusung tema “Pengabdian Undana Berdampak untuk Sumba Tengah: Mewujudkan World Class–Locally Relevant University melalui Kolaborasi Menuju Pembangunan Berdampak dan Berkelanjutan.”
Program ini merupakan implementasi nyata tridarma perguruan tinggi dengan menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di daerah.
Sebanyak 60 siswa kelas VII dan VIII mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang berfokus pada peningkatan kemampuan literasi, numerasi, serta pemanfaatan perpustakaan digital sebagai sumber belajar alternatif.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala SMP Swasta Rakyat Parewatana, Yerli Rambu L. Jati, S.H., bersama para guru yang mendukung penuh pelaksanaan program.
Tim pengabdian dipimpin oleh dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Undana, Fernando Saragih, didampingi Ari Bangkit Sanjaya Umbu, S.Si., M.Si., dosen Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana.
Sejumlah mahasiswa juga dilibatkan sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian, sehingga ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat langsung diterapkan untuk membantu masyarakat.
Program ini hadir sebagai jawaban atas masih rendahnya kemampuan literasi dan numerasi peserta didik, serta terbatasnya koleksi buku dan sumber belajar di sekolah.
Melalui pemanfaatan teknologi digital, Undana berupaya membuka akses yang lebih luas terhadap bahan bacaan berkualitas sehingga siswa dapat belajar secara mandiri tanpa dibatasi oleh ketersediaan buku cetak.
Pada sesi pertama, tim pengabdian menyampaikan materi bertajuk “Literasi dan Numerasi: Pondasi Menuju Kampus Impian.” Dalam materi tersebut, siswa diajak memahami pentingnya kemampuan membaca, menganalisis informasi, berpikir logis, dan menyelesaikan masalah sebagai bekal menghadapi persaingan pendidikan dan dunia kerja di masa depan.
Selanjutnya, peserta memperoleh materi “Strategi Akselerasi Siswa SMP dalam Mewujudkan Cita-Cita Melalui Optimasi Perpustakaan Digital.” Melalui sesi ini, siswa diperkenalkan dengan berbagai platform buku elektronik dan perpustakaan digital yang dapat diakses secara gratis.
Tim pengabdian juga memberikan pendampingan langsung mengenai cara mencari referensi, mengakses koleksi digital, hingga memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar yang efektif baik di sekolah maupun di rumah.
Agar materi mudah dipahami, kegiatan dikemas secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung menggunakan platform digital. Antusiasme para siswa terlihat tinggi saat mencoba berbagai aplikasi perpustakaan digital yang diperkenalkan oleh tim pengabdian.
Kepala SMP Swasta Rakyat Parewatana, Yerli Rambu L. Jati, S.H., menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim PKM Undana.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar baru sekaligus membuka wawasan siswa mengenai pentingnya teknologi digital dalam mendukung proses pembelajaran, terutama di sekolah yang masih memiliki keterbatasan sumber belajar.
Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian, Fernando Saragih, menegaskan bahwa penguatan literasi dan numerasi merupakan investasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di era digital.
“Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan budaya literasi digital di lingkungan sekolah sekaligus mendorong siswa memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar yang efektif. Dengan demikian, keterbatasan sumber belajar tidak lagi menjadi hambatan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan cita-cita mereka,” ujar Fernando.
Hasil kegiatan menunjukkan respons yang sangat positif. Minat siswa terhadap kegiatan membaca meningkat, kemampuan memanfaatkan platform perpustakaan digital bertambah, serta tumbuh kesadaran bahwa teknologi dapat menjadi jembatan untuk memperoleh pengetahuan tanpa batas.
Melalui PKM Undana Berdampak Tahun 2026, Universitas Nusa Cendana kembali membuktikan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Penguatan literasi digital di SMP Swasta Rakyat Parewatana diharapkan menjadi langkah awal dalam mencetak generasi muda Sumba Tengah yang cerdas, kritis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi demi mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.(*)



Komentar