NTTSatu.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar kegiatan Halal Bihalal dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada Selasa, 31 Maret 2026, di ruang teater Rektorat Undana.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri Samuel Bale, S.T., M.Eng., bersama jajaran pimpinan universitas, para dosen, serta mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan.
Dalam sambutannya, Rektor Undana mengatakan bahwa momentum Halal Bihalal menjadi kesempatan penting untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di lingkungan civitas akademika.
Ia menekankan pentingnya rasa syukur atas kesempatan untuk berkumpul dalam suasana damai, di tengah berbagai tantangan global yang saat ini terjadi di sejumlah wilayah dunia.
Menurut Rektor, kondisi global yang penuh konflik menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan kedamaian yang dirasakan saat ini merupakan sesuatu yang sangat berharga.
“Karena itu, kita patut bersyukur dan terus menjaga kebersamaan ini,” ujarnya.
Rektor juga mengajak seluruh civitas akademika untuk mendoakan masyarakat yang terdampak konflik serta mereka yang mengalami kesulitan ekonomi, termasuk di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Ia menyampaikan bahwa Idul Fitri harus dimaknai sebagai momentum untuk kembali ke fitrah, membersihkan hati, serta mempererat hubungan kemanusiaan antar sesama.
Selain itu, Rektor turut menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada umat Muslim, serta mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi dan menyongsong Paskah bagi umat Hindu dan Kristiani.
Menurutnya, beriringannya berbagai perayaan keagamaan tersebut menjadi simbol kuat bahwa Indonesia, khususnya NTT, adalah rumah bersama yang dibangun di atas nilai toleransi dan persaudaraan.
Rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga narasi positif di lingkungan kampus dengan membangun komunikasi yang sehat, menghindari konflik, serta membiasakan sikap saling menghargai dan memaafkan.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyinggung kemungkinan penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) sebagai respons terhadap dinamika global, termasuk potensi kelangkaan bahan bakar, meski belum menjadi kebijakan resmi.
Meski begitu, Dia menegaskan bahwa Undana bukan sekadar tempat bekerja dan belajar, melainkan sebuah ekosistem kehidupan yang dibangun melalui kerja kolektif seluruh elemen kampus.
Sementara itu, Prof. Reinner Ishaq Lerrick dalam refleksinya menjelaskan bahwa halal bihalal merupakan pertemuan antara dua hal yang baik, yakni ketika pihak-pihak yang sebelumnya memiliki perbedaan atau konflik saling memaafkan.
Ia juga mengajak civitas akademika untuk kembali pada fitrah manusia sebagai dasar membangun institusi.
Menurutnya, Undana harus mampu berkembang secara global tanpa meninggalkan nilai lokal. (*)



Komentar