GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Daerah Pendidikan
Beranda » Berita » Undana Jadi Pusat Seleksi Terbesar SMA Unggul Garuda, Harapan Baru bagi Siswa NTT

Undana Jadi Pusat Seleksi Terbesar SMA Unggul Garuda, Harapan Baru bagi Siswa NTT

Ket: Wakil Rektor I Undana, Prof. Annytha I. R. Detha dan perwakilan panitia Kemendiktisaintek, Eni Susanti, saat meninjau para peserta ujian seleksi SMA Unggul Garuda di Gedung ICT Centre, Kamis 16 April 2026. (Alberto)

NTTSatu.ID — Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu pusat pendidikan unggulan di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Kampus ini dipercaya oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebagai lokasi pelaksanaan seleksi masuk SMA Unggul Garuda (Sekolah Garuda) yang berlokasi di So’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Tak hanya menjadi lokasi seleksi, Undana juga mencatatkan diri sebagai perguruan tinggi negeri dengan jumlah peserta seleksi terbanyak di seluruh Indonesia dalam program ini.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si, mengungkapkan bahwa keterlibatan Undana bukanlah hal yang baru.

Sejak dua tahun lalu, ketika program Sekolah Garuda masih dalam tahap perencanaan (blueprint), pihak kampus telah menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut.

Mbah Dragon Latih Public Speaking Kreatif di IAKN Kupang

Menurutnya, dukungan Undana tidak hanya pada tahap seleksi, tetapi juga berpotensi berlanjut dalam proses pembelajaran melalui kolaborasi akademik dan penyediaan sumber daya manusia.

“Undana memiliki sumber daya akademisi dan tenaga pendidik yang cukup besar di NTT. Tentu ini menjadi kekuatan penting untuk mendukung keberhasilan Sekolah Garuda,” jelasnya.

Meski waktu persiapan terbilang singkat—berbeda dengan seleksi masuk perguruan tinggi seperti UTBK yang biasanya dipersiapkan hingga satu tahun—Undana tetap mampu mengorganisir pelaksanaan seleksi dengan baik.

Panitia bekerja cepat menyesuaikan kebutuhan seleksi untuk siswa tingkat SMA, termasuk memastikan kesiapan teknis, fasilitas, hingga koordinasi intensif antar pihak.

Dari sisi peserta, Undana awalnya mendapat kuota 400 orang. Namun, jumlah peserta yang mengikuti seleksi tercatat sebanyak 193 orang.

Museum Jadi Ruang Belajar, Mahasiswa PPKn Undana Telusuri Warisan Budaya NTT

Sementara itu, Universitas Timor (Unimor) memperoleh kuota 40 peserta dan seluruhnya terpenuhi.

Meski demikian, secara total, Undana tetap menjadi lokasi dengan jumlah peserta terbanyak secara nasional.

SMA Unggul Garuda di So’e dirancang sebagai sekolah unggulan yang tidak hanya berstandar nasional, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pendidikan di daerah.

Penempatan sekolah ini di TTS bukan tanpa alasan. Program ini diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi siswa-siswi berprestasi di NTT untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tinggi.

Namun demikian, seleksi tetap dilakukan secara nasional dan berbasis merit. Hal ini ditegaskan oleh perwakilan panitia Kemendiktisaintek, Eni Susanti.

Kisruh Internal Disorot, Linus Lusi Minta Pengurus Swastisari Hormati Suara Anggota

“Seleksi ini berbasis prestasi dan hasil tes. Tidak ada perlakuan khusus berdasarkan daerah. Tetapi jika terdapat nilai yang setara, maka akan dipertimbangkan prioritas bagi peserta dari daerah setempat,” ujarnya.

Dari hasil pemantauan langsung, pelaksanaan seleksi di Undana dinilai berjalan dengan baik. Fasilitas yang tersedia, termasuk infrastruktur teknologi dan jaringan internet, dinyatakan memadai dan stabil.

Simulasi hingga pelaksanaan sesi awal seleksi berlangsung tanpa kendala berarti, serta tidak ada keluhan dari peserta.

“Secara umum pelaksanaan di Undana sudah sangat sesuai dengan petunjuk teknis. Kami berharap hingga sesi akhir semuanya berjalan lancar,” tambah Eni.

Untuk angkatan pertama, SMA Unggul Garuda menyediakan kuota sebanyak 160 siswa, yang akan dibagi ke dalam 8 rombongan belajar (rombel), masing-masing berisi 20 siswa.

Dengan sistem seleksi nasional dan kuota terbatas, persaingan dipastikan berlangsung ketat.

Namun di balik itu, harapan besar disematkan agar lebih banyak siswa dari NTT mampu lolos dan menjadi bagian dari generasi unggul masa depan.

Keberadaan SMA Unggul Garuda di So’e menjadi simbol pemerataan akses pendidikan berkualitas di Indonesia, khususnya di wilayah timur.

Undana pun berharap, melalui peran aktifnya dalam proses seleksi hingga dukungan akademik ke depan, program ini mampu melahirkan sumber daya manusia unggul dari NTT yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Harapan kita bersama, semakin banyak anak-anak NTT yang lulus dan memenuhi kualifikasi untuk masuk ke sekolah unggul ini,” tutur Prof. Annytha.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement