NTTSatu.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat melalui peluncuran Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berdampak Tahun 2026 di Kabupaten Sumba Tengah, Senin (27/7/2026).
Program ini menjadi salah satu implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat peran Undana sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Kegiatan bertema “Pengabdian Undana Berdampak untuk Sumba Tengah: Mewujudkan World Class Locally Relevant University melalui Kolaborasi Menuju Pembangunan Berdampak dan Berkelanjutan” tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si, yang mengatasnamakan Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T, M. Eng.
Turut mendampingi Wakil Rektor II dalam kegiatan tersebut Kepala LPPM Undana Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., Kepala LPPPM Dr. Ir. Jacob Matheos Ratu, M.Kes., Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi., Sekretaris LPPM Prof. Dr. Febri Odel Nitbani, S.Si., M.Si., Ketua Tim Guru Besar Berdampak Prof. Roy Nendisa, bersama 47 tim dosen pelaksana PKM, mahasiswa pendamping, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Kehadiran rombongan Universitas Nusa Cendana disambut langsung oleh Bupati Sumba Tengah Drs. Paulus Sekayu Karugu Limu, Sekretaris Daerah Bernardus B. Gela, para Staf Ahli, Asisten I, II, dan III, Kepala Baperida Kabupaten Sumba Tengah, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam sambutannya, Prof. Paul G. Tamelan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peluncuran PKM Berdampak Tahun 2026 yang menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara Universitas Nusa Cendana dan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah.
Ia menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana hasil penelitian, inovasi, dan keilmuan yang dimiliki perguruan tinggi harus dapat diterapkan untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
“Universitas tidak boleh hanya menjadi menara gading. Kehadiran kami di tengah masyarakat merupakan wujud tanggung jawab moral dan akademik agar ilmu pengetahuan yang dikembangkan di kampus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujar Prof. Paul.
Dalam laporannya, Prof. Paul menjelaskan bahwa pada tahun 2026 Universitas Nusa Cendana menerjunkan 48 Tim Pengabdian kepada Masyarakat Berdampak, terdiri atas 1 Tim Guru Besar Berdampak dan 47 Tim Dosen bersama Mahasiswa.
Selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Juli 2026, seluruh tim akan melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan publik, pengembangan teknologi tepat guna, kesehatan, pendidikan, pertanian, peternakan, ekonomi kreatif, hingga penguatan kelembagaan desa.
Pelaksanaan PKM dipusatkan di Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat dan tersebar di 14 desa, yakni Desa Wairasa (7 tim termasuk Tim Guru Besar Berdampak), Desa Anajiaka (5 tim), Desa Anapalu (2 tim), Desa Daha Elu (3 tim), Desa Dewa Tana (2 tim), Desa Maderi (4 tim), Desa Pondok (2 tim), Desa Praimadeta (4 tim), Desa Umbu Jodu (2 tim), Desa Kawolu (1 tim), Desa Umbu Langang (4 tim), Desa Umbu Mamijuk (6 tim), Desa Umbu Pabal (3 tim), serta Desa Umbu Pabal Selatan (3 tim).
Salah satu capaian membanggakan dalam pelaksanaan PKM Berdampak tahun ini adalah tingginya antusiasme sivitas akademika Universitas Nusa Cendana. Sebanyak 48 proposal berhasil lolos seleksi melalui Sistem Informasi Penelitian dan Pengabdian (SIPP) Undana dengan total pendanaan mencapai Rp1.269.660.000, melampaui plafon awal yang ditetapkan sebesar Rp1 miliar.
Menurut Prof. Paul, capaian tersebut menunjukkan semangat seluruh sivitas akademika Undana, mulai dari pimpinan universitas, guru besar, dosen hingga mahasiswa, untuk bersama-sama membangun daerah melalui kegiatan pengabdian yang terukur dan memberikan dampak nyata.
“Besarnya dukungan ini menunjukkan bahwa seluruh sivitas akademika memiliki komitmen yang sama untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah dalam menghadirkan inovasi, teknologi, dan solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat,” katanya.
Prof. Paul juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah yang telah memberikan dukungan penuh sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan.
Ia menilai keterbukaan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah menjadi modal penting bagi keberhasilan pelaksanaan PKM Berdampak sehingga seluruh tim dapat bekerja secara maksimal bersama masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah yang telah memberikan ruang, kesempatan, serta dukungan penuh bagi pelaksanaan PKM Undana Berdampak Tahun 2026. Kami juga memohon maaf apabila dalam proses koordinasi maupun pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan. Semoga kolaborasi ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Sumba Tengah,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan PKM Berdampak Tahun 2026, Universitas Nusa Cendana kembali menegaskan visinya sebagai World Class Locally Relevant University, yakni perguruan tinggi bertaraf internasional yang tetap berakar pada kebutuhan masyarakat lokal.
Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan berbagai inovasi dan teknologi yang aplikatif, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, serta berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumba Tengah.
Peluncuran PKM Berdampak 2026 menjadi awal dari rangkaian kegiatan pengabdian yang diharapkan mampu melahirkan berbagai solusi inovatif untuk menjawab tantangan pembangunan di Sumba Tengah, sekaligus mempertegas peran Universitas Nusa Cendana sebagai agen perubahan yang hadir, bekerja, dan berkarya bersama masyarakat.(*)



Komentar