GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Inspirasi
Beranda » Berita » Buku Asa dan Rasa Jadi Cermin Perjalanan Setahun Bangun NTT

Buku Asa dan Rasa Jadi Cermin Perjalanan Setahun Bangun NTT

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi meluncurkan buku “Asa dan Rasa: Refleksi Setahun Ayo Bangun NTT” di Aula El Tari, Kupang. Kamis 9 April 2026. (Foto: NTTSatu)

NTTSatu.ID– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meluncurkan buku “Asa dan Rasa: Refleksi Setahun Ayo Bangun NTT” di Aula El Tari, Kupang.

Peluncuran ini menjadi momen reflektif atas perjalanan satu tahun kepemimpinan daerah dalam mendorong pembangunan di NTT.

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, mengatakan bahwa refleksi satu tahun bukan sekadar melihat capaian angka, melainkan membaca diri dalam proses kepemimpinan yang dijalankan untuk masyarakat.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya diukur dari statistik, tetapi dari sejauh mana kepemimpinan mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Ia menjelaskan bahwa “asa” dalam buku tersebut mencerminkan harapan kolektif masyarakat, sedangkan “rasa” menggambarkan pengalaman nyata yang dirasakan masyarakat selama satu tahun terakhir.

Mbah Dragon Latih Public Speaking Kreatif di IAKN Kupang

Johni menegaskan bahwa satu tahun kepemimpinan masih merupakan fase awal. Tahap ini menjadi fondasi penting untuk menjaga konsistensi dan keberlanjutan arah pembangunan ke depan.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para penulis dan editor yang telah bekerja keras menyusun buku tersebut sebagai bagian dari dokumentasi perjalanan pembangunan.

Ia menekankan pentingnya kerja kolaboratif dan adaptif dalam membangun NTT, serta perlunya melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam setiap program pembangunan.

“Setiap program harus ada manfaatnya, dan setiap kritik wajib diterima,” ujarnya, seraya menyebut buku ini sebagai cerminan perjalanan satu tahun membangun NTT dengan segala keterbatasan yang ada.

Sementara itu, editor buku, Dr. Rudi Rohi, mengatakan bahwa buku ini menjadi pengingat tentang posisi dan pijakan pembangunan NTT saat ini.

Museum Jadi Ruang Belajar, Mahasiswa PPKn Undana Telusuri Warisan Budaya NTT

Ia menjelaskan bahwa penyusunan buku ini menghimpun berbagai masukan dari masyarakat yang kemudian dirangkai menjadi satu narasi reflektif.

Menurutnya, buku tersebut juga merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada publik atas perjalanan pemerintahan selama satu tahun terakhir.

Rudi menambahkan bahwa membangun ekosistem pembangunan yang kuat membutuhkan waktu dan proses yang tidak singkat.

Buku ini disusun sebagai instrumen untuk melihat apakah janji dan harapan politik mulai bergerak menuju kenyataan atau justru sebaliknya.

Berbagai refleksi yang dihimpun dari beragam kalangan memberikan gambaran tentang jarak antara asa dan rasa yang sedang ditempuh dalam pembangunan NTT.

Kisruh Internal Disorot, Linus Lusi Minta Pengurus Swastisari Hormati Suara Anggota

Secara umum, refleksi dalam buku tersebut menunjukkan bahwa arah pembangunan mulai bergerak ke jalur yang tepat, meski masih menghadapi tantangan, dan pada akhirnya menjadi ruang bagi publik untuk menilai secara terbuka kinerja satu tahun kepemimpinan di NTT. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement