GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Pendidikan
Beranda » Berita » FKIP Undana Gelar PKM Berdampak di Ngada, Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan dan Pendampingan

FKIP Undana Gelar PKM Berdampak di Ngada, Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan dan Pendampingan

Ket: Kolase Foto Kegiatan PKM Berdampak FKIP Undana di Kabupaten Ngada. (Dok: Ist)

NTTSatu.ID – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berdampak. 

Kegiatan yang berlangsung pada 22–24 Juli 2026 ini dipusatkan di UPTD SMP Negeri 3 Golewa, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada.

PKM mengusung tema “Pelatihan dan Pendampingan Penguatan Kompetensi Guru SD dan SMP se-Kecamatan Golewa Barat”. Kegiatan ini diikuti sekitar 40 guru yang berasal dari lima Sekolah Dasar (SD) dan satu Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Selain para guru, seluruh kepala sekolah dari sekolah peserta juga mengikuti rangkaian kegiatan sejak pembukaan hingga penutupan.

Tim PKM dipimpin langsung oleh Dekan FKIP Undana, Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si., bersama dua anggota tim, yakni Aleksius Madu, S.Pd., M.Pd. dan Nino M. Mailani, S.Pd., M.Pd. Ketiganya memberikan pelatihan sekaligus pendampingan kepada para guru dengan pendekatan yang interaktif, reflektif, dan aplikatif.

Bantah Berbagai Isu, Undana Paparkan Fakta Status Akademik Sri Sulastri Hamza

Prof. Malkisedek Taneo menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada penguatan kompetensi guru, khususnya kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional, melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). 

Selain penyampaian materi, peserta juga diajak melakukan refleksi terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik, sekaligus mendiskusikan berbagai persoalan nyata yang dihadapi dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Kami ingin menghadirkan pelatihan yang tidak hanya memberikan teori, tetapi juga pendampingan yang relevan dengan kebutuhan guru di lapangan. Guru perlu terus mengembangkan kompetensinya agar mampu menciptakan pembelajaran yang berdampak, bermakna, dan berpusat pada peserta didik,” ujar Prof. Taneo kepada NTTSatu, Kamis 23 Juli.

Selama tiga hari pelaksanaan, suasana pelatihan berlangsung dinamis. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Berbagai pertanyaan, pengalaman, hingga tantangan yang dihadapi dalam praktik pembelajaran disampaikan secara terbuka. 

Diskusi yang terbangun menjadi ruang belajar bersama untuk menemukan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Undana Hadirkan Transformasi Literasi Digital di Sumba Tengah, Siswa SMP Parewatana Kini Belajar Lewat Buku Elektronik

Semangat peserta semakin terlihat meskipun kegiatan berlangsung di tengah cuaca hujan dan udara dingin yang menyelimuti wilayah Golewa Barat. Kondisi tersebut tidak menyurutkan antusiasme para guru. 

Mereka tetap hadir tepat waktu, mengikuti seluruh sesi dari awal hingga akhir, aktif berdiskusi, serta melakukan refleksi terhadap pengalaman mereka sebagai pendidik.

Menurut Prof. Taneo, tingginya partisipasi peserta menunjukkan adanya kerinduan para guru untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi. Hal ini menjadi modal penting dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas di daerah.

Di akhir kegiatan, para peserta menyampaikan apresiasi atas pelatihan dan pendampingan yang diberikan. Mereka mengaku memperoleh banyak wawasan baru, terutama materi yang bersifat praktis dan dapat langsung diterapkan di kelas. 

Kegiatan ini dinilai mampu meningkatkan motivasi, memperkuat pemahaman, serta menumbuhkan semangat baru dalam menjalankan tugas sebagai guru.

Dari 126 ke 39, Undana Tembus 40 Besar Nasional Versi Webometrics Juli 2026

“Kesan yang kami peroleh sangat positif. Guru merasa senang karena mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk menghadirkan pembelajaran yang semakin berdampak bagi peserta didik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambah Prof. Taneo.

Melalui PKM Berdampak ini, FKIP Undana kembali menunjukkan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif mengabdi kepada masyarakat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement