NTTSatu.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus mempercepat langkah ekspansi akademik dengan mengusulkan pembukaan sembilan program studi (prodi) baru lintas jenjang.
Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan sumber daya manusia yang semakin kompleks di berbagai sektor strategis, mulai dari kesehatan, teknologi hingga hukum.
Untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar nasional, Undana mengikuti sesi Coaching Clinic bersama Direktorat Kelembagaan Kemendiktisaintek yang dilaksanakan secara virtual pada Senin, 12 April 2026.
Kegiatan ini difokuskan pada penyempurnaan dokumen administrasi dan teknis sebagai syarat utama pengajuan izin operasional melalui sistem SIAGA.
Pendampingan tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan resmi yang diajukan oleh pihak universitas sejak Maret lalu.
Melalui forum ini, tim Undana mendapatkan asistensi langsung dari kementerian untuk memastikan seluruh dokumen memenuhi standar yang ditetapkan, termasuk kesesuaian kurikulum, kesiapan sumber daya dosen, hingga kelengkapan fasilitas pendukung.
Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Prof. Annytha Ina Rohi Detha, menjelaskan bahwa sembilan prodi yang diusulkan mencerminkan arah pengembangan institusi yang semakin luas dan adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Prodi-prodi tersebut mencakup jenjang sarjana, pascasarjana hingga profesi, dengan bidang kajian yang beragam, seperti pendidikan teknik informatika, seni pertunjukan, geologi, hingga program doktor ilmu kesehatan masyarakat, magister akuntansi, kenotariatan, serta program profesi di bidang psikologi, apoteker, dan keperawatan.
Menurutnya, melalui pendampingan ini, pihak universitas memperoleh pemahaman lebih mendalam terkait berbagai persyaratan krusial, termasuk kebutuhan rekomendasi khusus dari konsorsium untuk prodi tertentu. Hal ini menjadi bekal penting dalam menyempurnakan dokumen sebelum memasuki tahapan penilaian lanjutan.
Undana pun menunjukkan optimisme tinggi terhadap proses perizinan yang sedang berjalan. Sejumlah prodi ditargetkan dapat segera beroperasi dalam waktu dekat.
Program doktor ilmu kesehatan masyarakat diperkirakan akan memperoleh Surat Keputusan izin operasional dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Sementara itu, program sarjana teknik informatika dan seni pertunjukan diharapkan sudah dapat menerima mahasiswa pada tahun ini.
Untuk program profesi, apoteker ditargetkan berjalan pada semester ganjil, disusul keperawatan pada akhir tahun, sedangkan magister akuntansi diproyeksikan mulai beroperasi pada semester genap tahun depan.
Dalam sesi pendampingan tersebut, tim dari kementerian yang dipimpin oleh Deny Kurniawan bersama jajaran pakar lainnya, serta arahan dari Direktur Kelembagaan Mukhamad Najib, memberikan sejumlah catatan penting yang harus segera ditindaklanjuti.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian utama meliputi keabsahan ijazah dosen, kelengkapan dokumen yang diunggah, serta penyesuaian rasio dosen agar tidak mengganggu proses pembelajaran pada program studi yang sudah berjalan.
Pendampingan ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai perguruan tinggi ternama, seperti Tiana Milanda dan Michiko Umeda, yang turut memberikan perspektif dan masukan teknis dalam penyempurnaan usulan prodi.
Sebagai tahap akhir dari proses ini, tim Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi dijadwalkan akan melakukan visitasi langsung ke kampus Undana pada 24 April 2026.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan verifikasi lapangan sekaligus memberikan rekomendasi lanjutan, termasuk koordinasi dengan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum terkait pembukaan program studi kenotariatan.
Langkah ekspansif ini menegaskan komitmen Undana untuk terus berkembang sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif dan responsif terhadap dinamika kebutuhan pembangunan, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, tahun 2026 berpotensi menjadi momentum penting bagi transformasi akademik Undana dalam memperluas akses pendidikan berkualitas dan mencetak tenaga profesional yang kompeten.(*)


Komentar