NTTSatu.ID — Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya literasi akademik melalui penyelenggaraan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) bertema “Inovasi dan Tantangan Pendidikan di Era Digital.”
Kegiatan ini berlangsung di lingkungan Prodi Sejarah dan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan menulis sekaligus merespons perkembangan dunia pendidikan yang terus berubah.
Pelaksanaan lomba ini menghadirkan tiga dosen sebagai dewan juri, yaitu Flafius S. Rato, S.Pd., M.Pd., Esry D. Tosi, S.Pd., M.Pd., dan Silvanus J. Mali, S.Pd., M.Pd.
Kehadiran para juri tersebut memberikan jaminan bahwa proses penilaian berlangsung objektif dan sesuai standar akademik.
Mahasiswa yang turut berkompetisi dalam ajang ini adalah Melita A.V. Kole, Olivia K. Snae, Arwin Anin, Jemina Mautakai, Wenda Y. Bau, Claudius D.C. Naikefi dan Deassy S. Tobo.
Mereka masing-masing menyajikan gagasan dan analisis ilmiah yang relevan dengan isu-isu pendidikan kontemporer, khususnya tantangan dan peluang yang muncul seiring percepatan teknologi digital.
Koordinator Program Studi Pendidikan Sejarah, Dr. Drs. Djakariah, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa mahasiswa sejarah harus terus menulis dan memperkuat tradisi ilmiah.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan seperti LKTI menjadi ruang latihan penting untuk membentuk cara berpikir kritis dan kreatif.
“Mahasiswa harus terus menulis, karena dengan menulis kita bisa menguasai dunia,” ujarnya memberikan semangat kepada para peserta.
Salah satu panitia pelaksana, Nino M. Mailani, S.Pd, M.Pd, juga menyampaikan apresiasi kepada Koorprodi yang telah memberikan kepercayaan dalam menyelenggarakan kegiatan ini.
Ucapan terima kasih diberikan pula kepada para dewan juri yang telah bekerja secara profesional dalam memberikan penilaian terhadap karya para peserta.
Kepada para peserta, panitia menegaskan bahwa komentar maupun catatan dari dewan juri bukanlah kritik yang bersifat melemahkan, tetapi justru motivasi untuk terus berkembang, menulis, dan berinovasi.(*)



Komentar