GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Daerah Infrastruktur
Beranda » Berita » Program Bedah Rumah Kapolda NTT Angkat Martabat Warga Miskin di Laci Carep

Program Bedah Rumah Kapolda NTT Angkat Martabat Warga Miskin di Laci Carep

Ket: Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. (ist)

NTTSatu.ID — Di tengah masih banyaknya warga yang hidup dalam keterbatasan, bantuan terhadap kebutuhan dasar seperti rumah layak huni tetap menjadi bentuk kepedulian yang paling nyata. 

Kepedulian itu kembali terlihat melalui program bedah rumah yang diberikan Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., kepada Viviana Alfina Lindas (50), seorang perempuan pra-lansia asal Kelurahan Laci Carep, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Program kemanusiaan ini ditandai dengan peletakan batu pertama (ground breaking) yang dipimpin langsung oleh Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., pada Kamis, 9 April 2026. 

Kehadiran Kapolres beserta jajaran di lokasi sejak pukul 10.05 Wita disambut hangat oleh warga setempat, menghadirkan suasana haru terutama bagi keluarga penerima bantuan.

Bagi Viviana, bantuan ini bukan sekadar pembangunan rumah baru, tetapi titik balik dari beban hidup yang telah lama dipikulnya dalam diam. 

Mbah Dragon Latih Public Speaking Kreatif di IAKN Kupang

Selama ini, ia menempati rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan—berkonstruksi rapuh, atap bocor, dan minim fasilitas dasar—sehingga tidak lagi layak sebagai tempat tinggal.

Dalam momen penuh haru itu, Viviana menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kapolda NTT atas kepedulian yang ia terima.

“Kepada Bapak Kapolda NTT, terima kasih banyak telah meringankan beban hidup saya. Tidak ada kata yang lebih indah selain ucapan terima kasih,” ujarnya.

Ia juga berterima kasih kepada berbagai pihak yang turut membantu merealisasikan bantuan ini, termasuk insan pers yang terus mengawal prosesnya hingga tiba pada tahap pembangunan.

Rumah bukan sekadar bangunan fisik. Bagi warga kecil seperti Viviana, rumah merupakan ruang bertahan hidup, tempat berlindung, sekaligus simbol martabat manusia. 

Museum Jadi Ruang Belajar, Mahasiswa PPKn Undana Telusuri Warisan Budaya NTT

Karena itu, bantuan bedah rumah ini bukan hanya memperbaiki hunian, tetapi mengembalikan rasa aman dan harapan yang nyaris padam.

Lurah Laci Carep, Yohanes Pantur, menyampaikan apresiasi kepada Kapolda NTT dan jajaran Polres Manggarai atas bantuan yang diberikan kepada salah satu warganya. 

Menurutnya, bantuan ini sangat berarti bagi Viviana yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

“Terima kasih banyak kepada Bapak Kapolda NTT, Kapolres Manggarai, dan semua donatur yang selama ini membantu kesulitan Ibu Viviana Lindas,” ujarnya.

Yohanes menegaskan bahwa pemerintah kelurahan bersama Pemkab Manggarai akan terus mengawal pembangunan rumah tersebut hingga tuntas.

Kisruh Internal Disorot, Linus Lusi Minta Pengurus Swastisari Hormati Suara Anggota

“Kami akan mengawal sampai mama bisa tinggal di rumah ini. Jika ada kekurangan, kami akan berkoordinasi dengan pihak Kapolres Manggarai,” katanya.

Bantuan ini menyibak kenyataan sosial yang kerap luput dari perhatian: masih banyak warga di berbagai daerah, termasuk di Flores dan Kabupaten Manggarai, yang hidup di rumah tidak layak huni. 

Mereka menempati bangunan rapuh yang rawan terhadap cuaca, membahayakan kesehatan, bahkan mengancam keselamatan jiwa.

Dalam konteks ini, langkah Kapolda NTT patut dimaknai sebagai langkah pendekatan kemanusiaan, bukan sekadar acara seremonial. 

Di tengah berbagai tantangan sosial, kehadiran negara diuji dalam hal-hal paling mendasar: apakah warga bisa makan, berobat, dan tinggal di rumah yang layak?

Rumah baru yang kelak berdiri bukan hanya pengganti bangunan lama yang nyaris roboh. Rumah itu akan menjadi ruang baru untuk menata hidup, memulihkan ketenangan, dan menumbuhkan kembali harapan yang sempat redup.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya penanganan kemiskinan tidak cukup diukur melalui bantuan tunai atau distribusi logistik semata. 

Ukurannya terletak pada sejauh mana negara dan para pemangku kepentingan hadir memastikan setiap warga hidup dalam lingkungan yang manusiawi.

Bantuan yang diberikan Kapolda NTT layak diapresiasi sebagai contoh nyata praktik kemanusiaan. 

Namun pada saat yang sama, kondisi yang dialami Viviana seharusnya menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah untuk lebih aktif memetakan dan menangani rumah-rumah tidak layak huni yang masih tersebar di tengah masyarakat.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement