NTTSatu.ID – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali melahirkan ratusan calon pendidik baru melalui pelaksanaan yudisium bagi 282 mahasiswa program sarjana.
Yudisium yang berlangsung di Aula Lantai II FKIP Undana ini menjadi momen penting sebagai penetapan kelulusan mahasiswa setelah menyelesaikan seluruh rangkaian proses akademik. Yudisium merupakan tahapan akhir sebelum para lulusan mengikuti prosesi wisuda.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Dekan FKIP Undana, Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si, didampingi Wakil Dekan I Dr. Damianus D. Samo, M.Pd, Wakil Dekan II Dr. Yakobis J. Messakh, M.Si, para koordinator program studi, serta tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan FKIP Undana.
FKIP Undana sendiri merupakan salah satu fakultas tertua di Undana yang terus berkomitmen mencetak tenaga pendidik yang berkualitas.
Dalam sambutannya, Prof. Malkisedek Taneo menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh lulusan yang telah berhasil melewati perjalanan akademik yang panjang sejak semester pertama hingga semester akhir.
Menurutnya, pencapaian gelar sarjana bukanlah hasil perjuangan individu semata, tetapi terdapat dukungan dari Tuhan, orang tua, keluarga, dosen, dan seluruh pihak yang telah mendampingi proses pendidikan para mahasiswa.
Ia menjelaskan bahwa para mahasiswa yang diyudisium telah menyelesaikan seluruh beban studi sesuai kurikulum dengan total minimal 144 SKS, termasuk menyelesaikan skripsi atau tugas akhir, serta memenuhi seluruh persyaratan akademik yang ditetapkan oleh program studi dan fakultas.
Dekan FKIP Undana juga mengungkapkan kebanggaannya karena banyak lulusan yang meraih capaian akademik membanggakan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi, bahkan sebagian besar berada di atas angka 3,00 dan sejumlah lulusan berhasil memperoleh IPK mendekati angka sempurna.
Namun demikian, Prof. Taneo mengingatkan bahwa IPK yang tinggi bukan menjadi satu-satunya jaminan untuk memperoleh pekerjaan. Menurutnya, tantangan dunia pendidikan saat ini membutuhkan lulusan yang memiliki kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri.
“Seorang guru tidak boleh berhenti belajar. Sarjana pendidikan harus terus melatih diri dan memperkuat empat kompetensi utama guru, yakni kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan kompetensi sosial,” tegasnya.
Selain menguasai kompetensi tersebut, para lulusan juga diharapkan memiliki komitmen yang kuat terhadap profesi guru, mampu berpikir kreatif dan inovatif, menjadi agen transformasi pendidikan, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Prof. Taneo turut berpesan agar para sarjana baru senantiasa menjaga nama baik almamater FKIP dan Universitas Nusa Cendana.
Menurutnya, sikap, etika, dan karya para lulusan di tengah masyarakat akan menjadi cerminan kualitas pendidikan yang mereka peroleh selama berada di bangku kuliah.
Pada kesempatan itu, pihak fakultas menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa yang telah mempercayakan FKIP Undana sebagai tempat menempuh pendidikan.
Ucapan terima kasih juga diberikan kepada orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan, serta kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan fakultas yang telah berkontribusi dalam mendampingi mahasiswa hingga mencapai tahap yudisium.
Dekan FKIP Undana juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses perkuliahan masih terdapat pelayanan maupun hal-hal yang belum sepenuhnya memenuhi harapan mahasiswa dan keluarga.
Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh lulusan untuk selalu bersyukur atas setiap proses yang telah dilalui. Baginya, keberhasilan mencapai gelar sarjana merupakan bukti dari penyertaan Tuhan dan kerja keras banyak pihak.
Yudisium 282 sarjana FKIP Undana ini tidak hanya menjadi penutup perjalanan akademik, tetapi juga menjadi awal pengabdian para lulusan untuk menghadapi dunia kerja dan dunia pendidikan dengan semangat, integritas, kreativitas, serta kesiapan beradaptasi dengan perkembangan zaman.(*)



Komentar