GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Pendidikan
Beranda » Berita » Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Undana Hadirkan Aplikasi VR Mitigasi Bencana di MIS Nurul Huda

Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Undana Hadirkan Aplikasi VR Mitigasi Bencana di MIS Nurul Huda

Ket: Kolase Foto Kegiatan PKM Prodi Pendidikan Sejarah di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nurul Huda, TTS. (Dok: Ist)

NTTSatu.ID – Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nurul Huda, Rabu (22/7/2026). 

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Prodi Pendidikan Sejarah dan FKIP Undana dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat. 

Mengusung tema “Pembuatan Aplikasi Android Mitigasi Bencana Berbasis Virtual Reality Terintegrasi Website Bermuatan Kearifan Lokal untuk Edukasi Mitigasi Bencana di Sekolah MIS Nurul Huda,” kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kebencanaan sejak usia dini melalui pemanfaatan teknologi yang inovatif, interaktif, dan kontekstual sesuai karakteristik wilayah Nusa Tenggara Timur yang rawan bencana.

Tim pengabdian dipimpin oleh Dr. Djakariah, M.Pd. sebagai ketua, didampingi Prof. Dr. Andreas Ande, Susilo Utomo, Ayu Febrianti Akbar, S.Pd., M.Pd., Sarlota Naema Sipa, S.Pd., M.Hum., serta Taufik Hidayat, S.S., M.A. 

Para dosen memberikan pelatihan, sosialisasi, dan pendampingan kepada guru serta siswa dalam memanfaatkan media pembelajaran digital berbasis Virtual Reality (VR).

Bantah Berbagai Isu, Undana Paparkan Fakta Status Akademik Sri Sulastri Hamza

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala MIS Nurul Huda, Mulyati P. M. Ulumando, S.Pd.I., yang menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kontribusi Universitas Nusa Cendana dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

“Kami sangat senang dan menyambut baik kehadiran tim pengabdian dari Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Nusa Cendana. Program ini memberikan dampak yang besar bagi sekolah kami karena menghadirkan pembelajaran mitigasi bencana yang modern, menarik, dan mudah dipahami oleh siswa. Kehadiran teknologi Virtual Reality dan aplikasi Android menjadi pengalaman belajar baru yang tentunya sangat bermanfaat bagi guru maupun peserta didik,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim memperkenalkan aplikasi Android mitigasi bencana yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar lebih nyata melalui teknologi Virtual Reality. 

Dengan memanfaatkan telepon pintar, siswa dapat mempelajari tahapan mitigasi bencana secara interaktif, mulai dari mengenali potensi bencana, memahami langkah penyelamatan diri, hingga melakukan simulasi evakuasi secara virtual.

Materi utama yang diperkenalkan berfokus pada mitigasi bencana gempa bumi. Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire memiliki risiko gempa yang tinggi, sehingga edukasi kesiapsiagaan sejak dini dinilai sangat penting. 

Undana Hadirkan Transformasi Literasi Digital di Sumba Tengah, Siswa SMP Parewatana Kini Belajar Lewat Buku Elektronik

Melalui aplikasi tersebut, siswa belajar mengenali tanda-tanda gempa, memahami tindakan sebelum, saat, dan sesudah gempa, serta pentingnya menjaga ketenangan ketika menghadapi kondisi darurat.

Pada tahap sebelum gempa, siswa dikenalkan pentingnya mengetahui jalur evakuasi, menyiapkan tas siaga bencana, mengenali titik kumpul, serta memahami lokasi aman di lingkungan sekolah maupun rumah. 

Saat simulasi berlangsung, siswa mempraktikkan gerakan Drop, Cover, and Hold On, yakni berlindung di bawah meja yang kokoh, melindungi kepala, dan tetap bertahan hingga guncangan berhenti. 

Setelah simulasi selesai, aplikasi mengarahkan siswa menuju titik evakuasi dengan tertib, membantu teman yang membutuhkan, dan menghindari bangunan yang berpotensi roboh.

Selain menghadirkan teknologi Virtual Reality, aplikasi tersebut juga terintegrasi dengan website pembelajaran yang memudahkan guru mengakses berbagai materi pendukung, video edukasi, modul mitigasi bencana, soal evaluasi, hingga memantau perkembangan hasil belajar siswa secara daring. 

Dari 126 ke 39, Undana Tembus 40 Besar Nasional Versi Webometrics Juli 2026

Sistem ini memungkinkan proses pembelajaran berlangsung secara berkelanjutan, baik di sekolah maupun di rumah.

Keunggulan lain dari aplikasi ini adalah integrasi kearifan lokal Nusa Tenggara Timur dalam materi pembelajaran. 

Nilai-nilai budaya seperti gotong royong, kebersamaan, saling membantu, serta kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian penting dalam proses edukasi sehingga siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis tentang mitigasi bencana, tetapi juga membangun karakter sosial yang kuat.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Djakariah, M.Pd., menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital merupakan langkah strategis untuk membangun budaya sadar bencana sejak usia sekolah dasar.

“Melalui aplikasi Android berbasis Virtual Reality ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami konsep mitigasi bencana secara teoritis, tetapi juga mampu mempraktikkan langkah-langkah penyelamatan diri secara benar apabila suatu saat menghadapi bencana yang sebenarnya. Integrasi teknologi dengan kearifan lokal menjadi inovasi yang mampu menghasilkan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan menyenangkan,” jelasnya.

Menurutnya, penggunaan media pembelajaran berbasis digital memberikan banyak manfaat bagi siswa, di antaranya meningkatkan pengetahuan tentang kebencanaan, melatih kemampuan mengambil keputusan secara cepat dalam kondisi darurat, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi, membangun rasa percaya diri saat melakukan evakuasi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan diri dan orang lain.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini juga menjadi bagian dari komitmen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Nusa Cendana dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi digital sekaligus memperkuat implementasi Merdeka Belajar melalui pengembangan media pembelajaran inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah, Undana berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki karakter tangguh, adaptif, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana di masa depan. 

Tim pengabdian juga berharap budaya sadar bencana dapat tumbuh sejak usia dini sehingga para siswa mampu menjadi agen edukasi mitigasi bencana di lingkungan keluarga maupun masyarakat.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement