GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Daerah
Beranda » Berita » Semarak Paskah di GMIT Genezaret Danau Ina Lasiana, 19 Rayon Tampilkan Kreativitas Salib dari Bahan Bekas

Semarak Paskah di GMIT Genezaret Danau Ina Lasiana, 19 Rayon Tampilkan Kreativitas Salib dari Bahan Bekas

Ket: Semarak Paskah di GMIT Genezaret Danau Ina Lasiana, 19 Rayon Tampilkan Kreativitas Salib dari Bahan Bekas

NTTSatu.ID — Dalam rangka memeriahkan Hari Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, Jemaat GMIT Genezaret Danau Ina Lasiana, Kota Kupang, menggelar lomba salib antar rayon dengan mengusung tema Paskah: “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita.”

Kegiatan ini berlangsung meriah dengan melibatkan sebanyak 19 rayon, yang masing-masing menampilkan kreativitas dan kekompakan jemaat dalam merancang salib Paskah.

Lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan serta memperdalam makna iman di tengah jemaat.

Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Rayon 17, yang menghadirkan karya salib unik berbahan dasar barang bekas. Berbagai material yang digunakan antara lain balok dan papan bekas, ban bekas, waring, baliho, kardus, hingga lampu sisa perayaan Natal.

Sementara itu, bagian utama salib dirancang dari rangkaian ranting-ranting kayu yang disusun dengan penuh ketelitian.

Mbah Dragon Latih Public Speaking Kreatif di IAKN Kupang

Keterlibatan seluruh jemaat menjadi kekuatan utama dalam proses pembuatan salib tersebut.
Dengan menyatukan ide dan tenaga, Jemaat Rayon 17 menunjukkan bahwa kreativitas dapat lahir dari kebersamaan serta kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan bahan daur ulang.

Koordinator Rayon 17, Joni Lakapu, dalam pesan Paskahnya menyampaikan bahwa pengorbanan Kristus menjadi dasar kehidupan iman umat percaya.

“Dua ribu tahun yang lalu Tuhan telah membayar lunas segala dosa-dosa kita. Oleh karena itu, marilah kita sebagai orang beriman saling membangun pertumbuhan iman melalui Paskah ini. Biarlah pengorbanan Kristus tetap menjadi Juruselamat yang membawa kita menuju kemenangan,” ujarnya.

Senada dengan itu, perwakilan pemuda Rayon 17, Nino Mailani, menekankan makna kebangkitan sebagai sumber harapan bagi kehidupan manusia.

“Kebangkitan adalah harapan, di mana Paskah menegaskan bahwa kegagalan dan maut bukanlah akhir, melainkan awal dari hidup yang baru,” ungkap Dosen Prodi Sejarah Undana itu.

Museum Jadi Ruang Belajar, Mahasiswa PPKn Undana Telusuri Warisan Budaya NTT

Melalui lomba salib ini, Jemaat GMIT Genezaret Danau Ina Lasiana tidak hanya merayakan Paskah secara seremonial, tetapi juga menghadirkan pesan spiritual yang mendalam tentang pengharapan, pembaruan, serta tanggung jawab untuk menjaga lingkungan.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement