NTTSatu.ID – Universitas Persatuan Guru 1945 Nusa Tenggara Timur (UPG 1945 NTT) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan ACER Indonesia yang dirangkaikan dengan pelaksanaan Workshop PGRI POWER bertajuk “1 Juta Guru dan Dosen Mahir Coding dan Kecerdasan Artifisial (AI)” pada Jumat (12/6/2026).
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan UPG 1945 NTT menuju transformasi kampus berbasis teknologi atau Smart Campus, sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia pendidikan di Nusa Tenggara Timur dalam menghadapi era digital dan kecerdasan artifisial yang berkembang pesat.
Penandatanganan kerja sama dengan ACER Indonesia merupakan bagian dari langkah strategis yang diinisiasi oleh Rektor UPG 1945 NTT, Uly Jonathan Riwu Kaho, untuk membawa kampus yang dipimpinnya melakukan lompatan besar dalam pengembangan teknologi pendidikan.
Melalui kemitraan ini, UPG 1945 NTT tidak hanya berfokus pada peningkatan infrastruktur digital, tetapi juga pada penguatan kompetensi dosen, guru, mahasiswa, dan tenaga kependidikan agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Uly J. Riwu Kaho menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan yang harus direspons secara cepat dan tepat oleh institusi pendidikan tinggi.
“Perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Melalui kerja sama dengan ACER Indonesia dan berbagai mitra strategis lainnya, kami ingin memastikan bahwa UPG 1945 NTT mampu menjadi kampus yang modern, inovatif, dan siap menjawab tantangan masa depan,” ujarnya.
Workshop PGRI POWER yang digelar bersamaan dengan penandatanganan MoU menghadirkan berbagai materi terkait penguasaan coding dan pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam proses pembelajaran. Program nasional ini bertujuan menciptakan satu juta guru dan dosen yang memiliki kemampuan digital yang memadai sehingga dapat mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pendidikan secara efektif dan kreatif.
Para peserta yang terdiri dari dosen, guru, mahasiswa, dan praktisi pendidikan mendapatkan wawasan mengenai berbagai peluang pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan, mulai dari pengembangan bahan ajar digital, analisis pembelajaran berbasis data, hingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan akademik.
Kerja sama dengan ACER Indonesia juga menjadi pintu masuk bagi UPG 1945 NTT untuk memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai perusahaan teknologi global, termasuk Google Education dan mitra-mitra strategis lainnya. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat implementasi konsep Smart Campus yang mengintegrasikan teknologi digital dalam seluruh aspek tata kelola kampus, pembelajaran, penelitian, hingga pelayanan kepada mahasiswa.
Langkah ini sejalan dengan visi UPG 1945 NTT, yaitu “Bermutu, Berkualitas, dan Berbudaya.” Melalui penguatan teknologi dan inovasi pendidikan, universitas berupaya menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri masa kini.
Kehadiran ACER Indonesia dalam mendukung transformasi pendidikan di Nusa Tenggara Timur menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri teknologi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan dukungan tersebut, UPG 1945 NTT optimistis dapat menjadi salah satu perguruan tinggi pelopor dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi di kawasan Indonesia Timur.
Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan transformasi digital, UPG 1945 NTT terus melangkah maju untuk mewujudkan kampus cerdas yang mampu melahirkan generasi unggul, kreatif, dan siap menghadapi tantangan global di era kecerdasan artifisial.(*)



Komentar